Salah Memilih Bank
Solo Pos, Senin, 02 Maret 2009

Pada Selasa (13/1) pukul 09.30 WIB, suami saya bertransaksi menggunakan kartu 
BRI milik saya di ATM BCA (ATM Bersama) Hotel Abadi, Jalan Pasar Kembang, 
Yogyakarta. Saat kartu masuk ke mesin, di layar tertera bahwa mesin tak dapat 
digunakan. Dalam kepanikan, seseorang di balik pintu kaca menyarankan suami 
saya agar menghubungi Halo BCA yang nomornya tertera pada stiker pada mesin. 

Karena panik, suami saya tidak menyadari bahwa nomor telepon Halo BCA tidak 
mungkin diinformasikan dalam bentuk stiker melainkan ditampilkan melalui 
monitor mesin. Dari balik telepon, petugas bank gadungan meminta suami saya 
menyebutkan nomor PIN. Lagi-lagi karena panik, suami saya menyebutkan nomor 
PIN, kesalahan fatal yang kemudian disesali.

Dalam kondisi bingung dan panik, suami saya menuju BRI Cabang Cik Di Tiro 
Yogyakarta untuk meminta dilakukan pemblokiran rekening. CSO BRI Cik DI Tiro 
merespons bahwa yang bisa memblokir adalah BRI Unit Ngaglik (yang mengeluarkan 
rekening) atau menghubungi Call Center BRI, 14017. Jadi, meskipun BRI online, 
namun ternyata layanannya belum online.

Suami saya menelepon saya yang segera menelepon BRI Call Center. Empat kali 
saya menelepon, CSO menyatakan jaringan offline. 

Pada pukul 12.00 WIB, suami saya mencetakkan buku rekening ke BRI Cik Di Tiro. 
Ternyata saldo rekening berkurang Rp 26 juta. Teler menyarankan suami saya 
menemui bagian Card Center, lalu dihubungkan ke BRI Unit Ngaglik untuk 
pemblokiran. Di BRI Unit Ngaglik rekening saya dinyatakan sudah diblokir.

Pada pukul 12.30 WIB, saya mencoba lagi menghubungi BRI Call Center dan 
mendapat informasi bahwa jaringan telah online. Saya meminta pemblokiran karena 
saya tidak tahu bahwa suami saya telah ke BRI Cik Di Tiro mengurus masalah ini. 
Anehnya, petugas Call Center menyatakan bahwa kartu ATM saya masih aktif. Baru 
kemudian dilakukan pemblokiran.

Pada hari kejadian, saya menghubungi kembali BRI Cik Di Tiro untuk meminta 
kejelasan tentang penarikan tunai yang melebihi batas maksimal pengambilan 
lewat ATM yang telah dilakukan oleh penjahat namun petugas meminta saya 
menghubungi BRI Ngaglik. 

Pada Rabu (14/1), pukul 08.30 WIB saya ke BRI Ngaglik dengan harapan saya bisa 
mencari tahu ke mana rekening saya dipindahbukukan, atas nama siapa dan mengapa 
bisa terjadi kelebihan penarikan tunai melebihi batas maksimal. 

Yang lebih menyakitkan, meskipun saya datang ke BRI Ngaglik bersama suami saya, 
tetapi Bapak Sugeng malah menyampaikan kecurigaannya terhadap keterlibatan 
suami saya dalam masalah ini. Itu disampaikan ketika suami saya keluar untuk 
memfotokopi KTP saya.

Dari kejadian ini, saya mendapat pelajaran berharga bahwa saya telah salah 
memilih bank. 

Koes Ariani Widiastuti
Krajan Blok E-26 Ngemplak, Wedomartani, Sleman


Sumber: SOLO POS
URL: http://www.solopos.co.id/pospembaca.asp




      Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya? Temukan jawabannya di 
Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.info
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke