Sungguh menyedihkan kasus ini......Budha Bar ada di seluruh dunia termasuk dinegara dimana saya tinggal. Kok lucu ya mencampur adukkan masalah agama dengan nama salah satu perusahaan franchise tersukses didunia Buddha Bar..... Long life Budha Bar....dan selamat menjadi bangsa yang buta dengan kenyataan abad ke - 21 salam untuk bangsaku yang masih tidur.... Teddy
Pada 23 April 2009 05:06, Surat Pembaca <[email protected]>menulis: > > > > Pernyataan Umat tentang Buddha Bar > Bisnis Indonesia, Kamis, 23 April 2009 > > Sehubungan dengan telah dibatalkannya merek Buddha Bar oleh Direktur Merek, > Ditjen HKI Depkumham pada 15 April, maka pihak pengelola hiburan malam telah > menurunkan papan merek Buddha Bar pada 21 April. > > Kami mengucapkan terima kasih kepada Ditjen HKI yang telah bekerja secara > profesional dan mengedepankan kepentingan bangsa dan negara serta umat > beragama yang ada di Indonesia. > > Kevin Wu, Koordinator Forum Anti Buddha Bar (FABB), juga mengucapkan terima > kasih kepada pemilik yang rendah hati dari jiwa mau menurunkan papan merek > itu. > > Namun, FABB menyatakan penurunan papan merek Buddha Bar itu tidak menjawab > tuntutan nurani umat beragama. Substansi dari tuntutan kami adalah hiburan > malam jangan mempergunakan atribut agama dalam operasionalnya misalnya > penggunaan rupang (patung) Buddha, asbak rokok, seragam, gelas piring, menu > makanan, dan sebagainya. Pada dasarnya penggunaan kata-kata dan atribut > Buddha untuk kepentingan komersial itulah yang termasuk penistaan dan > penghinaan terhadap agama. > > Menurut kami, tempat tersebut bukanlah restoran, melainkan tempat hiburan > malam sejenis diskotek karena jam operasionalnya mulai pukul 18.00-03.00 > dini hari dan didalamnya ada musik disko dan keras, disc jockey (DJ), vodka > party yang penarinya setengah telanjang (sexy dancer) di atas meja yang > berdekatan dengan patung Buddha. Hal itu, menurut kami, kegiatan yang tidak > pantas disandingkan dengan atribut Buddha. > > FABB akan mengadu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa agar semua usaha hiburan > malam Buddha Bar di seluruh dunia ditutup. > > FABB juga mengingatkan kepada Gemabudhi agar tidak terlau jauh mencampuri > kasus ini dan tidak bertindak seperti juru bicara dan organisasi pembela > dari hiburan malam Buddha Bar. Sejak awal Gemabudhi memang merestui > berdirinya tempat hiburan tersebut. > > Eddy Setiawan > Humas FABB > > Sumber: BISNIS INDONESIA > URL: http://web.bisnis.com/edisi-cetak/edisi-harian/1id114268.html > > Wajib militer di Indonesia? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! > http://id.answers.yahoo.com > > -- “The only thing we learn from a new election is we learned nothing from the old”
