Artikel Islami
07 Juni 2005 - 17:06
Tidak semua orang dapat bertemu
dengan Allah swt.
"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia
mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam
beribadat kepada Tuhannya."
[QS. Al-Kahfi:110]
Didunia ini, pasti tidak sembarang orang dapat bertemu dengan orang-
orang penting. Betemu dengan raja/ratu, kepala Negara, para pejabat tinggi,
konglomerat, bilyuner atau trilyuner, dll. Selain mereka sangat sibuk, lagi
pula sangat banyak orang yang memerlukan dan berkepentingan dengan mereka.
Mereka harus memilih siapa saja orang- orang yang dapat bertemu dengan mereka.
Seberapa penting dan besar manfaatnya bagi mereka/negara jika memang harus
menemui orang-orang tersebut.
Bayangkan jika tiba-tiba kita mendapat undangan untuk bertemu presiden
Indonesia, pasti banyak sekali waktu yang kita sisihkan untuk bersiap-siap.
Mulai urusan pakaian, bahan pembicaraan yang akan disampaikan, sampai urusan
dandanan pun kita perhatikan. Persiapannya bisa berminggu-minggu jika undangan
tersebut tidak datang mendadak. Apalagi jika diundang raja/ratu atau
orang-orang penting dari negara lain, mungkin kita harus kursus bahasa mereka
dahulu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Walaupun biasanya didampingi
penterjemah.
Lalu bagaimana pertemuan kita dengan Allah swt. ? Sang Pencipta, Raja dari
semua Raja. Apakah terlintas bahwa kita dapat bertemu dengan Allah swt.
Siapa yang banyak mendapat pertolongan dari Allah swt, biasanya ia rindu
untuk bertemu denganNya. Rasa ingin tahu dan rasa sayang kepada Allah juga
membuat kita ingin sekali bertemu denganNya. Seperti apa DIA?
Dia yang mengatur seluruh urusan dibumi, langit dan seluruh jagat raya ini,
sehingga semua berjalan pada posisinya. Dia yang menciptakan manusia, hewan,
tumbuhan, langit, bumi, bulan,tata surya, malam dan siang, malaikat dan iblis.
Dia yang menghidupkan dan mematikan kita. Allah swt lebih sibuk dari siapapun
dimuka bumi ini.
Allah swt adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Rasanya Allah tidak
memiliki kepentingan atas siapa orang-orang atau hamba- hambaNya yang pantas
bertemu denganNya kelak di hari akhir. Malah, jika kita mempersiapkan diri
untuk bertemu dengan Allah swt, hasilnya adalah untuk kita sendiri.
"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia
mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam
beribadat kepada Tuhannya." [18:110]
Amal shaleh, kebaikan yang kita lakukan didunia, sujud dan patuh kepada Allah
swt, semua bermanfaat bagi diri kita sendiri. Hasilnya bahkan bisa lebih dari
hidup yang bahagia, hati yang lapang dan tenang, keluarga yang sakinah,rezeki
yang selalu cukup, dll.
Apabila persiapan kita untuk bertemu dengan orang-orang terpenting dimuka
bumi ini membutuhkan waktu berminggu-minggu. Maka, bertemu Allah swt, Tuhan,
Sang Pencipta pasti membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Bertahun-tahun,
bahkan sejak didalam kandungan, atau lebih dari itu.
Bagaimana ibadah yang Allah swt perintahkan, bagaimana agar tidak
menyekutukan/menduakan Allah swt, bagaimana agar Allah menyayangi kita.., dll.
Semua ada di Al-quran. Nabi Muhammad saw (dan juga nabi- nabi sebelumnya) telah
Allah utus untuk mencontohkannya yang kemudian dikumpulkan dalam hadis shahih.
Sebenarnya semua sudah dimudahkan oleh Allah swt untuk persiapan bertemu
denganNya.
Namun, tidak semua orang dapat bertemu dengan Allah swt.
"Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka
mereka tidak kuasa, dalam keadaan pandangan tunduk ke bawah lagi mereka
diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (didunia) diseru untuk
bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera" [68:42-43]
================================================
Hanya orang-orang mau dipanggil untuk sujud (patuh) kepada Allah selama
didunia yang dapat sujud dihadapan Allah swt dihari akhir. Insya Allah.
-----------
[EMAIL PROTECTED]
www.dudung.net
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]