Pengalaman Buruk Pemilu 2009
Suara Pembaruan, Rabu, 22 April 2009

Kami sekeluarga lima orang, kali ini tidak ikut menggunakan hak suara dan 
kewajiban sebagai warga negara Indonesia pada Pemilu 2009 di DKI Jakarta, 
karena tidak didaftarkan dalam DPT (daftar pemilih tetap). 

Kami sangat kecewa dengan mutu kinerja KPU ini yang sangat buruk, amburadul, 
tidak profesional, omong besar, dan tidak berpengalaman. Mengapa tidak merujuk 
referensi data pemilu lalu?

Peristiwa ini adalah pengalaman pertama yang buruk bagi keluarga kami, karena 
pada pemilu sebelumnya, termasuk pemilihan gubernur DKI Jakarta, kami selalu 
terdaftar dan ikut memberikan suara sesuai imbauan pemerintah agar warga tidak 
golput.

Kronologisnya adalah pada hari H-7 menjelang hari pemilu legislatif, kami cek 
kepada ketua RT, dia katakan belum ada surat pemberitahuan pemilih.

Pada hari H-1, Rabu 8 April 2009, karena belum juga menerima surat undangan, 
kami datangi kantor kelurahan, petugas kantor membuka DPT di layar komputer, 
melacak nama keluarga kami, ternyata satu pun tidak ditemukan. Kemudian dia 
meminta fotokopi KK dan KTP kami untuk didaftarkan dalam DPT Pilpres 2009.

Kami mempertanyakan kenapa bisa terjadi masalah ini, padahal kantor kelurahan 
seharusnya menyimpan arsip administrasi kependudukan/warga dalam lingkup 
wilayah tanggung jawab administratifnya, yaitu KK dan KTP, sehingga dapat 
menggunakan database warga yang ada ini untuk masukan DPT. 

Dia mengatakan, DPT dibuat berdasarkan laporan catatan warga berhak suara 
pemilih dari ketua RT/RW, yang menyerahkan kepada kelurahan, lalu meneruskan 
kepada Depdagri dan menyampaikan kepada KPU.

Dari survei kami, ternyata banyak warga yang berhak juga tidak terdaftar dalam 
DPT, termasuk kawan-kawan, pastor-pastor gereja Katolik, warga etnis keturunan 
Tionghoa, warga beragama Kristen, dan beraneka ragam status.

Banyak yang berpendapat, kemungkinan masalah ini adalah ulah kesengajaan oknum 
dimulai dari RT/RW dan kelurahan, menghilangkan kesempatan warga memberikan 
suaranya. Tidak dapat diterima akal sehat, kenapa RT/RW yang pasti kenal baik 
warganya tidak memasukkan nama warganya itu dalam laporannya dan kenapa 
kelurahan tidak memakai database KK/KTP yang dimilikinya. 

Sistem administratif tata praja yang tidak efektif, mutu kinerja buruk, 
melecehkan jurdil pemilu, merugikan warga dan negara. KPU jangan mengulangi 
kesalahan ini pada Pilpres 2009 bulan Juli nanti. 

Ir John Luwiharto
Kota Bambu, Palmerah, Jakarta Barat


Sumber: SUARA PEMBARUAN
URL: http://202.46.159.139/index.php?detail=News&id=7357




      
___________________________________________________________________________
Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/


------------------------------------

http://www.SuratPembaca.net
Komunitas Surat Pembaca IndonesiaYahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/surat-pembaca/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke