Daftar berita terlampir: * Polutan Sungai Porong Ancam Kehidupan Nelayan * Bangkitkan Potensi Sungai Brantas, Bukan Sekadar Lomba Bebek * Petani Keramba Sungai Kapuas Resah * Sungai Martapura Mulai Asin * Mahakam Belum Terintrusi Air Laut
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Polutan Sungai Porong Ancam Kehidupan Nelayan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4548 Masa kejayaan kaum nelyan dan petani tambak Kabupaten Sidoarjo talah sirna. Kini, mereka hanya bisa memungut sisa-sisa ikan dan udang di tambak. Para nelayan ini tak pernah menyangka, Sungai Porong yang dahulu menjadi andalan penghidupannya, kini justru menjadi biang kehancuran. Timah hitam (timbal-Red) yang mencemari Sungai Porong sudah menyebar ke kawasan pantai Sidoarjo. Ini mengakibatkan pencemaran lingkungan di kawasan pantai cukup parah. Akibatnya kaum nelayan yang menggantungkan hidupnya dari penangkapan ikan, tambak kupang dan udang, mengalami kerugian. ''Dari waktu ke waktu pendapatan kami terus merosot,'' ujar Sudarpo petambak kupang warga Balongbodo kepada Republika, belum lama ini. (Republika, 2002-07-17) Bangkitkan Potensi Sungai Brantas, Bukan Sekadar Lomba Bebek http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4543 SUNGAI berperanan besar dalam sejarah kerajaan masa lalu. Sungai menjadi sarana lalu lintas yang sangat berarti ketika manusia belum melakukan pembabatan gunung dan hutan untuk dijadikan akses jalan beraspal yang menjadi obyek saling menguntungkan dari negara produsen kendaraan bermotor dan pemerintah setempat. Keberadaan Sungai Brantas juga sangat penting bagi perekonomian masyarakat Kediri, bahkan sebelum tahun 1960-an lalu. Banyak perahu niaga bersandar di sungai yang hampir melingkari sebagian wilayah Jawa Timur (Jatim) ini untuk menurunkan berbagai komoditas ekonomi, sebelum dipasarkan di Kediri dan sekitarnya. (Kompas, 2002-07-16) Petani Keramba Sungai Kapuas Resah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4539 Petani keramba di sepanjang Sungai Kapuas mulai resah akibat hujan yang tidak juga turun sebulan terakhir ini. Air pasang laut mulai masuk ke Sungai Kapuas dan mengancam kehidupan ikan. Johan (38), petani keramba di Sungai Kapuas mengatakan kepada Pembaruan, Senin (15/7) pagi, seperti pada tahun lalu, pada musim kemarau banyak ikan dalam keramba yang mati. Sebenarnya, jika musim kemarau hanya berlangsung selama sebulan, pengaruhnya terhadap ikan di keramba seperti ikan mas dan nila sangat kecil. Tetapi jika kemarau berlangsung lebih dari sebulan, dampaknya akan sangat mengkhawatirkan. (Suara Pembaruan, 2002-07-15) Sungai Martapura Mulai Asin http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4496 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, Kamis (11/7), terpaksa menonaktifkan intek air baku di Sungai Bilu, menyusul meningkatnya kadar garam di Sungai Martapura. Hasil pengukuran terakhir PDAM di Sungai Bilu, salinitas air mencapai 425 miligram per liter melebihi ambang batas untuk air baku 250 miligram per liter. "Tepat pukul 11.00 intek Sungai Bilu kita stop beroperasi karena salinitas yang jauh melebihi ambang batas," ujar Dirut PDAM Bandarmasih, Zainal Arifin. (Banjarmasin Post, 2002-07-12) Mahakam Belum Terintrusi Air Laut http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4498 Air Mahakam sebagai bahan baku pengolahan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Samarinda, hingga kini masih normal karena kadar garam masih di bawah batas ambang toleransi yakni 250 ppm (part per milimeter) meskipun musim kering sudah terjadi sejak pertengahan Juni 2002. "Biasanya setiap tahun pada musim kemarau mengalami kemasukan (terintrusi) air laut sehingga menjadi asin. Berdasarkan pantauan petugas PDAM di intake Palaran kadar air mahakam masih menunjukkan 5 ppm," kata Kabag Humas PDAM, Martha Nirmala di Samarinda, Kamis. (Banjarmasin Post, 2002-07-12) _______________________________________________ Sungai mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai
