Wa'alaikum salam wr wb,
Dari hadits iftiroq itu disebut yang selamat adalah
"Ahlus Sunnah wal Jama'ah".

Artinya yang mengikuti/menghidupkan Sunnah Nabi
(Artinya mengamalkan Al Qur'an dan Hadits) dan
berjama'ah atau tidak memisahkan diri dari jama'ah
Islam.

Yang terjadi adalah banyak kelompok fanatik golongan
yang memakai hadits itu untuk mengklaim hanya kelompok
dia yang benar dan yang lain sesat sehingga bahkan
bukan hanya tak mau belajar dari guru di luar
kelompoknya, bahkan sampai tidak mau sholat selain di
masjid kelompoknya.

Nabi dan para sahabat dalam melakukan amar ma'ruf nahi
mungkar tidak pernah sampai mengkafirkan sesama Muslim
(kecuali kelompok munafik Abdullah bin Ubay). Nah ada
kelompok yang karena alasan amar ma'ruf akhirnya
menganggap sesat kelompok di luar kelompoknya.

Masalah fatwa kelompok mana yang sesat hendaknya kita
serahkan kepada para ulama di MUI yang terdiri dari
ulama dari berbagai kelompok.

Banyak kelompok yang merasa benar justru banyak
melanggar ayat-ayat Al Qur'an seperti:

49. Al Hujuraat 

Larangan memperolokkan, berprasangka dan lain-lain 

11. Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan
orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh
jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan
jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan
lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik.
Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1409] dan
jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung
ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan)
yang buruk sesudah iman[1410] dan barangsiapa yang
tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang
zalim. 

 
[1409]. Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah
mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin
seperti satu tubuh. 

[1410]. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak
disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan
kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan
seperti: hai fasik, hai kafir dan sebagainya.  

49. Al Hujuraat 
12. Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan
purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari
purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari
keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama
lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan
daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu
merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha
Penyayang. 

Kelompok ini menyebut ulama a, ulama b, ulama c, dsb
sebagai sesat. Padahal para ulama di MUI tidak pernah
berfatwa begitu.

Wassalam

--- "Tampubolon, Mohammad-Riyadi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Kita semua mestinya pernah mendengar cerita tentang
> 'Katak di Air
> Mendidih'. Apabila temperature air tiba-tiba
> dinaikkan, sang katak akan
> menyadarinya dan melompat keluar dari air mendidih
> tersebut. Namun kalau
> temperature dinaikkan dengan sangat lambat, satu
> derajat tiap satu
> waktu, sang katak tidak akan menyadarinya sampai air
> mendidih dan
> mematikannya karena tidak berdaya. Upaya
> mengkotak-kotakkan ummat Islam
> sudah berlangsung lama sekali bahkan sudah ada
> ketika RosuluLlah
> sholaLlahu 'alayhi wassalam masih ada dan banyak
> sekali peringatan
> beliau sholaLlahu 'alayhi wassalam salah satunya
> hadits iftiroq yang
> penjelasannya paling panjang..
> 
>  
> 
> Dari Abu Sa'id Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu,
> Rasulullah Shallallahu
> 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh kalian pasti
> akan mengikuti jalan
> orang-orang sebelum kamu, jengkal demi jengkal,
> hasta demi hasta
> sehingga seandainya mereka masuk kedalam lubang
> biawak, kalian pasti
> akan memasukinya (juga). Para shahabat bertanya:
> "Wahai Rasulullah,
> Yahudi dan Nashara-kah?". Beliau menjawab : "Siapa
> lagi?" [Dikeluarkan
> oleh Imam Bukhari dan Muslim]
> 
>  
> 
> Perubahan terjadi pada hampir setiap perumpamaan.
> Perubahan tersebut
> hanya beberapa saja yang disadari terjadi dengan
> cepat. Beberapa
> perubahan memang terjadi tiba-tiba tapi lebih banyak
> yang terjadi secara
> bertahap. Perubahan yang tiba-tiba menarik perhatian
> karena berlangsung
> secara dramatis, sedangkan lebih banyak perubahan
> yang terjadi secara
> bertahap tapi kita abaikan sampai semuanya
> terlambat. Perubahan ataupun
> pergeseran epistemologi juga terjadi dalam pemikiran
> aktivis muslim
> (da'i). Syarat terpenting dalam aktivitas dakwah
> adalah ilmu,
> sebagaimana yang difirmankan Allah subhanahu
> wata'ala tentang Nabi-Nya
> dalam QS Yusuf[12]: 108
> 
> "Artinya : Katakanlah: 'Inilah jalan (agama) ku, aku
> dan orang-orang
> yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan
> hujjah yang nyata.
> Maha Suci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang
> yang musyrik." 
> 
> Orang-orang yang mengikuti Rasulullah Shallallahu
> 'Alaihi wa Sallam
> berada di atas jalan yang satu ini dan tidak saling
> berselisih. Tapi
> orang-orang yang tidak mengikuti beliau tentu saling
> berselisih. Firman
> Allah dalam QS Al-An'am[6]: 153
> 
> "Artinya : Dan, bahwa (yang Kami perintahkan) ini
> adalah jalan-Ku yang
> lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu
> mengikuti jalan-jalan (yang
> lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu
> dari jalan-Nya."
> 
> 
> Jadi tauhid merupakan titik tolak dakwah kepada
> Allah dan tujuannya.
> Tidak ada gunanya dakwah kepada Allah kecuali dengan
> tauhid ini,
> meskipun ia ditempeli dengan merk Islam dan
> dinisbatkan kepadanya.
> Seperti Islam Liberal, Partai Islam, Demokrasi
> Islam, tetapi esensinya
> justru bertentangan dengan nilai-nilai maupun adab
> dalam Islam sehingga
> tidak lebih dari talbis [mencampur aduk] antara haq
> dengan bathil/ Sebab
> semua rasul, terutama dakwah penutup mereka,
> Muhammad Shallallahu
> 'Alaihi wa Sallam dimulai dari tauhidullah dan
> sekaligus itu pula tujuan
> akhirnya. Setiap rasul pasti mengatakan untuk
> pertama kalinya seperti
> yang dijelaskan Allah dalam QS Al A'raf[7]:59
> 
> "Artinya : Wahai kaumku, sembahlah Allah,
> sekali-kali tidak ada Ilah
> selain daripada-Nya."
> 
> Sayangnya, bantahan atas kritik tidak pernah lebih
> dari luapan perasaan.
> Kaidah amar ma'ruf nahi munkar yang berfungsi
> sebagai System Pengindera
> Dini atas perubahan "petunjuk arah" justru menjadi
> sumber celaan sebagai
> pemecah belah ummat Islam karena membid'ahkan
> ataupun menyesatkan
> saudara muslimnya.
> 
> waLlahu 'alam bishowab
> 
> 
> ________________________________
> 
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of rsa
> Sent: Tuesday, June 19, 2007 2:51 PM
> To: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [email protected];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [INSISTS] Fwd: Usaha-Usaha Mengisolasi
> Islam
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]


       
____________________________________________________________________________________
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 
http://mobile.yahoo.com/go?refer=1GNXIC

Kirim email ke