Assalamu 'alaikum wr. wb. Bagi para pengurus masjid perkantoran yang ada di wilayah JABOTABEK agar berhati-hati dengan berbagai modus penipuan dengan memanfaatkan ukhuwwah islamiyyah diantaranya adalah :
1. Mengaku mau masuk Islam tapi ketika ditanya tidak bawa KTP/Kartu identitas lainnya, tujuannya agar mendapatkan dana saweran dari jama'ah diwaktu jum'at yang biasanya jama'ah sholatnya banyak. Biasanya mengaku berasal dari daerah yang jauh misalnya dari Bandung dll. Anehnya masuk Islam kok harus hari jum'at dan kenapa jauh-jauh ke Jakarta masuk Islamnya. 2. Mengaku kehabisan bekal ini dan itu, ketika diatanyakan KTP-nya juga tidak ada, keterangan polisi juga tidak ada, disuruh ijin ke pengurus juga tidak mau dan langsung menyerobot mix sholat untuk mengumpulkan dana saweran dari Masjid Untuk yang ini ciri2nya orangnya HITAM, TINGGI BESAR, PANDAI ADZAN, uang saweran dihitung sendiri, yang ratusan dan lima puluhan ribu dengan secepat kilat dimasukkan dalam kantongnya, yang recehan ditunjukkan ke pengurus... 3. Mengaku sebagai penolong yatim-piatu mujahidin di AFGHAN, tapi tidak jelas laporan keuangannya 4. Mengaku sebagai mu'alaf, dulu bermata sipit dan pandai ceramah ... 5. Dengan menggunakan amplop yang dibagi-bagikan kepada jama'ah pada hari jum'at Untuk mengantisipasi hal-hal tsb ada beberapa kiat : 1. Cek KTP dan kelengkapan administrasinya, bagi yang punya BAZIS arahkan ke BAZIS (LAZ) 2. Setiap orang yang mau mencari dana dari jama'ah harus ijin ke pengurus Masjid 3. Pengurus Masjid yang mengumumkan dan yang menghitung dananya 4. Dananya dikirimkan dalam berbagai tahap, misalkan Rp. 100 ribu, dulu, lalu minggu depan suruh datang lagi, lalu beri lagi Rp. 100 ribu (jangan lupa pengurus mengecek kebenaran alamat dan data2nya dalam waktu tsb...) kalau jujur baru berikan semuanya Mudah-mudahan bermanfaat Mohon maaf bila kurang berkenan Wassalamu 'alaikum wr. wb.

