Ass.

 

Menyedihkan.  Saya juga pernah melihat iklan di televisi yang dibawakan oleh 
seorang dokter sekaligus artis.

 

1.      Yang pertama, dengan pakaian dokter tanpa kerudung meng-iklan-kan alat 
kontrasepsi bagi pria agar aman dari AIDS.
2.      Yang kedua, dengan pakaian muslimah tertutup rapat meng-iklan-kan sms 
reg spasi doa dst.

 

Bagaimana mungkin 1 pribadi menjadi 2 kepribadian yang bertolak belakang 
seperti ini?  Split Personality? Atau gara-gara duit?!?!?

 

Na'udzubillahi min dzalik.

 

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Merza 
Gamal
Sent: Friday, July 06, 2007 7:15 PM
To: Kajian Ekonomi Islami; Ekonomi Syariah; Ekonomi Nasional
Cc: Penulis Lepas; Syiar Islam; Islam Net ID; Lautan Qur'an
Subject: [syiar-islam] Iklan Hidup Bebas telah Diperkenalkan Media Masa 
Indonesia

 

Sebelum masa reformasi, kondom dikenal sebagai salah satu alat kontrasepsi 
dalam program Keluarga Berencana yang dicanangkan pemerintah. Iklan kondom di 
media televisi dialkukan dengan bahasa isyarat yang masih malu-malu. Namun di 
era ekonomi baru saat itu telah terjadi perubahan signifikan dalam penampilan 
iklan kondom. Jika dahulu digambarkan dengan seorang suami yang malu-malu 
menangih sesuatu pada sang istri sebagai pasangan resminya, maka pada saat ini 
iklan kondom digambarkan tanpa malu-malu lagi.

Sebuah iklan kondom di televisi menceritakan sekelompok laki-laki muda 
mengendarai beberapa motor. Kelihatannya mereka akan bersenang-senang. Salah 
satu dari mereka mengajak untuk membeli antibiotik di sebuah toko obat. Pelayan 
di toko obat bertanya, antibiotik itu untuk apa? Para lelaki muda itu mejawab 
bersamaan : Supaya terhindari dari HIV. Lalu si pelayan di toko obat mengatakan 
yang bisa mencegah HIV bukan antibiotik tapi kondom. Dengan demikian fungsi 
kondom bukan lagi sebagai alat kontrasepsi untuk sebuah program Keluarga 
Berencana, namun sebagai sebuah alat penjaga kesehatan. 

Arti yang lain, iklan tersebut tidak mempersoalkan hubungan seks yang 
kemungkinan besar akan dilakukan para lelaki itu, dengan pasangan resminya atau 
bukan. Iklan itu lebih mementingkan kesehatan pelaku. Mencegah HIV yah dengan 
kondom bukan dengan antibiotik.

Memang itu iklan tersebut adalah sosialisasi dari pemakaian kondom sebagai 
salah satu pencegah penularan HIV. Kalau kita menilik lebih jauh, iklan 
tersebutkan memberi contoh kehidupan seks bebas. Tidak berbeda dengan iklan 
kondom komersil, dimana diperlihatkan seorang lelaki dan perempuan membeli 
kondom lebih dulu disebuah swalayan berbeda sebelum masuk di tempat semacam 
café/bar/diskotik. Kemudian ketika bertemu, duduk berangkulan lalu berdiri 
meninggalkan tempat tersebut sambil tetap berangkulan. Dan yang lebih 
mencengangkan lagi sebuah iklan kondom yang menggambarkan remaja ABG yang akan 
"hang out" dengan memakai helm sebagai simbol keamanan dan dibumbui dengan 
kata-kata "cewek-cewek sukanya yang aman" kemudian diikuti dengan penampilan 
kondom merk terkenal. 

Saya hanya bisa mengurut dada menyaksikan iklan-iklan tersebut yang mengartikan 
bahwa media televisi sudah mensosialisaikan kehidupan seks bebas di Indonesia. 
Dan yang lebih menyedihkan iklan-iklan tersebut bisa muncul kapan saja, bukan 
pada jam tayang tengah malam. Saya punya anak-anak yang masih kecil-kecil dan 
sangat mudah meniru hal-hal yang belum konsumsi mereka. Saya atau istri saya 
mungkin bisa mematikan televisi jika sedang berada di rumah atau pada 
acara-acara jam dewasa. Tapi sehari itu ada 24 jam dan tidak setiap saat kami 
bisa mengontrolnya. Dan jika anak dilarang sama sekali tidak menonton TV, 
apakah itu sebuah tindakan yang bijak, sementara semua teman sebayanya juga 
sedang senang-senangnya menonton TV???

Apakah memang pada era ekonomi baru saat ini, kegiatan ekonomi harus bebas 
nilai??? Apakah nilai kesehatan lebih tinggi dari nilai moral (yang diajarkan 
oleh agama manapun) dalam menjual sebuah produk ekonomi??????
Mungkinkah saya harus seperti Ebiet G Ade untuk menanyakan pada rumput yang 
bergoyang??? Sedangkan rumput pun sudah sulit ditemukan saat ini.........

Penulis: MERZA GAMAL (Pengkaji Sosial Ekonomi Islami)


---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news, 
photos & more. 

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke