oh iya..mau nambahin..dan pertanyaannya aku balik aja.. pertahankan pernikahan yg hancur2an juga halal, tapi apakah jadi baik? apakah Allah menyukai yg ancur2an itu walaupun halal juga..?? sama aja toch..spt bercerai juga halal, tapi bisa dibenci bisa juga nda kan..?? siapa yg tahu ridho Allah itu ada dimana toch..??
kalau perceraian dibenci sama Allah, kenapa Allah secara nyata menceraikan zaid dari istrinya zainab dan menikahkan kembali istri zaid pada Rasul??:) dah ah..ini lamunanku aja..beberapa waktu lalu.. oh iya..kalau perceraian sudah aku jalani, tapi kanker itu hanya analogi aja..dan aku belum pernah jalani..:)afwan..karena ada yg nanya.. salam hana --- In [email protected], "suhana032003" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > 1. yg dikatakan takdir adalah apabila kejadian itu sudah terjadi, > maupun belum terjadi dan belum kita ketahui, karena sudah ketahui > dalam firman Allah adalah > > "Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada > dirimu melainkan telah tertulis dalam kitab sebelum Kami > menciptakannya." (Al-Hadid [57] :22) > > "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah > ditetapkan Allah bagi kami" (AT-Taubah [9] : 5) > > Masalah perceraian, pernikahan, kematian, rejeki, dlsbnya semua adalah > takdir Allah, berdasarkan firmanNya tsb diatas. > > hmm..kalau aku suka merenung..sehebat apapun kita menolak takdir itu, > maka apabila Allah akan menetapkannya untuk terjadi pada diri kita, > maka bersatunya jin dan manusia untuk menghalanginya, maka ketetapan > Allah akan tetap terjadi > > hmm..kalau aku bayangkan..kita semua adalah takdir yg diciptakan untuk > menjawab takdir2 lain dan terikat dengan timbulnya takdir2 yg lain > pula-:) kita tidak bisa menolak takdir, namun..proses dimana kita > menghadapi dan menjalani takdir itulah yg nantinya akan dinilai oleh > Allah. apakah kita akan menjadi hamba yg bersyukur dan bersabarkah, > ataukah menjadi hamba yg ingkar dan kufur. > > kalau ditanya pada diriku pribadi, karena kebetulan perceraian itupun > aku lalui. tidak ada satu orangpun yg inginkan perceraian, dan niat > menikah adalah satu kali seumur hidup. Namun dalam menjalani proses > pernikahan, banyak sekali hal2 yg mungkin akan timbulkan kebaikan > ataupun kemudharatan dari proses jalannya pernikahan tsb. dan bila > sudah menemui hal2 spt ini, kita diminta memilih lagi, untuk ambil > bentuk kemudharatan yg lebih sedikit diantara kemudharatan2 yg lainnya. > > hmm..islam juga mengajarkan, bukan hanya halal yg ditekankan pada kita > untuk menentukan pilihan, tapi disamping halal juga harus yg > mengandung kebaikan pula. > > contoh : > 1. Batu, pasir, tanah, debu, dan yg tidak lazim lainnya namun "halal" > untuk dimakan, tapi apakah yg halal itu jadi baik bila dimakan?? belum > tentu kan..?mungkin bagi sebagian orang, itu baik untuk hobinya yg > suka makan batu, tanah, dlsbnya itu, tapi bagi sebagian orang umumnya > itu tidak baik:) > > 2. wanita yg berpenyakit kanker payudara misalnya, dan jalan satu2nya > untuk menyembuhkan kanker itu adalah dengan menghilangkan payudaranya, > lalu apakah untuk menghilangkan penyakit kanker dalam tubuhnya itu, > apakah jadi haram dan dibenci andai payudara itu harus dibuang??tapi > untuk kebaikannya dan kebaikan keluarga lainnya yg masih membutuhkan > kehadiran wanita itu diantara mereka, walau tanpa payudara, apakah hal > itu jadi tidak baik?hanya karena hilang payudaranya?? atau..apakah > mungkin seorang wanita akan tertawa2 dan tersenyum2 gembira, bila tahu > payudaranya harus dihilangkan??hmm..andai ada pilihan lain , agar > 'kesempurnaannya' itu tetap utuh, pasti wanita itu akan menempuh cara > lain untuk pertahankan itu, namun..andai tidak ada jalan lain, kecuali > menghilangkan payudaranya tsb, apakah masih ada wanita bodoh yg dengan > dalih mempertahankan 'kecantikannya' dan 'kesempurnaannya', hingga > membiarkan kanker itu menggerogoti seluruh tubuhnya??? > > hmm..kalau ditanya pada diriku dalam hadapi perceraian itu, dan selama > itu aku selalu tanya pada diriku sendiri. apakah aku harus menjaga > nama baik dan terlihat seolah2 baik oleh orang lain, sementara > kenyataannya adalah tidak sebaik itu. Apakah aku harus berpura2 hanya > untuk mendapat penilaian baik dari sebagian orang, sementara kita yg > menjalaninya adalah sibuk menahan sakit, hanya untuk terlihat baik > dimata orang lain??? > > hmm..belum lama aku menolak pinangan seorang pemuda yg usianya jauh > dibawahku 10thn. dia waktu itu berkata spt ini > > "saya heran sama kamu, saat ini sudah ada berdiri seorang pemuda yg > menyerahkan hidup dan kepercayaannya padamu, dan kamu tahu..baik pula > agama saya, namun kamu masih menimbang2 dan berpikir berkali2 untuk > terima saya, padahal saya bisa saja meminang gadis2 yg seusia saya.. > :)" protesnya > > "hmm..aku tidak minder dengan statusku, karena aku tidak lakukan hal > apapun yg mempermalukan diriku dan keluargaku, dan aku tidak juga > melakukan hal2 yg melanggar agamaku, dan akupun tidak lakukan hal2 yg > selama ini sudah dilakukan oleh para gadis2 kebanyakan saat ini. jadi > kenapa aku harus malu dan merasa risih dgn statusku? lalu..apa yg > salah di diriku? hanya karena status itukah penilaian kamu?? kalau > hanya sebatas itu penilaian kamu, silahkan kamu nikahi gadis2 yg kamu > sukai, karena kamu tidak masuk dalam hitunganku." > > hmm..kadang aku sedih aja, kenapa selalu saja orang mencibir status > seorang janda. apa yg salah pada diri mereka? apakah mereka jadi > salah, hanya karena menjalani takdir Allah?? hmm..mungkin bagiku > pribadi, itu bukan satu hal yg serius untuk aku tanggapi, karena aku > punya prinsip, apapun yg orang lakukan dan tuduhkan kepadaku, adalah > bukan tanggung jawabku, namun tanggung jawabku adalah sebatas apa yg > aku lakukan pada orang lain. > > Untuk hadist yg mengatakan itu, dan sudah aku tanyakan pada salah satu > guru ngajiku itu adalah hadist dhoif. > > jadi intinya adalah..Halal saja tidak cukup untuk memutuskan satu > perkara, tanpa dibarengi dengan kebaikan. seperti analogi diatas yg > aku sampaikan tadi:) makan batu juga halal, apakah makan batu itu > baik?? bisa iya bagi sebagian orang dan bisa juga tidak bagi > kebanyakan orang:) Buang payudara juga halal, namun karena alasan > untuk kebaikan, maka buang payudara jadi halal dan baik toch..:) > > dah ah..itu hanya curhatanku aja..yg kebetulan sudah jalanin itu semua.. > > salam > hana > > > > > > > > --- In [email protected], abdullah indo <abdullahindo@> > wrote: > > > > Ass. wr. wb. > > > > Rekan, > > Mohon pencerahan atas pertanyaan dibawah : > > 1. Apakah takdir perceraian merupakan bagian dari jalan hidup > (takdir) yang harus dilalui seseorang? > > 2. Ada hadits yg mengatakan: 'Pekerjaan halal yang tidak disukai > Allah adalah perceraian' , lalu kenapa ada beberapa orang yang > mempunyai jalan hidup (ditakdirkan) untuk bercerai? > > > > (semoga Allah mengampuni kebodohan saya) > > > > Salam > > > > > > --------------------------------- > > Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > >

