Siapapun yang suatu ketika divonis mengidap penyakit kanker pasti akan
merasa resah, gundah, takut, was-was, atau stres berat. Ilmu kedokteran
sendiri mengakui bahwa penyakit kanker masih menjadi problem yang belum
bisa diatasi dan dipecahkan permasalahannya. Bagi yang bisa mengatasi
keresahan atau stres, tentu akan lebih mudah memberikan terapi
pengobatan, apalagi jika secara spiritual mempunyai kedekatan dengan
Sang Pencipta dan berupaya untuk memperbaiki pola hidup dan pola makan.

Hingga saat ini, para ilmuwan di seluruh dunia belum ada yang bisa
memberikan satu kepastian penyebab penyakit kanker pada diri seseorang.
Memang, hingga saat ini sudah dilakukan berbagai penelitian dengan
binatang percobaan untuk mengetahui penyebab tumbuhnya kanker, tetapi
tetap saja belum bisa menjadi ukuran yang pasti.



a. Faktor Keturunan

Faktor keturunan menjadi pemicu yang paling kuat penyebab tumbuhnya sel
kanker. Sering terjadi jika dalam salah satu keluarga ada yang terkena
tumor atau kanker, kemungkinan besar anak cucunya juga akan terkena.
Pernah ada dalam catatan klinik kami, dari lima bersaudara, empat di
antaranya terkena kanker kulit di bagian tubuh yang sama. Awalnya mereka
menduga kanker kulit tersebut adalah eksim kering yang tidak pernah
sembuh sejak kecil.



b.   Sinar Ultra Violet dan Radioaktif

Sudah menjadi pemandangan yang lazim, jika di tepi Pantai Kuta Bali
banyak turis bertelanjang dada berjemur di matahari karena ingin
kulitnya berwarna cokelat. Mereka mungkin tidak menyadari bahwa sinar
ultra violet yang berlebihan bisa menyebabkan  tumbuhnya kanker kulit.



c. Bahan-bahan Karsinogen

Secara umum, karsinogen diduga menjadi penyebab yang merangsang
pembentukan sel kanker. Beberapa karsinogen tersebut sebagai berikut.



1. Senyawa kimia

Contoh senyawa kimia pembawa bahan karsinogen antara lain bahan sisa
industri, zat pewarna, zat pengawet, dan bahan tambahan pada makanan dan
minuman.Karena itu, penderita kanker seharusnya berpantang mengonsumsi
makanan dan minuman yang diawetkan dan diberi zat pewarna kimia.



2. Faktor fisika

Contohnya adalah bahan-bahan pembawa radiasi, seperti bom atom dan
radioterapi agresif seperti sinar x.



3. Virus onkogenik (?)

Penderita hepatitis kronis akibat virus hepatitis B dan C. Kanker
serviks juga ada hubungannya dengan infeksi oleh human papailloma virus.
(apakah maksudnya human papailloma virus?) (mohon virus onkogenik
diperjelas lagi)



4. Hormon

           Hormon dihasilkan oleh kelenjar tubuh yang berfungsi mengatur
aktivitas alat-alat tubuh manusia. Obat-obatan yang digunakan untuk
menggemukkan hewan ternak bisa menjadi penyebab timbulnya kanker rahim,
payudara, dan alat reproduksi lainnya.



d. Infeksi Menahun (Peradangan atau Iritasi)

Kadang-kadang kita menyepelekan penyakit yang tampaknya ringan, misalnya
bisul. Seseorang yang terkena bisul biasanya tidak menyadari,
penyakitnya itu dbisa berbahaya atau bisa menjadi berat jika
berkali-kali muncul, lalu diobati dan sembuh, tetapi tidak lama kemudian
muncul lagi. Pernah seorang bapak datang ke klinik saya dengan memberi
informasi yang mengejutkan. Bisulnya sudah 20 tahun muncul dan sembuh
hingga berkali-kali. Yang lebih menjengkelkan, bisul itu selalu muncul
di antara dubur dan kemaluannya. Bapak ini harus sering ke rumah sakit
untuk urusan bisul yang selalu setia muncul. Untuk menuntaskan bisulnya
itu, saya menganjurkannya untuk mengonsumsi paket kanker, sementara
bisulnya diolesi dengan minyak mahkota dewa. Puji Tuhan, sejak minum
ramuan tersebut hingga saat ini atau kira-kira tiga tahun lamanya, bisul
yang menjengkelkan itu tak berani datang lagi.



e. Pencemaran Lingkungan

Para pekerja di pabrik cat dan pekerja di pabrik yang selalu
membersihkan cerobong asap sangat rentan terkena kanker kulit karena
adanya kandungan senyawa hidrokarbon.



f. Minuman Beralkohol

Sebenarnya minuman keras atau beralkohol jika diminum sekali-sekali
untuk mengusir hawa dingin baik untuk kesehatan. Namun manusia sering
serakah. Merasa enak di tubuh dan bisa membuang segala macam masalah
jika sedang mabuk minuman keras, manusia bisa menjadi lupa diri. Jika
hal ini sering dilakukan, bukan kesehatan yang diperoleh, justru
penyakit yang didapat. Bagi yang gemar mengonsumsi minuman beralkohol
harap berhati-hati, karena bisa memicu tumbuhnya kanker mulut, kanker
bibir, kanker darah, dan kanker tenggorok.



g. Asap Rokok

Berbeda halnya dengan minuman beralkohol. Hampir tidak ada alasan yang
membenarkan bahwa asap rokok tembakau baik untuk kesehatan. Sebagian
besar para perokok beralasan bahwa merokok bisa membuang stres dan
menenangkan pikiran. Namun, para perokok tidak menyadari bahwa asap
rokok yang diisapnya bisa menjadi pemicu munculnya kanker paru bagi
dirinya sendiri dan bagi orang lain yang tidak sengaja mengirupnya
(perokok pasif).



h. Diet Jangka Panjang yang Salah

Seseorang yang mengalami kegemukan, terutama kaum wanita, biasanya akan
menempuh berbagai cara untuk bisa menurunkan berat badannya. Cara-cara
yang tidak masuk akal sering ditempuh demi memperoleh tubuh yang
langsing dalam waktu singkat. Makanan yang masuk ke tubuhnya tidak
bergizi dan tidak seimbang, bahkan minum obat pelangsing hingga melebihi
dosis. Jika hal ini dilakukan terus-menerus dalam waktu lama akan
menimbulkan gangguan pencernaan dan juga merangsang tumbuhnya sel kanker
dalam tubuh.



i. Daya Tahan Tubuh yang Buruk

Logikanya, manusia yang daya tahan tubuhnya buruk akan mudah terserang
penyakit. Begitu pula halnya dengan penyakit kanker. Sel-sel liar yang
ada dalam tubuh kita akan berkembang lebih cepat bila tubuh tidak
memiliki antibodi. Untuk itu bagi yang punya bakat kanker harus
benar-benar memperhatikan makanan yang bergizi tinggi, agar sel kanker
tidak tumbuh.



j. Makanan Berlemak

Tren makanan cepat saji dan serba berlemak akan menyuburkan tumbuhnya
sel kanker. Karena itu, untuk menghindari serangan sel kanker, semua
daging dari hewan berkaki empat harus dipantang, termasuk sea food,
terutama udang, kerang, dan cumi. Sebenarnya sel kanker mudah tumbuh
tatkala usia manusia mencapai 40 tahun ke atas, tetapi kenyataannya
anak-anak pun banyak yang menderita kanker. Hal ini tak lepas dari pola
makan mereka yang tidak benar, seperti kebiasaan mengonsumsi makanan
berlemak dan makanan yang mengandung bahan pengawet. Sebenarnya
munculnya sel kanker pada usia dini bisa dicegah dengan melatih
kebiasaan anak untuk minum ramuan tradisional, seperti minuman dari
kunyit, temulawak, dan temu putih



k. Berganti-ganti Pasangan Seksual

Kebiasaan berganti-ganti pasangan sangat mempengaruhi tumbuhnya sel
kanker. Apalagi jika yang diajak berhubungan mengidap penyakit kelamin,
kemungkinan tertularnya sangat besar. Virus penyebab penyakit kelamin
ini bisa menjadi penyebab tumbuhnya sel kanker.




Sumber : www.mahkotadewa.com <http://www.mahkotadewa.com/>






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke