Daftar berita terlampir: * Waduk Banyukuwung Kering Total * Pencemaran Sungai Kahayan sudah Lebihi Ambang Batas * Sawah di Pekalongan Tercemar Limbah Industri * Mendaur Ulang Air dengan Instalasi Mini * Ikan Koan "Penyapu" Eceng Gondok * Kematian Ikan karena Kurang Oksigen * 10.000 Hektare Sawah Kekeringan * Daya Dukung Sungai Citarum Makin Turun * Air di Waduk Jatiluhur Berkurang 400 Juta Meter Kubik * Selama 20 Tahun Sungai Cisadane Tak Pernah Dikeruk * Pusri dan Pertamina Punya Andil Besar Cemari Sungai Musi * Air Danau Tondano Menurun Drastis
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Waduk Banyukuwung Kering Total http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5049 Rembang, Kompas - Waduk Banyukuwung di Desa Sudo, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), dinyatakan kering total dan tidak berfungsi sejak 1 Oktober lalu. Akibatnya, 775 hektar lahan irigasi teknis tidak bisa ditanami dan pasokan air bersih kepada 2.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) macet. (Kompas, 2002-10-15) Pencemaran Sungai Kahayan sudah Lebihi Ambang Batas http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5023 PALANGKARAYA (Media): Pencemaran Sungai Kahayan di Palangkaraya, Kalteng, akibat penggunaan air raksa (merkuri) yang tidak terkontrol. Hingga saat ini pencemaran tersebut sudah mencapai tiga kali lipat dari ambang batas normal. (Media Indonesia, 2002-10-14) Sawah di Pekalongan Tercemar Limbah Industri http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5024 PEKALONGAN (Media): Sebagian besar sungai dan persawahan di Kabupaten dan Kota Pekalongan, Jateng, tercemar limbah industri tekstil. Masyarakat yang terkena dampaknya melancarkan aksi penutupan saluran pembuangan limbah di pabrik, juga melaporkan ke kepolisian. (Media Indonesia, 2002-10-14) Mendaur Ulang Air dengan Instalasi Mini http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5027 Berapa banyak Anda membuang air dalam sehari? Tentu tak terhitung jumlahnya. Padahal, saat ini krisis air bersih mulai melanda Jabar. Penjarahan hutan besar-besaran, memicu turunnya debit air bersih yang mengalir ke sungai. (Republika, 2002-10-14) Ikan Koan "Penyapu" Eceng Gondok http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5033 IKAN Koan (Grass Carp), jenis ikan pemakan lumut ternyata berjasa membersihkan permukaan danau Kerinci dari tanaman eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai tanaman pencemar. Danau yang terletak di tengah-tengah Kabupaten Kerinci, sekitar 410 Km dari kota Jambi memiliki luas 4.200 hektare dengan kedalaman maksimum 110 meter, sejak tahun 1979 permukaannya tertutup eceng gondok. (Suara Merdeka, 2002-10-14) Kematian Ikan karena Kurang Oksigen http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5039 PURBALINGGA- Menyusul terjadinya kematian ribuan ikan di Sungai Serayu dan Klawing, dua petugas Sub Dinas Perikanan Purbalingga melakukan pengecekan langsung ke lapangan. (Suara Merdeka, 2002-10-14) 10.000 Hektare Sawah Kekeringan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5022 SURABAYA (Media): Sekitar 10.000 hektare sawah milik petani di enam kecamatan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), kekeringan akibat ditutupnya Waduk Gondang oleh pemerintah setempat. (Media Indonesia, 2002-10-11) Daya Dukung Sungai Citarum Makin Turun http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5011 Bandung, Kompas - Beban yang makin berat seperti pencemaran dan rusaknya hutan di daerah aliran sungai (DAS) terutama di bagian hulu, membuat daya dukung Sungai Citarum semakin menurun. Akibatnya, debit air terus berkurang sehingga sungai kering di musim kemarau, namun banjir di musim hujan karena daya resapannya berkurang. (Kompas, 2002-10-10) Air di Waduk Jatiluhur Berkurang 400 Juta Meter Kubik http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5015 Purwakarta-RoL--Persediaan air Waduk Jatiluhur di Purwakarta, Jabar berkurang sekitar 400 juta meter kubik akibat kemarau sekarang ini, kata Dirut Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur Tjetjep Sudjana, Kamis. Kepada ANTARA, ia mengkhawatirkan berkurangnya cadangan air waduk itu akan terus berlanjut. (Republika, 2002-10-10) Selama 20 Tahun Sungai Cisadane Tak Pernah Dikeruk http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5016 TANGERANG -- Endapan lumpur Sungai Cisadane sudah dalam ambang batas yang kritis. Itu terjadi lantaran sungai yang membelah Kota Tangerang ini sudah lama tidak dikeruk. ''Pengerukan terakhir dilakukan 20 tahun lalu. Pengerukan sungai Cisadane terakhir dilakukan pada tahun 1982 setelah banjir paling hebat sepanjang sejarah Tangerang melanda,'' ungkap Kepala Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (BPSDA) Tangerang Suparno kepada Republika di ruang kerjanya. (Republika, 2002-10-10) Pusri dan Pertamina Punya Andil Besar Cemari Sungai Musi http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=5000 PALEMBANG (Media): PT Pupuk Sriwijaya (Pusri) dan Pertamina Plaju-Sungaigerong dinilai memunyai andil besar terhadap pencemaran Sungai Musi Palembang. Kondisi sungai ini makin parah dengan tidak terkendalinya pembuangan limbah cair oleh sembilan pabrik karet (crumb rubber) yang berdiri di sepanjang bantaran sungai. (Media Indonesia, 2002-10-09) Air Danau Tondano Menurun Drastis http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=4987 MANADO - Debit air Danau Tondano di Kabupaten Minahasa, 35 km sebelah selatan Kota Manado, Sulawesi Utara menurun drastis. Bahkan, bila hingga bulan depan tidak juga turun hujan kelangsungan dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Tanggari I dan dan Tonsea Lama, terancam yang bisa mempengarhui suplai listrik PT PLN Wilayah VII Manado. (Suara Pembaruan, 2002-10-07) _______________________________________________ Sungai mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai
