Assalaamu ' Alaikum Wr, Wb,

FYI 

dari milist tetangga, bagaimana tanggapan antum semuanya,

Wassalaamu' Alaikum Wr, Wb,
MARYANI
QA DEPT.
PT. ASMO INDONESIA
MM 2100 INDUSTRIAL TOWN BLOCK FF-3/ FF-5
CIBITUNG BEKASI 17520 
PHONE : 62 - 21 8981288   EXT. 219   FAX : 89982777
NICE NET : 5066 - 219 
EMAIL ; [EMAIL PROTECTED]
----- Forwarded by Quality Assurance/AINE on 08/01/2007 12:43 PM -----


"Ridwan Kamil" <[EMAIL PROTECTED]>
08/01/2007 11:43 AM

 
        To:     <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, 
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, 
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, 
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, 
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, 
<[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>, "RENI ROSITA" 
<[EMAIL PROTECTED]>
        cc: 
        Subject:        Ajaran Rasul Baru Meresahkan Yogya


Ajaran Rasul Baru Meresahkan Yogya
Penulis: Al-Ustadz Ayip Syafruddin
Syariah, Kajian Khusus, 24 - Juli - 2007, 02:16:52


"Aku Al-Masih Al-Maw'ud menjadi syahid Allah bagi kalian, orang-orang yang 
mengimaniku, dan aku telah menjelaskan kepada kalian tentang sunnah-Nya 
dan rencana-rencana-Nya di dalam hidup dan kehidupan ini sehingga dengan 
memahami sunnah dan rencana-rencana-Nya itu kalian dapat berjalan dengan 
pasti di bawah bimbingan-Nya.

Selanjutnya bagi kaum mukmin yang mengimaniku agar menjadi syahid tentang 
kerasulanku kepada seluruh umat manusia di bumi Allah ini, seperti 
hal-halnya murid-murid Yesus, tatkala Yesus berbicara kepada 
murid-muridnya maka murid-muridnya itu segera melaksanakan 
perintah-perintahnya." (hal 178)

"Dan aku juga memerintahkan kepada katib agar mempersiapkan sebuah acara 
di Ummul Qura' bagi para sahabat untuk menjadi syahid bagi kerasulan 
Al-Masih Al-Maw'ud, tetapi katib mengusulkan agar acaranya diadakan di 
Gunung Bunder saja, akupun menyetujuinya, di malam yang ketigapuluh tiga, 
tiga hari menjelang empat puluh hari aku bertahannuts, kembali aku 
bermimpi, di dalam mimpi itu aku sedang dilantik atau diangkat menjadi 
rasul Allah disaksikan para sahabat." (hal 182)

Kisah di atas dikutip dari buku "Ruhul Qudus yang Turun Kepada Al-Masih 
Al-Maw'ud" edisi pertama Februari 2007, diberi kata pengantar tertanggal 
Gunung Bunder, 10 Februari 2007 oleh Michael Muhdats.

Buku tersebut merupakan firman Allah atau ruhul qudus yang diturunkan 
kepada rasul-Nya. Sebagaimana dinyatakan dalam kata pengantarnya, "Buku 
yang ada di hadapan saudara ini merupakan firman Allah atau ruhul qudus 
yang diturunkan kepada rasul-Nya, sehingga isinya tidak perlu kami 
komentari lagi, agar kesuciannya tidak tercampur atau terpengaruh oleh 
pendapat kami pribadi."

Buku tersebut beredar secara khusus di kalangan pengikut Al-Qiyadah 
Al-Islamiyyah. Sebuah kelompok yang memiliki pemahaman bahwa telah ada 
seorang rasul yang diutus Allah ke muka bumi pada saat sekarang ini. 
Pelantikan rasul ini terjadi pada tanggal 23 Juli 2006 di Gunung Bunder 
(Bogor-Jawa Barat).

Banyak dari kalangan kaum muslimin yang termakan gerakan kelompok ini. Di 
Yogyakarta, gerakan kelompok ini mulai merambah kalangan kampus dan 
meresahkan masyarakat. Model gerakannya senyap, tersembunyi, dan 
berkembang melalui rekrutmen dengan menggunakan pola sistem sel.

Selain meyakini adanya rasul Allah pada masa sekarang ini, yang mereka 
sebut Al-Masih Al-Maw'ud, mereka pun berkeyakinan bahwa shalat 
(dikerjakan) hanya pada waktu malam saja. Tidak ada shalat lima waktu 
sebagaimana kewajiban yang ditunaikan kaum muslimin umumnya. Mereka pun 
menganggap musyrik orang yang tidak sepaham dengan mereka.

Lafazh syhadatain mereka berbeda dengan yang diucapkan dan diyakini kaum 
msulimin. Seperti termuat dalam buku di atas, lafazh syahadatain kelompok 
Al-Qiyadah Al-Islamiyyah ini berbunyi, "Aku bersaksi bahwa tiada yang hak 
untuk diibadahi kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa anda Al-Masih 
Al-Maw'ud adalah utusan Allah". (hal 191)

Bila seseorang melakukan ibadah tanpa mengikuti rasul setelah Muhammad, 
yaitu Al-Masih Al-Maw'ud, maka tidak akan diterima ibadahnya. (hal 175)

Keyakinan mereka, bahwa Islam sekarang sudah tidak sempurna lagi. Menurut 
mereka, Islam yang sempurna adalah Islam yang sudah menzhahirkan dirinya 
dalam tiga syarat, yaitu hukumnya sudah lengkap, struktur kekuasaan 
ummatnya sudah ada, serta daar atau negerinya jatuh ke tangan ummat. (hal 
166)

Karena itulah, pada tahap pertama programnya adalah pembinaan iman atau 
aqidah yang fokusnya memberikan peringatan kepada manusia tentang 
kebangkitan kembali Islam, dan memberi hiburan bagi orang-orang yang mau 
bertaubat dan menerima kehadirannya, bahwa mereka akan diampuni?" (hal 
174)

Al-Masih Al-Maw'ud menyatakan bahwa dirinya banyak menerima wahyu dari 
Allah saat bertahannuts di Gunung Bunder. Dan kepada para pengikutnya 
ditekankan agar bersaksi bahwa semua itu adalah kebenaran yang datang dari 
Allah melaui rasul-Nya. (hal 184)

Namun demikian, apa yang diajarkan oleh kelompok Al-Qiyadah Al-Islamiyyah 
ini, ternyata tidak semata mengutip ayat-ayat Al-Quran saja. Mereka juga 
mengajarkan juga paham-paham Kristen, bahkan banyak mengutip dan 
mendasarkan ajarannya pada Al-Kitab (Injil). Mereka berpemahaman bahwa 
ajaran yang dibawa Moses, Yesus, dan Ahmad (Nabi Muhammad-penulis) adalah 
sama karena memiliki sumber ajaran yang sama pula (dari Allah), bahkan 
kata mereka, di dalam Islam ada konsep trinitas sebagaimana dalam ajaran 
Kristen.

Demikianlah, mereka mencampuradukkan ajaran. Banyak lagi ajaran-ajaran 
yang mereka tanamkan kepada para pengikutnya dengan memberikan pemahaman 
yang menyesatkan. Mereka tidak segan-segan menyatakan, "Sebetulnya ajaran 
Yesus sama dengan ajaran Islam."

Melalui tulisan ini, dihimbau kepada kaum muslimin untuk mewaspadai 
gerakan kelompok ini. Gerakannya masih terselubung menjadikan berbagai 
pihak menemui kesulitan untuk memantau secara seksama.

Masalah penyebaran paham gerakan ini tidak bisa dianggap sepele sehingga 
menjadikan kaum muslimin bersikap pasif. Namun, hendaknya berbagai 
kalangan menyerukan (agar waspada) terhadap kesesatan yang ada, 
sebagaimana disebutkan di muka, untuk ditangkal. Masyarakat diminta untuk 
mewaspadai dan jangan sampai terjebak mengikuti pemahaman sesat ini.

Agama ini, yaitu Islam, telah sempurna dan hanya Islam, agama yang 
diterima di sisi Allah subhanahu wa ta'ala, pemahaman Islam yang 
disandarkan kepada Salafush Sahlih akan memberikan dasar kerangka 
pemahaman agama yang haq (benar), Allah subhanahu wa ta'ala berfirman,

"Pada hari ini, telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah 
Aku cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam itu 
menjadi agama bagi kalian." (Al-Ma'idah : 3)

"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam." 
(Ali-Imran : 19).

(Sumber: Buletin Asy-Syariah, diterbitkan oleh Yayasan Asy-Syariah 
Yogyakarta


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke