Daftar berita terlampir: * Air Waduk Kedung Ombo Nyaris Habis * Sungai di Solo Tercemar Berat * Sulut Minta Dana Selamatkan Danau Tondano * Sungai Mahakam Harus Segera Diselamatkan 85% Ekosistemnya Rusak Parah * Kedungombo Sangat Kritis * Sebanyak 24 Waduk di Jateng Sudah Kering * Ciliwung * 24 Waduk di Jateng Kekeringan * Industri di Pekalongan Ikut Mencemari Sungai di Kota * Debit Air Sungai Citanduy Turun 84 Persen * Ekosistem Bakau di Delta Mahakam Parah * 12 Juta Orang Hidupnya Tergantung ke Citarum * Air Waduk Kedungombo Hanya sampai Oktober 2003 * Sungai Bawah Tanah Dimanfaatkan untuk Mengatasi Kekeringan di Gunung Kidul * Sungai-sungai di Indonesia Paling Kotor di Dunia
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Air Waduk Kedung Ombo Nyaris Habis http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6978 Bila sampai September ini tidak turun hujan, dipastikan air waduk Kedung Ombo yang terletak di perbatasan Kabupaten Grobogan, Sragen, dan Boyolali (Jawa Tengah) akan habis tandas pada 20 Oktober 2003. (Kompas Online, 2003-09-01) Sungai di Solo Tercemar Berat http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6967 Sungai-sungai di Sukoharjo ke bawah, antara lain Solo, tercemar berat. Kepala Badan Pengelolaan dan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bappedal) Jateng, Ir Djoko Sutrisno, mengemukakan hal itu di sela-sela seminar lingkungan di Perpustakaan UNS, kemarin. (Suara Merdeka, 2003-08-29) Sulut Minta Dana Selamatkan Danau Tondano http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6973 Untuk menyelamatkan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sekitar Danau Tondano, Pemerintah Provinsi Sulut (Pemprov) meminta bantuan dana sebanyak Rp 400 miliar kepada Jepang. Permintaan bantuan ini disampaikan lewat Bapenas. (Suara Pembaruan, 2003-08-29) Sungai Mahakam Harus Segera Diselamatkan 85% Ekosistemnya Rusak Parah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6951 Kondisi Sungai Mahakam di Kalimantan Timur saat ini sangat parah akibat kerusakan lingkungan. Jika tidak segera ditanggulangi, dampak kerusakan lingkungan di Sungai Mahakam akan berpengaruh secara global ke seluruh dunia. (Media Indonesia, 2003-08-28) Kedungombo Sangat Kritis http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6956 Genangan air Waduk Kedungombo di Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, dilaporkan benar-benar kritis. Persediaan air semakin hari semakin berkurang dan cenderung menurun. Bahkan, sejak dibangun, baru kali ini genangan waduk tersebut turun drastis, sehingga bekas bangunan, seperti pagar rumah, kuburan, jalan desa dan bangunan lain menyembul ke permukaan. (Suara Merdeka, 2003-08-28) Sebanyak 24 Waduk di Jateng Sudah Kering http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6957 Kekeringan yang terjadi di sebagian besar wilayah Jawa Tengah (Jateng) saat ini sudah mencapai tahapan kritis. Dari 37 waduk yang ada di Jateng, saat ini ada 24 waduk yang sudah kering. Adapun ketiga belas waduk lainnya dalam kondisi kritis. Airnya berada di bawah normal. (Kompas Online, 2003-08-28) Ciliwung http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6962 Kali Ciliwung tambah rusak, sudah tahu. Ciliwung tambah menciut, sudah ngerti. Ciliwung tambah beracun, sudah pasti. Ciliwung tak punya ikan, ngges nyaho, Ciliwung dangkal, emang gue pikirin, kata Midun. Midun jelas bercanda. Ia bukan tidak mau memikirkan nasib Ciliwung. Ia sangat peduli. Ciliwung adalah masa lalunya yang sangat indah, sangat berkesan. Kini ia masih berada di atas bekas sebuah jembatan kereta api yang melintasi Kali Ciliwung di daerah Jl Kenari. Ia memandang Ciliwung yang kotor dan dangkal. Sedih. (Republika, 2003-08-28) 24 Waduk di Jateng Kekeringan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6963 Persediaan air di waduk-waduk di wilayah Jawa Tengah terus menyusut pada