Daftar berita terlampir: * Selama Ada Pro Kontra Sodetan Citanduy Ditunda * Potensi Konflik Tinggi, Sudetan Citanduy Ditunda * Sungai-sungai Sampah di Jakarta Barat * Kondisi Kali Ciliwung Kian Merosot * Bengawan Solo Berlimpah Sampah * Projek Sodetan Citanduy Tergantung Meneg LH * 22 Hari Lagi Air Waduk Kedung Ombo Kering * Sungai di Jakarta Barat Penuh Sampah * Kondisi Situ-situ di Jakarta Mengenaskan * Memprihatinkan, Kondisi Situ Rawa Besar, Depok * Sungai di Sidoarjo Tercemar Bahan Kimia * Kondisi Sungai dan Selokan di Jakarta Timur Memprihatinkan * Pembersihan dan Pengerukan Kali Terbentur Tender
Kliping tematik lainnya dapat diperoleh di http://www.terranet.or.id/terramilis.php http://www.terranet.or.id/berita.php TerraNet: Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan http://www.terranet.or.id ================================================================ Selama Ada Pro Kontra Sodetan Citanduy Ditunda http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7031 Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH) Nabiel Makarim, mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 137/2003, 5 September 2003 berkaitan dengan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) penyelamatan laguna Segara Anakan. "Secara umum, kegiatan penyelamatan bisa dilakukan, tetapi untuk sodetan Sungai Citanduy hanya dapat dilaksanakan bila pemrakrasa telah menyelesaikan pro dan kontra atas projek itu," tegas Soni Tri Bangsa dari Kepala Bagian Amdal Kementerian Negara Lingkungan Hidup (KLH), Senin (8/9) malam. (Pikiran Rakyat, 2003-09-09) Potensi Konflik Tinggi, Sudetan Citanduy Ditunda http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7032 Sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan, pemerintah menunda pelaksanaan proyek sudetan Sungai Cintaduy sepanjang tiga kilometer yang memisahkan Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Penundaan pelaksanaan proyek yang mulai digagas tahun 1996 itu ditempuh setelah dilihat tingginya potensi konflik sosial di antara dua kelompok masyarakat dua provinsi yang saling berbatasan itu. (Kompas Online, 2003-09-09) Sungai-sungai Sampah di Jakarta Barat http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7053 Hampir semua kali yang ada di kawasan Jakarta Barat saat ini penuh dengan tumpukan sampah. Seperti yang terlihat di Kali Sekretaris di Jl Raya Joglo dan Meruya Ilir, tumpukan sampah tersebut menggenang hampir sepanjang satu kilometer. (Republika, 2003-09-09) Kondisi Kali Ciliwung Kian Merosot http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7041 Kali Ciliwung yang pernah diandalkan sebagai jalur transportasi air untuk mengirim bambu dari daerah Bogor, Jawa Barat, dan selatan Jakarta, kondisinya kian memprihatinkan. Berdasarkan pengamatan Pembaruan, yang menyusuri kali itu mulai dari daerah Depok, Jawa Barat, hingga daerah Condet, Jakarta Timur, akhir pekan kemarin, debit airnya selama musim kemarau meyusut sangat tajam. (Suara Pembaruan, 2003-09-08) Bengawan Solo Berlimpah Sampah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7046 Memprihatinkan. Bengawan Solo yang namanya mendunia lewat lagu gubahan Gesang, kini sangat kotor. Sampah-sampah plastik bertebaran di sepanjang bantaran sungai besar yang menjadi batas timur wilayah Solo, Sukoharjo, dan Karanganyar itu. (Suara Merdeka, 2003-09-08) Projek Sodetan Citanduy Tergantung Meneg LH http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7051 Jadi tidaknya Sungai Citanduy di Kabupaten Ciamis disodet tergantung kepada sikap Menteri Negara Lingkungan Hidup (Meneg LH). Instansi yang terkait dalam hal ini Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah telah menyetujui sodetan Citanduy. Meneg LH, Nabiel Makarim, hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan disetujui atau tidaknya sodetan Citanduy. (Pikiran Rakyat, 2003-09-07) 22 Hari Lagi Air Waduk Kedung Ombo Kering http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7022 Jika dalam waktu dekat hujan tidak juga turun, kondisi air di Waduk Kedung Ombo, hanya mampu untuk kebutuhan pembibitan tanaman padi selama 22,5 hari saja. (Kompas Online, 2003-09-05) Sungai di Jakarta Barat Penuh Sampah http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6998 Kondisi sungai yang membelah permukiman padat penduduk di Jakarta Barat penuh dengan sampah sehingga menghambat arus air sungai. Di Kali Pesangrahan Kelurahan Kedoya Selatan, misalnya, sampah mulai dari kaleng minuman kosong, sampah rumah tangga di dalam kantong plastik, styrofoam, hingga kotoran manusia. Bahkan di pinggiran sungai itu dipadati rumah warga. (Media Indonesia, 2003-09-03) Kondisi Situ-situ di Jakarta Mengenaskan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7002 Situ-situ di Jakarta yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air kini dalam kondisi mengenaskan. Situ-situ tersebut tidak hanya mengalami penyurutan air atau pendangkalan, tetapi juga telah mengering. (Kompas Online, 2003-09-03) Memprihatinkan, Kondisi Situ Rawa Besar, Depok http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7010 Kondisi Situ Rawa Besar, yang terletak di wilayah Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Depok, Jawa Barat, memprihatinkan. Air di sana telah tercemar limbah rumah tangga sehingga kualitas air situ tersebut berbau dan berwarna pekat. (Suara Pembaruan, 2003-09-03) Sungai di Sidoarjo Tercemar Bahan Kimia http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7011 Dinas Lingkungan Hidup setempat telah menemukan pelanggaran yang dilakukan sejumlah industi kecil. Sejumlah sungai yang terdapat di wilayah Kabupaten Sidoarjo di tengarai sudah tercemar bahan kimia seperti amoniak, sulfida, COD, TSS, dan BOD. Dugaan sementara, pelaku pencemaran mengarah pada aktivitas industri celup benang di kawasan tersebut. (Republika, 2003-09-03) Kondisi Sungai dan Selokan di Jakarta Timur Memprihatinkan http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=6991 Puluhan kali dan selokan di Jakarta Timur dalam kondisi memprihatinkan. Lumpur dan sampah menumpuk, sehingga mengakibatkan air sangat lambat mengalir dan menimbulkan bau busuk. Kali tersebut antara lain Kali Cipinang, Kali Ciliwung, Kali Sunter, Kali Baru, Kali Cakung Timur, Kali Cakung Lama, Cakung Drain, Kali Buaran, Saluran Sentra Primer, Saluran Jati Keramat, Saluran Warung Jengkol, dan Waduk Bea Cukai. (Media Indonesia, 2003-09-02) Pembersihan dan Pengerukan Kali Terbentur Tender http://www.terranet.or.id/goto_berita.php?id=7006 Dinas Pekerjaan Umum (DPU) DKI Jakarta mengakui hingga saat ini sungai dan waduk di DKI Jakarta belum dikeruk dan diangkut sampahnya. Proses pembersihan dan pengerukan seharusnya sudah dilakukan sejak Juli 2003 lalu, namun itu tidak dapat dilaksanakan karena masih dalam proses tender untuk menentukan pemenangnya. (Sinar Harapan, 2003-09-02) _______________________________________________ Sungai mailing list [EMAIL PROTECTED] http://lists.lead.or.id/mailman/listinfo/sungai
