Jembatan Layang, Pedagang, dan Pengangkut Umum Kompas, Kamis, 15 Januari 2009
Jalan layang Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dibangun untuk melancarkan arus lalu lintas. Namun, tujuan itu tampaknya tidak tercapai. Penegakan hukum oleh pemda maupun kepolisian amat lemah di sana. Lihatlah ujung jalan layang itu. Penuh pedagang kaki lima. Pemandangan itu tanpa henti selama 24 jam. Pengangkut umum pun berpangkalan di sana. Bagaimana lalu lintas bisa lancar? Kekacauan tak berhenti di situ. Mulai pukul 10 malam sampai pukul delapan pagi keesokan harinya, tersua deretan pedagang sayur-mayur yang menyita ujung jalan layang sampai perempatan Seskoal. Selama ini tidak pernah ada pembenahan oleh aparatur pemda. Tak pernah pula ada upaya kepolisian membantu kelancaran lalu lintas di kawasan itu. Apa sebetulnya yang diinginkan pemda dengan membiarkan jalan diserobot para pedagang dan diduduki pengangkut umum? Harus jelas, dong. Mau menjadikan kawasan itu jalan umum atau pasar? Aparatur pemda yang mengurusi penertiban jangan hanya keluyuran pada jam-jam kerja meninggalkan kantor, makan gaji buta, tetapi tidak menjalankan tugasnya. Malu, dong. BUDI Ulujami Pesanggrahan, Jakarta Selatan Sumber: Harian Umum KOMPAS URL: http://cetak.kompas.com/read/xml/2009/01/15/00144777/redaksi.yth ____________________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/ ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.info Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