musim kemarau ini. Jumlah waduk yang kekeringan, dengan debit air jauh di bawah normal, bertambah, dari 14 menjadi 24 dari total 37 waduk di Jateng. (Suara Pembaruan, 2003-08-28) Industri di Pekalongan Ikut Mencemari Sungai di Kota http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6934 Pencemaran sungai di Pekalongan bukan hanya menjadi tanggung jawab Pemkot, melainkan juga Pemkab. Sebab, banyak industri di kabupaten yang membuang limbah ke sungai yang mengalir ke Kota Pekalongan. (Suara Merdeka, 2003-08-27) Debit Air Sungai Citanduy Turun 84 Persen http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6945 Debit air Sungai Citanduy dan Sungai Ciwulan selama musim kemarau ini, terus menyusut hingga 84 persen. Saat normal, debit air Sungai Citanduy itu berada pada posisi 100 m3 setiap detiknya. Saat ini, debit air Sungai Citanduy yang terdapat di Bendungan Pataruman hanya enam m3 per detiknya. (Republika, 2003-08-27) Ekosistem Bakau di Delta Mahakam Parah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6949 KONDISI Delta Sungai Mahakam di Kalimantan Timur kini sudah sangat mengkhawatirkan. Kerusakan itu antara lain akibat hancurnya ekosistem pohon bakau (mangrove) di kawasan timur Pulau Kalimantan tersebut. Demikian ahli peneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Dr Jan Sopalehuwakan kepada para wartawan, Selasa (26/8). (Suara Pembaruan, 2003-08-27) 12 Juta Orang Hidupnya Tergantung ke Citarum http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6923 Gubernur Jabar Dany Setiawan mengatakan bahwa penanganan daerah aliran sungai (DAS) Citarum sangat mendesak untuk dilakukan karena ada 12 juta orang terkonsentrasi (ketergantungan) terhadap Citarum. Jika Citarum semakin kritis, akan menimbulkan kerawanan atau masalah yang lebih besar. (Pikiran Rakyat, 2003-08-26) Air Waduk Kedungombo Hanya sampai Oktober 2003 http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6927 Pada musim kemarau kali ini, persediaan air Waduk Kedungombo di Jawa Tengah-meliputi wilayah Kabupaten Grobogan, Boyolali, dan Sragen-diperkirakan hanya dapat digunakan hingga akhir Oktober 2003. Bila hujan tidak turun hingga Oktober 2003, waduk tersebut akan memasuki tahap kritis sehingga tidak bisa mengairi sawah atau untuk pembangkit listrik. (Kompas Online, 2003-08-26) Sungai Bawah Tanah Dimanfaatkan untuk Mengatasi Kekeringan di Gunung Kidul http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6928 Kekeringan tahunan di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, akan diatasi dengan cara pemanfaatan sungai di bawah tanah. Pemerintah Jerman bekerja sama dengan Badan Penelitian dan Pengembangan Teknologi kini sedang mengembangkan proyek pemanfaatan sungai di bawah tanah itu. Jika selesai, proyek itu benar- benar bisa mengatasi kekeringan di wilayah Gunung Kidul. (Kompas Online, 2003-08-26) Sungai-sungai di Indonesia Paling Kotor di Dunia http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6930 Sungai-sungai di Indonesia termasuk sungai paling kotor di dunia karena kandungan logam beratnya. Menristek M. Hatta Rajasa mengungkapkan hal itu seusai mengikuti Konferensi Agricultural Science and Technology di Amerika Serikat. �Coba bayangkan, Sungai Citarum yang hulunya di Gunung Wayang, dari hulu sungai mengalir masih ada tanda-tanda kehidupan. Sepuluh kilometer dari situ sudah tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. Pencemaran semakin berat,� tutur Hatta Rajasa kepada SH seusai peringatan HUT ke-25 BPPT di Istana Negara, Kamis (21/8). Menurutnya dengan semakin tercemarnya sungai akan semakin mahal biaya pemrosesan air. Ia juga menyatakan saat ini debit air telah berkurang 30 persen dibanding masa lalu. Di samping kualitasnya yang sudah menurun. (Sinar Harapan, 2003-08-25) _______________________________________________ Sungai mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai
