1. yg dikatakan takdir adalah apabila kejadian itu sudah terjadi,
maupun belum terjadi dan belum kita ketahui, karena sudah ketahui
dalam firman Allah adalah 

"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada
dirimu melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami
menciptakannya." (Al-Hadid [57] :22)
 
"Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah
ditetapkan Allah bagi kami" (AT-Taubah [9] : 5)

Masalah perceraian, pernikahan, kematian, rejeki, dlsbnya semua adalah
takdir Allah, berdasarkan firmanNya tsb diatas.

hmm..kalau aku suka merenung..sehebat apapun kita menolak takdir itu,
maka apabila Allah akan menetapkannya untuk terjadi pada diri kita,
maka bersatunya jin dan manusia untuk menghalanginya, maka ketetapan
Allah akan tetap terjadi

hmm..kalau aku bayangkan..kita semua adalah takdir yg diciptakan untuk
menjawab takdir2 lain dan terikat dengan timbulnya takdir2 yg lain
pula-:) kita tidak bisa menolak takdir, namun..proses dimana kita
menghadapi dan menjalani takdir itulah yg nantinya akan dinilai oleh
Allah. apakah kita akan menjadi hamba yg bersyukur dan bersabarkah,
ataukah menjadi hamba yg ingkar dan kufur.

kalau ditanya pada diriku pribadi, karena kebetulan perceraian itupun
aku lalui. tidak ada satu orangpun yg inginkan perceraian, dan niat
menikah adalah satu kali seumur hidup. Namun dalam menjalani proses
pernikahan, banyak sekali hal2 yg mungkin akan timbulkan kebaikan
ataupun kemudharatan dari proses jalannya pernikahan tsb. dan bila
sudah menemui hal2 spt ini, kita diminta memilih lagi, untuk ambil
bentuk kemudharatan yg lebih sedikit diantara kemudharatan2 yg lainnya. 

hmm..islam juga mengajarkan, bukan hanya halal yg ditekankan pada kita
untuk menentukan pilihan, tapi disamping halal juga harus yg
mengandung kebaikan pula.

contoh :
1. Batu, pasir, tanah, debu, dan yg tidak lazim lainnya namun "halal"
untuk dimakan, tapi apakah yg halal itu jadi baik bila dimakan?? belum
tentu kan..?mungkin bagi sebagian orang, itu baik untuk hobinya yg
suka makan batu, tanah, dlsbnya itu, tapi bagi sebagian orang umumnya
itu tidak baik:)

2. wanita yg berpenyakit kanker payudara misalnya, dan jalan satu2nya
untuk menyembuhkan kanker itu adalah dengan menghilangkan payudaranya,
 lalu apakah untuk menghilangkan penyakit kanker dalam tubuhnya itu,
apakah jadi haram dan dibenci andai payudara itu harus dibuang??tapi
untuk kebaikannya dan kebaikan keluarga lainnya yg masih membutuhkan
kehadiran wanita itu diantara mereka, walau tanpa payudara, apakah hal
itu jadi tidak baik?hanya karena hilang payudaranya?? atau..apakah
mungkin seorang wanita akan tertawa2 dan tersenyum2 gembira, bila tahu
payudaranya harus dihilangkan??hmm..andai ada pilihan lain , agar
'kesempurnaannya' itu tetap utuh, pasti wanita itu akan menempuh cara
lain untuk pertahankan itu, namun..andai tidak ada jalan lain, kecuali
menghilangkan payudaranya tsb, apakah masih ada wanita bodoh yg dengan
dalih mempertahankan 'kecantikannya' dan 'kesempurnaannya', hingga
membiarkan kanker itu menggerogoti seluruh tubuhnya??? 

hmm..kalau ditanya pada diriku dalam hadapi perceraian itu, dan selama
itu aku selalu tanya pada diriku sendiri. apakah aku harus menjaga
nama baik dan terlihat seolah2 baik oleh orang lain, sementara
kenyataannya adalah tidak sebaik itu. Apakah aku harus berpura2 hanya
untuk mendapat penilaian baik dari sebagian orang, sementara kita yg
menjalaninya adalah sibuk menahan sakit, hanya untuk terlihat baik
dimata orang lain???

hmm..belum lama aku menolak pinangan seorang pemuda yg usianya jauh
dibawahku 10thn. dia waktu itu berkata spt ini 

"saya heran sama kamu, saat ini sudah ada berdiri seorang pemuda yg
menyerahkan hidup dan kepercayaannya padamu, dan kamu tahu..baik pula
agama saya, namun kamu masih menimbang2 dan berpikir berkali2 untuk
terima saya, padahal saya bisa saja meminang gadis2 yg seusia saya..
:)" protesnya

"hmm..aku tidak minder dengan statusku, karena aku tidak lakukan hal
apapun yg mempermalukan diriku dan keluargaku, dan aku tidak juga
melakukan hal2 yg melanggar agamaku, dan akupun tidak lakukan hal2 yg
selama ini sudah dilakukan oleh para gadis2 kebanyakan saat ini. jadi
kenapa aku harus malu dan merasa risih dgn statusku? lalu..apa yg
salah di diriku? hanya karena status itukah penilaian kamu?? kalau
hanya sebatas itu penilaian kamu, silahkan kamu nikahi gadis2 yg kamu
sukai, karena kamu tidak masuk dalam hitunganku."

hmm..kadang aku sedih aja, kenapa selalu saja orang mencibir status
seorang janda. apa yg salah pada diri mereka? apakah mereka jadi
salah, hanya karena menjalani takdir Allah?? hmm..mungkin bagiku
pribadi, itu bukan satu hal yg serius untuk aku tanggapi, karena aku
punya prinsip, apapun yg orang lakukan dan tuduhkan kepadaku, adalah
bukan tanggung jawabku, namun tanggung jawabku adalah sebatas apa yg
aku lakukan pada orang lain.

Untuk hadist yg mengatakan itu, dan sudah aku tanyakan pada salah satu
guru ngajiku itu adalah hadist dhoif.

jadi intinya adalah..Halal saja tidak cukup untuk memutuskan satu
perkara, tanpa dibarengi dengan kebaikan. seperti analogi diatas yg
aku sampaikan tadi:) makan batu juga halal, apakah makan batu itu
baik?? bisa iya bagi sebagian orang dan bisa juga tidak bagi
kebanyakan orang:) Buang payudara juga halal, namun karena alasan
untuk kebaikan, maka buang payudara jadi halal dan baik toch..:)

dah ah..itu hanya curhatanku aja..yg kebetulan sudah jalanin itu semua..

salam
hana

 





--- In [email protected], abdullah indo <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Ass. wr. wb.
>    
>   Rekan,
>   Mohon pencerahan atas pertanyaan dibawah :
>   1. Apakah takdir perceraian merupakan bagian dari jalan hidup
(takdir) yang harus dilalui seseorang?
>   2. Ada hadits yg mengatakan: 'Pekerjaan halal yang tidak disukai
Allah adalah perceraian' , lalu kenapa ada beberapa orang yang
mempunyai jalan hidup (ditakdirkan) untuk bercerai?
>    
>   (semoga Allah mengampuni kebodohan saya)
>    
>   Salam
> 
>             
> ---------------------------------
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke