--- In [EMAIL PROTECTED], "suhana032003" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
hmm..aku pikir, Prof.na'im benar2 hebat pemikirannya??spt promosinya lewat milis dan internet *_* pak na'im mungkin dielu-elukan saat bedah buku di hotel sultan, karena tamu undangan yg lainnya sepemikiran dengannya. tapi..jadi kcian amat, saat dihadang oleh orang2 INSIST di MP Book Point, ya..ternyata hanya segitu aja, pemikiran si pembawa ide negara sekular. hmm..aku baru maklum, mengapa banyak sekali pengikut2 JIL dan sebangsanya yg berfikiran dangkal, karena prof. yg di elu2kan dan di datangkan dari negara jauh, nda ada apa2nya ternyata??hehehe dan sptnya model nekat aja.. beliau mengatakan, bahwa tidak mungkin meng-agama-kan satu negara, dan harus memisahkan antara agama dan ideologi. menurutnya islam adalah agama sedangkan sekular adalah ideologi, jadi tidak mungkin mengagamakan satu negara (itu menurutnya:) hmm..andai komentarnya spt itu, yg ada dipikiranku adalah ingin tahu pendapatnya mengenai negara yg dipimpin oleh Rasulullah dan sahabat dahulu, itu termasuk jenis negara apa?? dan pertanyaan itu kemudian dipertegas oleh mas henry shalahuddin, saat selesai acara dan beliau mengatakan bahwa yg dipimpin oleh Rasulullah adalah bukan suatu negara, karena yg membedakan untuk bisa dikatakan negara or bukan, hanya berdasarkan pembuatan pasport dan visa..?? hehehehehe mosok profesor, kasih jawaban nda ilmiah banget sich?? nda malu sama pak hamid fahmy yg ada disitu..seorang profesor hanya kasih jawaban membedakan antara negara dan bukan, hanya berdasarkan pembuatan pasport dan visa aja...???hehehehe lha iyalah..gimana mau buat pasport dijaman Rasul, wong kemana2 naik onta or kuda??hehehe sepengetahuanku, mau buat pasport itu kalau mau naik pesawat, karena lintas negara jadi "nda mungkin" lagi naik onta saat ini..hehehe prof..prof..kalau bodoh ya..jangan ngajak2 orang knape?? nda malu sama pak hamid yg Doktor tuch???profesor jawabnya gitchuuu..??^_^ afwan hanya curhat aja.. salam hana --- In [EMAIL PROTECTED], "Mahir Moh.Soleh" <maher_thea@> wrote: > > 18 Juli 2007 - 15:20:23 (Dibaca 47 kali) > Prof. Abdullahi Ahmed An-Na'im Ada di Indonesia CSRC News (17/07/2007), Abdullahi Ahmed An-Na'im, pemikir Muslim terkemuka asal Sudan tengah berada di Indonesia. Professor Charles Howard Candler di bidang Hukum di Emory Law School, Atlanta yang dikenal luas sebagai pakar Islam dan HAM dalam perspektif lintas budaya ini akan berada di Indonesia selama hampir sebulan. > > Kunjungan Prof. Abdullahi Ahmed An-Na'im ke Indonesia dalam rangka memperkenalkan wacana hasil penelitiannya beberapa tahun belakangan tentang masyarakat Islam dalam dunia global, khususnya hubungan antara Islam, Negara, dan masyarakat. Hasil risetnya ini diterjemahkan oleh tim Center for the Studiy of Religion and Culture (CSRC) dan diterbitkan bekerjasama dengan Penerbit Mizan dengan judul "Islam dan Negara Sekular: Menegosiasikan Masa Depan Syariah". > > Sesuai jadwal, Prof. Abdullahi Ahmed An-Na'im tiba Indonesia pada Minggu malam (15/7) di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng dengan disambut oleh Tim CSRC UIN Jakarta. Untuk selanjutnya menuju Hotel tempat beliau menginap. > > Paginya, Prof. An-Na'im datang ke kantor CSRC UIN Jakarta (16/7) pukul 09.00 wib, disambut hangat oleh Direktur CSRC UIN Jakarta dan pengurus lainnya. Di CSRC beliau membahas detail jadwal kunjungan selama satu bulan di Indonesia bersama tim Panitia CSRC. Siang harinya, dengan didampingi Chaider S. Bamualim, dan Ketua Panitia, Sholahudin A. Aziz, beliau bertemu dengan Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Komaruddin Hidayat yang didampingi oleh Purek bidang Akademik UIN Jakarta, Dr. Jamhari, Direktur CSRC UIN Jakarta, di kawasan Pondok Indah. > > Hari berikutnya, Selasa (17/7), Prof. An-Na'im bersama dengan Direktur CSRC, Chaider S. Bamualim dan ketua panitia, Sholahudin A. Aziz, melakukan silaturahmi ke beberapa lembaga keagamaan. Kunjungan pertama ke kantor PB Nahdlatul Ulama, pukul 09.00, untuk bertemu KH. Hasyim Muzadi, namun karena beliau masih ada acara di NTB, maka beliau ditemui oleh jajaran Ketua PB NU yang diwakili oleh Prof. Dr. Maidir Harun. > > Kemudian dilanjutkan mengunjungi PP. Muhammadiyah, pukul 13.00-13.45 dan diterima langsung oleh Ketua PP. Muhammadiyah, Prof. Dr. Din Syamsuddin. Silaturahmi ini berjalan dalam suasana keakraban yang mendalam. Din Syamsuddin menyambut baik kehadiran buku terbaru ini, dan mengucapkan terima kasih atas pemberian buku tersebut langsung dari penulisnya. Selanjutnya, Pukul 14.00 bertolak ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta Pusat untuk bertemu dengan pejabat Kedutaan Besar Amerika. Diskusi di Kedubes Amerika berjalan dengan cukup serius dan menarik. > > Hari ini (18/7) agenda kunjungan Prof. An-Na'im adalah di Nangroe Aceh Darussalam selama 3 hari untuk menjadi pembicara di "International Conference of Islamic Syariah and Global Challenge" dan acara peluncuran buku beliau di Hermes Palace Hotel. > > > Berikut perincian singkat Kunjungan Prof. Abdullahi Ahmed An-Na'im di Indonesia: > > 15-17 Juli 2007 > > Kedatangan di Jakarta dan kunjungan ke UIN Jakarta dan beberapa tempat di Jakarta > > 18-20 Juli 2007 > > Peluncuran Buku Islam dan Negara Sekular: Menegosiasikan Masa Depan Syariah > di Aceh > > 23-25 Juli 2007 > > Silaturahmi dengan beberapa tokoh Islam dan Media massa di Jakarta > > 26 Juli 2007 > > Grand Launching, Islam dan Negara Sekular: Menegosiasikan Masa Depan Syariah > Hotel Sultan Jakarta > > 28-31 Juli 2007 > > Peluncuran Buku Islam dan Negara Sekular: Menegosiasikan Masa Depan Syariah di Bandung > > 2-3 Agustus 2007 > > Peluncuran Buku Islam dan Negara Sekular: Menegosiasikan Masa Depan Syariah di Yogyakarta > > 4 -6 Agustus 2007 > > Diskusi di beberapa pusat kajian, perguruan tinggi dan media massa > > 7-9 Agustus 2007 > > Peluncuran Buku Islam dan Negara Sekular: Menegosiasikan Masa Depan Syariah di Makassar > > 11 Agustus 2007 > > Kembali ke Amerika > > > (abd sajad) > http://www.csrc.or.id/berita/?Berita=071807032023&Kategori=34 > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > --- End forwarded message ---

