Daftar berita terlampir: * Muara Sungai Besar di Jateng Sarat Logam Berat * Danau Kikim Tercemar Limbah, Warga Tuntut PT EMP * Kali Surabaya Tercemar Limbah Berbahaya * Proyek Sodetan Citanduy tidak Ganggu Aktivitas Nelayan * Sungai Surut, Distribusi Pangan Terhambat * Proyek Sudetan Citanduy Masih Kontroversi * Akibat Pendangkalan, Sungai Mahakam Harus Terus Dikeruk * Masih Aman, Persediaan Air di Jawa Timur
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Muara Sungai Besar di Jateng Sarat Logam Berat http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4712 Muara sungai (daerah estuari) besar di Jawa Tengah (Jateng) kini sarat dengan logam berat, seperti kromium, kadmium, timbel, mangan, seng, besi, dan fenol. Akibat polutan di daerah estuari itu, kualitas air sungai itu memburuk. Penurunan kualitas itu akan berujung pada penurunan tingkat kandungan oksigen terlarut. Dampaknya akan menyebabkan migrasi atau kematian sumber daya perikanan dan organisme laut. Demikian penjelasan Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber Daya Pembangunan (LPPSP) Semarang Indra Kertati ketika dijumpai di kantornya, Jumat (16/8). Penelitian bersama yang dilakukan LPPSP dengan Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Jateng dan Pusat Penelitian Lingkungan Hidup (PPLH) Undip ini dilakukan di lima sungai di Pantai Utara (Pantura) Jateng. Kelima sungai itu adalah Sungai Sibelis (Tegal), Sungai Pekalongan (Pekalongan), Sungai Garang dan Babon (Semarang), serta Sungai Juwana (Pati). (Kompas, 2002-08-19) Danau Kikim Tercemar Limbah, Warga Tuntut PT EMP http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4724 Warga Desa Lubuk Seketi dan Desa Sukarami, Kecamatan Kikim, Lahat, menuntut PT Ekajaya Multi Perkasa (EMP) agar melakukan rehabilitasi Danau Kikim yang kini tidak bisa lagi dipergunakan warga setempat, karena tercemar limbah yang diduga kuat berasal dari PT EMP. Warga juga menuntut PT EMP memberikan ganti rugi atas tanaman warga yang mati akibat tercemarnya air danau. Pernyataan sikap warga kedua desa di Kikim itu disampaikan kepada PT EMP dengan tembusan kepada Gubernur dan jajaran Muspida lainnya di Provinsi Sumatera Selatan, serta Bupati Lahat dan jajaran Muspida Kabupaten Lahat, Kamis (15/8). (Kompas, 2002-08-16) Kali Surabaya Tercemar Limbah Berbahaya http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4736 Kali Surabaya yang airnya menjadi bahan baku air minum bagi tiga juta warga kota, sudah terkontaminasi logam berbahaya dari limbah pabrik. Kondisi seperti ini dinilai membahayakan jutaan warga yang memanfaatkan kali tersebut karena kandungan logam berbahaya di sana sudah melebihi ambang batas kesehatan. (Media Indonesia, 2002-08-16) Proyek Sodetan Citanduy tidak Ganggu Aktivitas Nelayan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4741 Head Physical Oceanographer Institut Pertanian Bogor (IPB) Mulia Purba menjamin proyek sodetan Citanduy tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya nelayan di sana. Menurut rencana, proyek yang berlokasi di sekitar objek wisata Pantai Pangandaran, Ciamis, Jabar, akan dimulai pada Agustus 2002. (Media Indonesia, 2002-08-15) Sungai Surut, Distribusi Pangan Terhambat http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4748 Akibat Kemarau di Kalteng Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah (Kalteng), kesulitan mendistribusikan bahan pangan ke daerah krisis pangan karena lalu lintas sungai tidak berfungsi akibat kemarau. Daerah yang mengalami krisis pangan itu adalah Desa Lampeong, Kecamatan Gunung Purai, Barito Utara, sedangkan jalan darat yang mengubungkan Muara Teweh (ibu kota Kabupaten Barito Utara) dengan Desa Lampeong yang jaraknya sekitar 120 km, belum selesai dikerjakan. ''Memang saat ini kita kesulitan melakukan distribusi ke sana (Desa Lampeong), tapi hal itu tetap kita lakukan dengan sistim estafet,'' kata Bupati Barito Utara Badarudin kepada wartawan di Palangkaraya, Senin (12/8). (Media Indonesia, 2002-08-14) Proyek Sudetan Citanduy Masih Kontroversi http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4757 Ketua Badan Pemberdayaan Pariwisata Pangandaran, Ciamis, Jawa Barat, Kadar Suyaman menuturkan, pemerintah dapat dinilai bersikap keterlaluan jika sampai mengizinkan pembangunan sudetan Sungai Citanduy. Sebab, pembangunan sudetan di perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah itu memiliki risiko yang sangat besar. "Jika sudetan jadi dibangun, berarti pemerintah tidak mendengarkan aspirasi masyarakat yang selama ini mengkhawatirkan dampak dari keberadaan sudetan itu," kata Kadar Suryaman, Selasa (13/8). (Kompas, 2002-08-14) Akibat Pendangkalan, Sungai Mahakam Harus Terus Dikeruk http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4698 Sekitar 600.000 jiwa penduduk Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), yang hidupnya bergantung pada Sungai Mahakam, kini sulit mendapatkan air bersih. Kapal-kapal besar pemasok bahan kebutuhan pokok masyarakat Kota Samarinda dan sekitarnya sulit melintas di sungai itu karena pendangkalan yang luar biasa. "Pemerintah Kota Samarinda harus menyiapkan anggaran Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar setiap tahun untuk pengerukan," ujar (Suara Pembaruan, 2002-08-06) Masih Aman, Persediaan Air di Jawa Timur http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4686 Kondisi waduk-waduk besar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas, Jawa Timur (Jatim), hingga kini masih normal. Dengan demikian dapat diprediksikan bahwa memasuki musim kemarau hingga November mendatang, persedian air untuk pelbagai keperluan cukup aman. "Elevasi muka air aktual masih relatif sesuai dengan yang dipolakan. Dengan begitu, suplai air untuk pertanian, industri maupun bahan baku air minum masih aman," kata Kepala Humas Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Diah Ris Kuntati dalam percakapan dengan Kompas di Malang, Jumat (2/8). (Kompas, 2002-08-03) _______________________________________________ Sungai mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai
