Assalamu 'alaikum,
Dengan membuat Negara sekuler apapun istilahnya seperti sekarang ini,
hanya membuat manusia, anak keturunan Adam as, seperti anak ayam
kehilangan induknya. Alias kebingungan.
Ada yang sibuk menumpuk harta, ada yang kerjanya hanya
bersenang-senang, dan lain-lain sesuai keinginan nafsu masing-masing.
Padahal sebagai anak keturunan Adam as kita sudah memiliki 'misi' untuk
apa dikirim ke dunia ini.
Tujuan manusia dihidupkan oleh Allah SWT di planet yang kita sebut
bumi ini adalah:
1. Hidup untuk ibadah
2. Menjadi wakil Allah (khalifah individu dan kolektif)
3. Meneladani Rasulullah saw.
4. Melaksanakan Islam secara kaffah
5. Bersama-sama menyiapkan bekal ke akherat
Semoga bisa menjadi renungan bersama, bila ada yang tidak berkenan,
mohon dimaafkan.
Wassalam,
Wirawan
--- suhana hana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> CURHAT SEJENAK TENTANG Prof. Abdullahi An-Naim dan Orang-Orang JIL
>
> Pola pikir yg seragam dikalangan orang2 liberal, mulai dari
> produsen pemasoknya, agen hingga para pengecer maupun pemakainya.
> Mulai dari cara berfikir & akhlak yg semuanya serba terbalik dan
> bertolak belakang dengan cara berfikir dan akhlak seorang muslim. Dan
> mereka lebih mengarah bahkan persis sekali dengan cara berfikir dan
> berakhlaknya orang2 nasrani dan orientalis.
>
> Hmm..apapun yg menjadi tujuan keinginan mereka, maka mereka akan
> mencari dan membuat pembenaran agar keinginannya tercapai. Entah
> melalui cara berfikir yg seolah2 bisa diterima akal dengan
> menyodorkan/membuat data yg terkesan ilmiah, namun terlihat sekali
> mengada2 dan di ilmiah2kan.
>
> Spt kasus penulis Prof. Abdullahi Ahmed An-Naim yg menjajakan ide
> negara sekularnya di beberapa negara dengan menyebarkan buku hasil
> pemikirannya yg mengada2 dan di ilmiah2kan, agar bisa diterima oleh
> orang awam yg bodoh hingga para cendekiawan dan intelektual linglung
> yg sengaja di buat linglung dengan pemikian Naim yg linglung pula.
> Hmm..aku jadi teringat pesan guruku yg mengatakan, bahwa tidak semua
> buku boleh kamu baca, karena akan menjadi sampah dan memenuhi otak
> kamu, hingga mengurangi kapasitas kamu dalam berfikir, karena
> tercemar oleh virus2 para penulis yg tidak bertanggung jawab akan
> isinya.
>
> Promosi melalu media informasi yg besar2an terhadap sosok Abdullahi
> An-Naim terlalu dibesar2 kan (kebiasaan pihak media yg selalu
> membesarkan orang2 yg seide dengan media) hanya karena Naim menjabat
> sebagai Professor of Law, Emory University, Atlanta, Georgia, USA.
> Namun gelar ke professorannya dan negara tempat Naim bekerja yg sudah
> dikenal sebagai tolak ukur modernisasi dikalangan orang2 yg mengukur
> modernisasi dari kaca mata yg sama yaitu menilai modernisasi dari
> kaca mata dunia yg penuh tipu daya. Namun caranya berfikir dan data2
> yg Naim ajukan untuk membenarkan idenya, sungguh jauh panggang dari
> api, dibanding dgn gelar Professor dan kebesaran nama negara dimana
> dia bekerja, maupun media informasi yg terlalu membesar2kan dirinya,
> dan ternyata ide yg dijajakannya berikut alasan2nya serta data2 untuk
> membenarkan idenya, sangat tidak masuk akal para intelektual yg
> sebenarnya (buat bingung, berantakan dan ngawur) serta jauh dari
> kesan ilmiahnya seorang Professor, bahkan
> yg terlihat kesan yg diilmiah2kan, yg dipaksakan dan hanya sekedar
> untuk membenarkan idenya.
____________________________________________________________________________________
Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo!
FareChase.
http://farechase.yahoo.com/