Mas, Densus 88 itu adalah satu unit di Polri yang khusus menangkap umat Islam. 
Coba kita lihat, pernahkah Densus 88 menangkap orang yang bukan Islam.....nggak 
pernah kan....

A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          AS dan Australia memberikan 
bantuan baik kepada TNI
mau pun Polri.
Pembentukan Densus 88 (unit anti teroris) tak lepas
dari pesanan AS dan Australia. Tak heran jika suka
over acting.

Seharusnya polisi bukan hanya menangani terorisme
secara berlebihan, tapi juga mengamankan seluruh warga
negaranya dari para penjahat seperti perampok di ATM
BCA yang menembak mati warga dengan senjata api.

Tak jarang justru akhirnya ummat Islam yang dicurigai.
Sebagai contoh ketika ingin berangkat ke Padang,
karena saya pakai baju koko jadi digeledah sementara
yang lain tidak.

Untuk itu ummat Islam perlu sabar, bersatu dan
bekerjasama agar kuat.

Wassalam

--- NC Drilling - IND <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> 
> 
> 
> -----Original Message-----
> From: Wido Q Supraha [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: 19 Juni 2007 15:16
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: [daarut-tauhiid] Disuruh Jongkok Lalu
> Ditembak
> 
> 
> 
> 
> 
> Selasa, 19 Juni 2007
> 
> 'Bapak Disuruh Jongkok, Terus Ditembak' 
> 
> JAKARTA -- Perjalanan bersama ayah dan dua adiknya,
> Sabtu (9/6) siang itu,
> tampaknya menjadi pengalaman paling traumatis dalam
> hidup Sidiq Abdullah
> Yusuf (8 tahun). Sidiq melihat sang ayah --Yusron
> Mahmudi alias Abu Dujana
> yang ditetapkan Polri sebagai tersangka teroris--
> ditembak dari jarak dekat
> oleh anggota Detasemen Khusus 88 (Antiteror) Mabes
> Polri.
> 
> ''Bapak disuruh turun dari motor, disuruh jongkok,
> terus ditembak dari
> belakang,'' ujar Sidiq pelan, ketika datang ke Mabes
> Polri bersama ibunya,
> Sri Mardiyati (35 tahun), dan rombongan keluarga,
> Senin (18/6).
> 
> Sidiq berkisah, siang itu Yusron bersama dia serta
> dua adiknya, Salman Faris
> Abdul Rahman (6 tahun) dan Hilma Sofia (2,5 tahun),
> pergi untuk menonton
> pemilihan kepala desa di lapangan Desa Kebarongan,
> Kec Kemrajen, Kab
> Banyumas, Jateng. Sekitar 100 meter dari rumah, di
> suatu perempatan, kata
> Sidiq, sepeda motor ayahnya tiba-tiba dipepet
> pengendara sepeda motor
> lainnya.
> 
> Ketiganya pun secara bersamaan terjatuh dari motor.
> Bahkan, Hilma yang saat
> itu membonceng di depan Yusron, sempat tertindih
> motor. ''Habis itu, aku
> dipegangi oleh orang itu,'' ujar Sidiq yang tampang
> polosnya menyiratkan
> trauma belum hilang darinya. Hanya kalimat-kalimat
> pendek yang bisa dikutip
> wartawan dari mulut Sidiq.
> 
> Pengakuan Sidiq kepada Tim Pengacara Muslim (TPM)
> tak kalah mencengangkan.
> Menurut Qadhar Faisal, salah satu kuasa hukum
> keluarga Yusron, tidak hanya
> Sidiq yang melihat ayahnya ditembak dari jarak
> dekat. Dua adik Sidiq, kata
> Qadhar, juga ikut melihat ayah mereka tak berdaya
> ditembus timah panas,
> sebelum akhirnya mereka masuk kembali ke rumah.
> ''Saat lari, Sidiq mendengar
> empat kali tembakan, Salman tiga kali,'' kata
> Qadhar.
> 
> Sri Mardiyati yang kemarin datang ke Mabes Polri
> sambil menggendong Hilma,
> menambahkan, tak lama setelah tiga anaknya sampai di
> rumah, beberapa petugas
> menjemput keluarganya. Lalu, mereka dibawa ke sebuah
> hotel di Yogyakarta.
> Sejak saat itu, Mardiyati dan anak-anaknya tidak
> pernah lagi bertemu Yusron.
> 
> ''Saya tidak kenal Abu Dujana, suami saya bernama
> Yusron atau dikenal Ainul
> Bahri,'' tegas Mardiyati ketika wartawan menanyakan
> sejauh mana kedekatannya
> dengan Abu Dujana.
> 
> Dia yakin, proses penangkapan polisi terhadap
> suaminya yang dianggap
> tersangka teroris, hanyalah rekayasa untuk memuaskan
> dunia Barat. Suaminya,
> kata Mardiyati, hanyalah pengrajin tas biasa. ''Saya
> menyangkal semua yang
> diekspose media.''
> 
> Merasa proses penangkapan Yusron melanggar HAM,
> Qadhar akan
> mempraperadilankan Kapolri, Jenderal Sutanto, ke
> Pengadilan Negeri Jakarta
> Selatan. Surat gugatan praperadilan akan didaftarkan
> pada Rabu (20/6).
> 
> Pelanggaran HAM, katanya, terjadi karena ketika
> ditembak, Yusron tidak
> memegang senjata, tak mencoba melarikan diri, tidak
> melawan, dan bukan
> pelaku tindak pidana. Terlebih, penembakan Yusron
> disaksikan langsung ketiga
> anaknya. 
> 
> Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Bambang
> Hendarso Danuri,
> menegaskan tidak ada rekayasa dalam proses
> penangkapan teroris. Bambang
> mengatakan, bisa mempertanggungjawabkan aksi
> penggerebekan teroris secara
> hukum.
> 
> (dri ) 
> http://www.republik
>
<http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115>
> a.co.id/koran_detail.asp?id=297115
> <http://www.republik
>
<http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115&kat_id=3>
> a.co.id/koran_detail.asp?id=297115&kat_id=3>
> &kat_id=3
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 

===
Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits?
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

__________________________________________________________
Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing.
http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php


         

       
---------------------------------
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke