Wa'alaikum salam wr wb,
Itulah keistimewaan ummat Islam. Meski tidak masuk dalam golongan
maghdub (yang dimurkai) atau sesat, namun kita disunnahkan untuk
saling mendo'akan satu sama lain.

"Artinya : Dari Ummu Salamah, ia berkata: "Rasulullah Shallallahu
`alaihi wa sallam telah bersabda, `Apabila kalian menjenguk orang
sakit atau berada di sisi orang yang hampir mati, maka katakanlah yang
baik! Karena sesungguhnya para malaikat mengaminkan (do'a) yang kalian
ucapkan.'" [Hadits SHAHIH riwayat Muslim (no. 919) dan al-Baihaqi
(III/384) dan selain keduanya.]

Kepada orang tua juga kita mendo'akan.

Kepada Nabi juga begitu. Di belakang nama Nabi Adam, Ibrahim, Isa, dsb
ada tambahan as yang artinya `alaihi salam (semoga dilimpahkan
keselamatan baginya).

Untuk Nabi Muhammad di tambahkan SAW (Sholallahu `alaihi wa salam)
artinya semoga Allah melimpahkan rahat dan salam padanya.

Dalilnya:

33. Al Ahzab 
56. Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk
Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk
Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230]. 
 
[1229]. Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat:
dari malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang
mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan
perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.

[1230]. Dengan mengucapkan perkataan seperti:Assalamu'alaika ayyuhan
Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu hai Nabi. 

Meski Nabi Muhammad dijamin masuk surga, namun Nabi tidak sombong.
Bahkan beliau kerap istighfar meminta ampunan kepada Allah. Oleh
karena itulah dia dijamin masuk surga.

Sering orang Kristen mengatakan itu karena Nabi Muhammad berdosa,
sementara Isa (Yesus) tidak. Padahal ada do'a juga untuk Isa berupa
tambahan AS (`alaihi salam) semoga dilimpahkan keselamatan untuknya.

Alhamdulillah Nabi Muhammad bisa meninggal dengan selamat dan damai di
tempat tidur sementara Yesus yang dielu-elukan ummat Kristen justru
mati di tiang salib.

Wassalam

--- In [email protected], "Hasbiyanto  " <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalaamualaikum Wr Wb,
> 
> Bapak-2 dan Ibu-2 yang dirohmati Alloh SWT,
> 
> Saya mohon pencerahan tentang salam dan sholawat Nabi.  Saya sering
> ditanya oleh teman-2 akan tetapi saya tidak bisa menjawab secara detail.
>  Pertanyaannya adalah kenapa kita ini dianjurkan atau harus sering
> mengucapkan salam dan sholawat untuk Rosul dan Nabi kita Muhammad SAW,
> terutama sekali ketika kita mau berdoa,  padahal Beliau adalah manusia
> yang paling sempurna dan sudah pasti dijamin masuk surga.  Dan juga
> ketika disebut Nama nabi kta Muhammad, kita harus menjawab dengan SAW,
> apa yang dimaksud dengan  SAW ini?  Dan Kemudian lagi apakah hal
> tersebut tidak menjadikan kita ini terlalu meng-kultuskan Beliau?  Saya
> juga mohon pencerahan cara menyampaikan salam dan Sholawat secara benar
> dan tidak meragukan.
> 
> Untuk itu saya mohon pencerahan secara detail disertai dengan dalil
> Al-Qur'an dan Haditsnya. Kalau ada, saya mohon contoh pencerahan yang
> bisa dicerna dengan logika.  Jawaban dari Bapak-2 dan Ibu-2 nantinya
> akan saya sampaikan kepada teman-2 yang menanyakan hal tersebut. Saya
> kadang-2 bisa paham, tetapi sulit untuk menerangkannya. 
> 
> Demikian pertanyaan saya, mohon maaf apabila kurang berkenan da atas
> pencerahannya diucapkan terima kasih.
> 
> Wassalam Wr Wb,
> Hasbiyanto
> Bontang - Kaltim
> 
> >>> "Seri Utami" <[EMAIL PROTECTED]> 5/30/2007 2:22 PM >>>
> Jalan Cahaya
> Ada Band
> 
> Laksana air di gurun pasir
> Sejukkan jiwa yang kehausan
> Di sepanjang keruh rapuhnya dunia
> ku selalu merindukan belaiMu
> ku ingin Kau slalu bertahta dalam kalbuku
> 
> Kau hadir di setiap hela nafasku
> Hangat alirkan butiran daarahku
> Betapa suci dan agung cintaMu
> Tak sanggup nalarku memikirkanMu
> Ku ingin Kau selalu bertahta dalam bathinku
> 
> Bimbinglah aku dalam pelukanMu
> Jangan lepaskan lagi
> Izinkanlah malaikat menjagaku dari kelamnya nafsu dunia
> bawalah aku ke jalan cahaya terang kerajaanMu
> Jadikan mimpiku jelas sempurna menyatu dalam istana surga
> 
> Kemana kapalmu kan berlabuh
> di sana juga kau bermuara
> Kemanapun hidupmu kau arahkan
> Disanalah dermaga akhirmu
> Yakinlah Dia bersemayam dalam hatimu
> 
> 
>
--------------------------------------------------------------------------------
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke