Telepon XL Tidak Aktif, Ganggu Peliputan
Media Indonesia, Jumat, 30 Januari 2009


Saya adalah pelanggan setia XL selama 6 tahun terakhir dan juga pengguna XL 
Blackberry Service. Sebelum berangkat ke Amerika Serikat untuk urusan 
pekerjaan, saya mengaktifkan international roaming. Layanan telepon dan 
BlackBerry pun sempat saya gunakan selama 5 hari saya transit di Singapura, 
Frankfurt, dan tiba di Amerika Serikat. 

Tiba-tiba pada 18 Januari 2009, jaringan telepon dan BlackBerry saya tidak 
aktif. Berulang kali saya tanyakan ke XL Center tapi tak ada jawaban memuaskan. 
Sampai akhirnya saya diberi tahu bahwa penggunaan kartu saya over limit. 
Jumlahnya tidak saya ketahui karena belum tanggal cetak tagihan, dan saya 
selalu menggunakan fasilitas direct debit kartu kredit. 

Namun, diinfokan jumlahnya tagihannya Rp1.700.000. Pada 19 Januari 2009, saya 
mengirim orang untuk membayarkan tagihan seluruhnya. Namun, petugas di XL 
Center Plaza Semanggi hanya menyuruh membayar Rp550.000. Artinya, masih ada 
sisa sekitar Rp1.200.000. Setelah pembayaran lebih dari 5 kali saya menelepon 
ke XL Center, setiap kali dijawab bahwa tagihan saya sudah lunas semua, dan 
layanan akan diaktifkan setengah jam lagi. Namun, hal itu tak kunjung terjadi 
hingga pada 21 Januari 2009. Petugas call center (CC) XL mengatakan sedang ada 
gangguan sistem. Kemudian semua layanan itu pun aktif kembali pada 21 Januari 
2009. 

Tiba-tiba beberapa hari kemudian saya tak mendapatkan sinyal, hanya SOS. Ketika 
saya tanyakan kembali, dalam beberapa kali telepon ke CC, semua petugas 
menjawab bahwa tak ada masalah dengan account saya. Pada telepon kedua 26 
Januari 2009, saya menanyakan status international roaming saya. Ternyata 
menurut petugas tersebut international roaming saya tak sengaja dimatikan 
karena kerusakan sistem XL. Mereka berjanji akan mengaktifkan kembali dalam 
waktu setengah jam, tapi pada 27 Januari 2009 tidak aktif juga. 

Saya menelepon CC dan setelah dibiarkan menunggu lama, petugas CC mengatakan 
belum menerima pembayaran, "Yang waktu itu," katanya. Saya pun kaget dan 
meminta klarifikasi. Petugas tersebut kemudian mengatakan masih ada sisa 
tagihan Rp2 juta yang harus dilunasi sebelum roaming diaktifkan kembali. Saya 
lebih kaget lagi karena setelah sisa tagihan Rp1.200.000 telepon layanan tak 
pernah diaktifkan sehingga tak pernah saya pakai, kecuali untuk mengecek 
jaringan pada 21 Januari 2009 kurang dari 5 menit.

Mengapa tagihan bisa menjadi Rp2 juta? Itu pun bukan salah saya tidak membayar 
seluruhnya. Apakah ada kesalahan sistem XL lagi? Mengapa dari beribu-ribu 
telepon yang saya lakukan ke CC tak ada satu pun yang mengatakan soal 
pembayaran itu, semua mengatakan pembayaran sudah lunas? Jika memang lembar 
tagihan belum tanggal cetak dan direct debit saya belum jatuh tempo, bukan 
salah saya kalau saya belum membayar. Karena memang tak ada tagihan yang 
datang? Mohon penjelasan resmi dari XL apa yang terjadi.

Saya merasa dihukum dan diboikot. Bayangkan berapa uang yang saya keluarkan 
hanya untuk meluruskan masalah yang bukan salah saya dengan menelepon jalur 
internasional dari Amerika Serikat? Saya sangat menyayangkan ini. Karena, dalam 
tugas peliputan saya di Washington DC, semua narasumber saya beri nomor telepon 
ini.

Termasuk aplikasi wawancara stasiun televisi kami kepada Presiden Barack Obama, 
wawancara yang akhirnya diberikan kepada stasiun televisi Al-Arabiya. Bisa Anda 
bayangkan kalau saja kami kehilangan kesempatan itu karena telepon saya tidak 
aktif?

Zelda Savitri


Sumber: MEDIA INDONESIA
URL: 
http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2009/01/30/ArticleHtmls/30_01_2009_005_001.shtml?Mode=1




      Mencari semua teman di Yahoo! Messenger? Undang teman dari Hotmail, Gmail 
ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang! http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke