Pulau Terluar Rawan Dikuasai Negara Tetangga 
Sinar Harapan, Sabtu, 14 Februari 2009


Redaksi Yth, 

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki 17.508 pulau, 
terdiri atas pulau besar dan kecil serta sekitar 6.000 di antaranya tidak 
berpenghuni. Banyaknya pulau ini tentunya rawan konflik dengan negara tetangga. 
Pulau-pulau terluar ini selain dapat dijadikan transit pelaku-pelaku terorisme 
menuju negara tetangga seperti Filipina, juga tempat persembunyian para nelayan 
asing yang mencuri kekayaan laut negeri ini. Lebih fatal lagi pulau-pulau 
terluar ini mudah diakuai secara sepihak oleh negara tetangga.

Belum hilang ingatan kita dengan tragedi hilangnya Pulau Sipadan dan Ligitan 
yang jatuh ke tangan Malaysia pada 2004. Sengketa pulau tersebut dimenangkan 
Malaysia dalam persidangan Mahkamah Internasional. Kedaulatan negara ini masih 
dirongrong oleh pengakuan sepihak negara-negara tetangga terhadap beberapa 
pulau di perbatasan. 

Ambalat merupakan salah satunya dan yang baru hangat dibicarakan adalah 
masuknya Pulau Miangas dalam kawasan peta pariwisata Filipina. Pulau Miangas di 
utara Sulawesi Utara yang berbatasan dengan Filipina, penduduknya lebih dekat 
pada budaya Filipina dengan bahasa Tagalog-nya dibandingkan dengan Indonesia.

Pulau-pulau terluar memerlukan penanganan khusus dan menjadi prioritas untuk 
diinventarisasi dan dipetakan secara detail. Pulau-pulau terluar merupakan 
kawasan strategis dan memiliki potensi sangat penting, karena di pulau-pulau 
tersebut terdapat Titik Dasar (TD) dan Titik Referensi (TR) yang digunakan 
untuk menarik garis pangkal batas wilayah atau teritorial RI.

Untuk mencegah pengakuan sepihak negara tetangga akan pulau-pulau tersebut, 
diperlukan pengawasan, walaupun pengawasan daerah perbatasan bukan hal mudah. 
Pengawasan pulau-pulau terluar ini seharusnya dilimpahkan kepada pemerintah 
pusat, namun juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Prinsipnya adalah 
keterlibatan semua pihak.

Hasannudin
Jl Giring-giring, Depok, Jawa Barat



Sumber: SINAR HARAPAN
URL: http://www.sinarharapan.co.id/berita/0902/14/opi02.html




      Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman. Tambahkan mereka 
dari email atau jaringan sosial Anda sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke