Tapi bagaimana dengan pernyataan anaknya yang baru berusia 8 tahun itu????? masak sih anak usia 8 tahun sudah bisa bohong, apalagi tentang urusan yang cukup besar ini.
>>> "M. Kadarharyono" <[EMAIL PROTECTED]> 6/23/2007 9:42 PM >>> Teman(s), Alhamdulillah, akhirnya terungkap juga kebenaran yang benar (mudah2-an), bahwa dalam wawancara sore ini di Siaran TV swasta ABU DUJANA mengakui sendiri bahwa ia ditembak dua kali dalam keadaan melawan. Bahkan ia menyatakan bahwa ia akan tetap melawan selama masih bisa/mampu (kira2 begitu, kalimat yang dia ucapkan tepatnya saya kurang ingat). Memang dia tidak menyangka sebelumnya bahwa dua motor yang menjepit/menyergapnya adalah dari Kepolisian RI. Mudah2-an pernyataan dia ini bukan hasil rekayasa dari pihak kepolisian. Kalau saya perhatikan sih, dia mengatakan ini dengan jujur bahkan bangga. Agak lega perasaan saya, berarti bahwa polisi kita tidak semuanya brutal. Begitu kira2. [EMAIL PROTECTED] > > -----Original Message----- > From: Wido Q Supraha [mailto:[EMAIL PROTECTED] <mailto:supraha%40indo.net.id> ] > Sent: 19 Juni 2007 15:16 > To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:daarut-tauhiid%40yahoogroups.com> > Subject: [daarut-tauhiid] Disuruh Jongkok Lalu > Ditembak > > > > > > Selasa, 19 Juni 2007 > > 'Bapak Disuruh Jongkok, Terus Ditembak' > > JAKARTA -- Perjalanan bersama ayah dan dua adiknya, > Sabtu (9/6) siang itu, > tampaknya menjadi pengalaman paling traumatis dalam > hidup Sidiq Abdullah > Yusuf (8 tahun). Sidiq melihat sang ayah --Yusron > Mahmudi alias Abu Dujana > yang ditetapkan Polri sebagai tersangka teroris-- > ditembak dari jarak dekat > oleh anggota Detasemen Khusus 88 (Antiteror) Mabes > Polri. > > ''Bapak disuruh turun dari motor, disuruh jongkok, > terus ditembak dari > belakang,'' ujar Sidiq pelan, ketika datang ke Mabes > Polri bersama ibunya, > Sri Mardiyati (35 tahun), dan rombongan keluarga, > Senin (18/6). > > Sidiq berkisah, siang itu Yusron bersama dia serta > dua adiknya, Salman Faris > Abdul Rahman (6 tahun) dan Hilma Sofia (2,5 tahun), > pergi untuk menonton > pemilihan kepala desa di lapangan Desa Kebarongan, > Kec Kemrajen, Kab > Banyumas, Jateng. Sekitar 100 meter dari rumah, di > suatu perempatan, kata > Sidiq, sepeda motor ayahnya tiba-tiba dipepet > pengendara sepeda motor > lainnya. > > Ketiganya pun secara bersamaan terjatuh dari motor. > Bahkan, Hilma yang saat > itu membonceng di depan Yusron, sempat tertindih > motor. ''Habis itu, aku > dipegangi oleh orang itu,'' ujar Sidiq yang tampang > polosnya menyiratkan > trauma belum hilang darinya. Hanya kalimat-kalimat > pendek yang bisa dikutip > wartawan dari mulut Sidiq. > > Pengakuan Sidiq kepada Tim Pengacara Muslim (TPM) > tak kalah mencengangkan. > Menurut Qadhar Faisal, salah satu kuasa hukum > keluarga Yusron, tidak hanya > Sidiq yang melihat ayahnya ditembak dari jarak > dekat. Dua adik Sidiq, kata > Qadhar, juga ikut melihat ayah mereka tak berdaya > ditembus timah panas, > sebelum akhirnya mereka masuk kembali ke rumah. > ''Saat lari, Sidiq mendengar > empat kali tembakan, Salman tiga kali,'' kata > Qadhar. > > Sri Mardiyati yang kemarin datang ke Mabes Polri > sambil menggendong Hilma, > menambahkan, tak lama setelah tiga anaknya sampai di > rumah, beberapa petugas > menjemput keluarganya. Lalu, mereka dibawa ke sebuah > hotel di Yogyakarta. > Sejak saat itu, Mardiyati dan anak-anaknya tidak > pernah lagi bertemu Yusron. > > ''Saya tidak kenal Abu Dujana, suami saya bernama > Yusron atau dikenal Ainul > Bahri,'' tegas Mardiyati ketika wartawan menanyakan > sejauh mana kedekatannya > dengan Abu Dujana. > > Dia yakin, proses penangkapan polisi terhadap > suaminya yang dianggap > tersangka teroris, hanyalah rekayasa untuk memuaskan > dunia Barat. Suaminya, > kata Mardiyati, hanyalah pengrajin tas biasa. ''Saya > menyangkal semua yang > diekspose media.'' > > Merasa proses penangkapan Yusron melanggar HAM, > Qadhar akan > mempraperadilankan Kapolri, Jenderal Sutanto, ke > Pengadilan Negeri Jakarta > Selatan. Surat gugatan praperadilan akan didaftarkan > pada Rabu (20/6). > > Pelanggaran HAM, katanya, terjadi karena ketika > ditembak, Yusron tidak > memegang senjata, tak mencoba melarikan diri, tidak > melawan, dan bukan > pelaku tindak pidana. Terlebih, penembakan Yusron > disaksikan langsung ketiga > anaknya. > > Sebelumnya, Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Bambang > Hendarso Danuri, > menegaskan tidak ada rekayasa dalam proses > penangkapan teroris. Bambang > mengatakan, bisa mempertanggungjawabkan aksi > penggerebekan teroris secara > hukum. > > (dri ) > http://www.republik > <http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115 <http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115> > > a.co.id/koran_detail.asp?id=297115 > <http://www.republik > <http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115&kat_id=3 <http://www.republika.co.id/koran_detail.asp?id=297115&kat_id=3> > > a.co.id/koran_detail.asp?id=297115&kat_id=3> > &kat_id=3 > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > === Ingin belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits? Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] <mailto:syiar-islam-subscribe%40yahoogroups.com> __________________________________________________________ Get the Yahoo! toolbar and be alerted to new email wherever you're surfing. http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php <http://new.toolbar.yahoo.com/toolbar/features/mail/index.php> [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

