Pengakuan Jujur Seorang Penyusun Buku " Hakikat IM "
Written by gaza
Assalamu'alaikum warohmatullohi Wa Barokatuh,
Saudaraku, di bawah ini saya tampilkan pernyataan Akhi Anwar Shiddiq, dia
pernah menyusun buku judulnya " Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM) ", tetapi
setelah berjalan waktu dia menyesal & ingin menarik buku itu. Akhi Anwar nitip
supaya bisa memakai forum MyQuran buat menampilkan surat terbuka. Beliau tak
melayani debat di forum, tapi mau terima e-mail ke [EMAIL PROTECTED] Berikut
ini pernyataan Al Akh Anwar Shiddiq:
Segala puji dan syukur kepada Allah Swt. atas limpahan nikmat dan karunia-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Saw., keluarganya, dan
para shahabatnya. Amma badu.
Allah berfirman dalam Al Quran: Dan orang-orang yang apabila mengerjakan
perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu
memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni
dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu,
sedang mereka mengetahui. (QS. Ali Imran 135).
Ikhwan fillah rahimakumullah, semoga Allah Swt. senantiasa merahmatimu,
menganugrahkan ilmu bermanfaat, menunjuki dengan hidayah, menguatkan dengan
taufiq untuk berbuat kebaikan amal, lahir dan batin. Amin ya Rabbal alamin.
Melalui forum yang mulia ini perkenankan ana (Anwar Shiddiq) menyampaikan
sebuah pengalaman penting yang ana alami sendiri saat berinteraksi dengan
ikhwan-ikhwan Salafi yang yang akhir-akhir ini sering disebut Salafi Yamani
(meminjam istilah ustadz tertentu). Maksud dari penuturan ini yakni agar ana
bisa memohon maaf atas kesalahan yang pernah ana lakukan saat ana mendapat
pengaruh yang sangat kuat dari pemikiran Salafi Yamani itu. Secara khusus
permohonan maaf ini ana tujukan kepada saudara-saudaraku dari Ikhwanul Muslimin
(IM) di Indonesia, khususnya yang sudah membaca buku yang ana susun.
Di bawah ini penuturan ana:
Ana dulu beramal jamai bersama Jamaah Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin/IM) selama
bertahun-tahun. Suatu saat ana putuskan mundur dari IM secara baik-baik, yakni
maksudnya ana mundur karena kesadaran sendiri, tidak dipaksa-paksa atau
diprovokasi. Ana sudah bertekad, meskipun tidak lagi bersama Tarbiyah (IM) ana
akan tetap menjalin hubungan baik dengan mereka. Hal ini ana tempuh, sebab ana
tahu Ustadz Jakfar Talib, seorang pemimpin Salafi di Indonesia, tadinya dia
ikut IM juga, tapi setelah jadi Salafi, dia sangat membenci IM setengah mati.
Ana tidak mau seperti itu, ana mau jadi diri sendiri, tidak terpengaruh orang
lain. Ana merasakan sendiri di IM itu tidak sedikit kekurangan-kekurangan, tapi
ana juga tidak pungkiri disana ada kebaikan-kebaikannya, maka itu ana ingin
sikap proporsional saja, tidak berlebih-lebihan seperti sikap Ustadz Jakfar
Talib itu.
Sayang seribu sayang, sikap baik ana ini pelan-pelan berubah saat ana mulai
mengambil pemikiran-pemikiran dari Salafi Yamani. Ana membaca majalah Asy
Syariah, ana mendengar kaset ceramah Ustadz Muhammad Sewed, ana bergaul dengan
mantan Larkar Jihad (LJ), ana mengikuti berita-berita seputar dakwah Salafi,
ana berteman dengan pengikut Salafi Yamani, ana membuka-buka situs
www.salafy.or.id, dan apa-apa yang bisa ana peroleh. Sikap ana yang dulunya
baik ke teman-teman IM berubah jadi kebencian dan rasa muak. Ana seperti orang
yang mengalami cuci otak, pendirian santun ana dulu saat baru keluar dari IM
seperti tidak berbekas. Ana dulunya benci sama sikap keras Ustadz Jakfar Talib,
tapi ana akhirnya ikut terseret juga ke sikap semacam itu.
Bila dilukiskan, majlis-majlis ilmu yang berhubungan dengan Salafi Yamani itu
seperti kobaran api. Siapa saja yang ada di dekatnya akan merasa kepanasan,
atau menularkan panas ke orang lain. Ana merasakan pengaruh ini ke diri ana
sendiri, yang tadinya baik-baik saja jadi timbul kebencian ke orang lain.
Selama interaksi dengan pengikut Salafi Yamani, yang dibicarakannya tahdzir
ahli bidah, hajr, firqah sesat, bantahan, celaan, dsb. Apalagi kalau mereka
sudah angkat bicara soal Sururiyah atau kesesatan tokoh-tokoh IM, panas sekali
suasana yang terbentuk. Orang yang semacam ana ini tidak sedikit di
tempat-tempat lain.
Kebencian ana ke IM semakin besar saat seorang ikhwan Salafi itu menyodorkan
sebuah buku berjudul AL IKHWAN AL MUSLIMUN, Anugerah Allah yang Terzalimi.
Buku ini karangan Ustadz Farid Numan, penerbitnya Pustaka Nauka dari Kukusan
Depok. Sebetulnya buku ini diberikan atas rekomendasi aktivis PKS juga, biar
orang-orang Salafi mau membacanya, termasuk ana di dalamnya. Sehabis membaca
buku itu ana malah semakin tidak simpati ke IM. Selain memberi rekomendasi,
aktivis PKS itu juga melontarkan kritikan-kritikan tidak sedap ke Salafi,
sehingga semakin bulat hati ana untuk menyusun sebuah bantahan.
Ana kumpulkan saja buku-buku, tulisan-tulisan yang mengupas penyimpangan IM,
lalu ana ambil materi dari sana-sini (istilahnya menjahit materi). Ana
tambahkan disitu komentar-komentar ana, sampai jadilah sebuah buku berjudul,
Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM). Selanjutnya buku itu diedarkan secara
terbatas di bawah UISP (milik kami sendiri). Sudah tentu aktivis PKS yang
mengkritik kami itu, kami sodori buku itu juga. Jujur saja, kalau tidak
diprovokasi oleh sikap aktivis itu mungkin buku tersebut tidak pernah disusun.
Sesudah waktu berjalan cukup lama, sesudah ana baca-baca buku, tulisan-tulisan,
ana diskusi-diskusi, akhirnya ana putuskan untuk membersihkan diri dari
pemikiran-pemikiran Salafi ekstrem yang telah bercokol di pikiran ana. Ana
tidak mau ketempatan sesuatu yang bisa merusak diri sendiri. Kalau ingat
keadaan seperti ini rasanya ana ingin kembali ke situasi dulu saat baru keluar
dari IM secara baik-baik. Dulu ana bisa tersenyum saat bertemu teman-teman IM,
tapi sekarang ini sulit. Ana sepertinya sudah terjerumus ke sebuah permusuhan
keras. Saat ana baca kembali buku Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM) yang tak
lebih hanya buku jahitan itu, ana sedih bukan main. Kenapa ana sampai menulis
kalimat-kalimat kasar, emosional, menzhalimi saudara sendiri? Padahal tekad ana
semula tidak begini. Ya Rabbi, ana memohon ampunan kepada-Mu atas
kesalahan-kesalahan ana. Hamba-Mu ini dhaif, sedangkan Engkau Maha Pemaaf lagi
Maha Pengampun. Ampuni ana Rabbi. Amin. Sekian penuturan dari ana.
Selanjutnya melalui forum yang mulia ini ana ingin menyatakan:
SATU, Ana bertaubat kepada Allah Yanga Maha Pengampun atas kesalahan-kesalahan
ana dengan menyusun buku Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM).
DUA, Ana memohon maaf kepada seluruh jajaran Jamaah Tarbiyah (Ikhwanul
Muslimin) di Indonesia, baik pengurus, anggota, atau simpatisannya, atas
tersebarnya buku Hakikat Ikhwanul Muslimin (IM) di atas, terutama atas
kalimat-kalimat tidak adil yang termuat di dalamnya.
TIGA, secara terbuka ana cabut buku tersebut di atas, sebab resiko madharatnya
lebih besar daripada manfaatnya. Ana nyatakan buku itu tidak sah lagi dan tidak
boleh diedarkan atas nama siapa pun.
EMPAT, ana tetap mengakui adanya kelebihan dan kekurangan pada diri setiap
muslim atau kelompok Islam. Namun hendaknya kita bersikap proporsional, yakni
tidak memutlakkan kebaikan atasnya dan juga tidak memutlakkan keburukan
baginya. Setiap muslim memiliki kelebihan-kekurangan tertentu. Kita harus
bersikap adil sebab Allah mencintai orang-orang yang adil. (QS. Al Maaidah 42;
QS. Al Hujurat 9; QS. Al Mumtahanah ..
LIMA, ana nasehatkan kepada ikhwan-akhwat yang sedang belajar ilmu-ilmu
keislaman agar berhati-hati dari sikap ekstrem (berlebih-lebihan) dalam segala
wujudnya. Kalau dipengaruh-pengaruhi agar bersikap ekstrem, tinggalkan saja
sebab doktrin semacam itu akibatnya cuma kerugian saja. Ingatlah selalu sabda
Nabi Saw. dalam haditsnya, Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidak akan pernah
seseorang menyulit-nyulitkan perkara agama ini, melainkan ia akan dikalahkan.
(Riwayat Imam Bukhari, dari Abu Hurairah Ra.). Sekian pernyataan ana.
Pernyataan di atas ana sampaikan apa adanya, secara ikhlas, tidak ada paksaan
atau tekanan. Buat sahabat-sahabat yang mendapatkan manfaat dari pernyataan
ini, mohon doa antum semua agar Allah selalu membimbing ana (dan antum semua)
buat menetapi jalan yang diridhai-Nya. Amin ya Rabbal alamin. Buat
ikhwan-akhwat yang keberatan, tidak setuju, atau kecewa atas pernyataan ini,
silakan antum mengirim ke [EMAIL PROTECTED] Ana akan usahakan menjawab
surat-surat antum, yakni surat-surat yang layak dijawab. Siapa saja yang mau
beri masukan, kritik, atau kecaman (mungkin), silakan juga menulis ke e-mail di
atas.
Akhirnya ana berdoa kepada Allah, Ya Rabbana, kami telah menganiaya diri kami
sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami,
niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al Araaf: 23).
Ya Rabbi, ana memohon ampunan dan rahmat dari-Mu. Shalawat dan salam semoga
tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarganya, para shahabatnya, dan orang-orang
yang mengikuti sunnahnya akhir jaman. Amin ya Rabbal alamin.
MyQuran, 5 Agustus 2006
Al faqir ila Rabbi
Anwar Shiddiq
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news,
photos & more.
[Non-text portions of this message have been removed]