Hendak Pasang Telepon, Malah Tertipu Jawa Pos, Senin, 02 Maret 2009
Akhir Desember 2008, saya ditelepon oleh petugas Speedy Telkom bernama Mita. Dia menawarkan bonus pemasangan Speedy dengan biaya sewa modem Rp 50 ribu. Saya menyatakan bersedia menjadi pelanggan. Saat itu saya masih belum menjadi pelanggan Telkom. Sehingga, saya juga dibantu untuk registrasi pemasangan jaringan telepon baru. Mita mengenalkan saya dengan pria yang mengaku sebagai salah seorang marketing Telkom. Dia bernama Hanafi. Saya dimintai persyaratan registrasi berupa KTP, KSK, dan uang Rp 300 ribu yang akan diambil ke rumah. Semua persyaratan itu saya titipkan kepada ibu mertua. Sebab, saya dan istri sama-sama bekerja. Pada 23 Desember 2008 Hanafi mendatangi rumah saya untuk mengambil persyaratan tersebut. Dia meninggalkan kuitansi Speedy dan formulir pendaftaran pengajuan pemasangan baru resmi dari Telkom kepada ibu mertua saya. Dalam kuitansi itu tertera nomor 004 dan tanda tangan Hanafi untuk pembayaran uang PSB Rp 300 ribu. Saat itu saya tidak curiga. Apalagi, seminggu kemudian saya diberi nomor telepon rumah yang akan diaktifkan beberapa hari lagi, tinggal menunggu jaringan. Tetapi, sampai Februari 2009 petugas Telkom yang memasang kabel telepon tak kunjung datang. Bahkan, kabar dari Hanafi pun tidak ada. Telepon Flexi-nya sering dimatikan saat saya dan istri menghubungi. Saya lalu coba tanya ke 147 tentang status pelanggan dengan nomor telepon 7410254 atas nama Alivia Indarti (nama istri saya). Tetapi, hasilnya tidak terdaftar dan disuruh mendaftar lagi. Kemudian, saya tanya Mita atas masalah tersebut. Dia kaget serta mengira saya membatalkan pemasangan Speedy. Saya dibantu melacak Hanafi. Ternyata, dia sudah pindah ke Gresik. Mita juga bilang bahwa nomor Flexi-nya ganti setelah Hanafi menemuinya dan meminta maaf kepada Mita. Kemudian, saya disarankan untuk membayar registrasi ulang tanpa ada keringanan dengan biaya pemasangan Speedy yang membengkak karena bulan bonus telah berakhir. Saya berharap ada keringanan atas tiga kali kerugian yang saya alami. Yaitu, telah ditipu oleh Hanafi (petugas Telkom) serta kehilangan waktu yang begitu panjang dan bulan bonus untuk menjadi pelanggan Speedy. Berdasar informasi Mita, korban Hanafi bukan hanya saya, melainkan sudah puluhan orang. Dia pun masih menyimpan kuitansi resmi dari Telkom yang bisa dipakai untuk menipu calon pelanggan Telkom lagi. Jadi, berhati-hatilah. ROBBY JULIANTO Jl Balongsari Tama Barat, Surabaya Sumber: JAWA POS URL: http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=showpage&kat=1&subkat=19 Apa dia selingkuh? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers. http://id.answers.yahoo.com ------------------------------------ http://www.SuratPembaca.info Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
