Assalamu'alaykum wr.wb oke kita sharring dengan cool ya..:)
--- In [email protected], A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Wa'alaikum salam wr wb, > > 4. An Nisaa' > 59. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan > taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. > Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, > maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan > Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman > kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu > lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. kami dengar dan kami taat:) > > Menjalankan Hukum Allah wajib. Artinya meninggalkannya > dosa. Hukum Qishash, rajam, hudud, dsb mustahil dapat > dijalankan tanpa adanya negara Islam. Karenanya > menegakkan negara Islam sebagaimana yang disunnahkan > oleh Nabi dan dicontohkan para sahabat wajib kita > ikuti. ===>> mustahil pula orang mau menerima hukum itu semua, tanpa pembekalan ilmu terlebih dahulu. Sepakat, bahwa negara bersyariatkan islam itu wajib ditegakan, tapi Rasul tidak pernah mencontohkan cara kudeta dalam menegakannya. Cara kudeta pertama kali, baru dicontohkan pada saat pemerintahan Ali yg ingin digulingkan oleh Aisyah, dan akhirnya Aisyahpun menyesali tindakannya. Karena Rasulpun tidak pernah berusaha menggulingkan pemerintahan kafir quraish mekah, pada saat beliau belum menjabat sebagai pemimpin di madinah. > > Mengenai cara bisa beda2. Tapi saya tak setuju kalau > ada yang bilang demo itu bid'ah. Dalam satu hadits > Nabi bilang kalau ada kemungkaran kita bisa > mencegahnya dengan tangan, lisan, atau hati. Jadi cara > bisa macam2. Nabi sendiri kadang mengumpulkan orang > kemudian berceramah seperti ketika selesai Isra' > Mi'raj, atau sahabat Ibnu Mas'ud yang dilempar batu > ketika mengaji di tengah umum. > Sama seperti kita menulis email, atau bikin web, meski > di zaman Nabi tidak ada, bukan berarti bid'ah. Kita > berdakwah melalui berbagai media. ===>>demo, membuat web dan menulis email bukan masuk dalam kategori ibadah wajib dan sunnah, jadi tidak masuk dalam kategori bid'ah, tapi lebih menjurus pada (muamalah) akhlak. untuk urusan demo selama tidak mengganggu dan memberikan mudharat pihak lain, silahkan lakukan. tapi jika demo sudah mengganggu kenyamanan orang lain, dengan membuat kemacetan, kekacauan dijalan raya dan membuat yg lainnya tidak nyaman dan merasa terganggu kepentingannya, maka Rasul pernah bersabda : " Tidak ada kemudharatan dan tidak (boleh) menyebabkan mudharat (kepada orang lain)" > > Mengenai wajib taat kepada pemimpin yang zholim saya > kurang sependapat. Islam tidak mengajarkan ummatnya > untuk nrimo ditindas oleh pemimpin yang zholim. Islam > bukanlah alat untuk melindungi pemimpin yang zholim. > =======>>taat bukan berarti mentaati semua perintahnya tanpa memilih dan memilah, mana yg boleh dan mana yg tidak boleh. hmm..aku tetap membayar pajak, mentaati peraturan lalu lintas, berjalan disebelah kiri, menaiki tangga penyebrangan, dll.dlsbnya. yg diberlakukan oleh pemerintah selama tidak mengganggu akidah, akan aku kerjakan semampuku. Tapi aku tidak ikutan pesta demokrasi, anti pornografi, tidak anti poligami (walau pemerintah melarang keras untuk PNS). jadi..kita harus jeli, mana yg boleh ditaati dan mana yg tidak boleh ditaati. > Sebagai contoh para sahabat seperti A'isyah dan > sahabat lainnya serta Mu'awiyah dan kawan2 memberontak > terhadap pemimpin mereka: KHALIFAH ALI RA. Padahal > mereka mengetahui hadits2 langsung dari Nabi Muhammad > SAW. ======>> tapi Aisyah menyesali perbuatannya itu,karena tidak mendengarkan peringatan Rasulullah sblm meninggalnya. dan kejadian Aisyah yg akan memberontak pada Ali, sebelumnya sudah diketahui oleh Rasulullah dan mengingatkannya, akan ada wanita yg digonggong anjing Haw'ab karena tindakannya, pada suatu tempat yg pernah disebutkan oleh Rasulullah yg bernama Al-Urna. yg akhirnya Aisyah berhenti dan tidak meneruskan perjalanannya. > Nah jika terhadap pemimpin yang beriman dan tak pernah > ketinggalan shalat macam Khalifah Ali saja mereka > berontak, jika ada pemimpin yang zholim, niscaya semua > sahabat akan berontak. =====>>>hmm..apakah kepemimpinan kafir quraish mekah yg mengucilkan Rasulullah dan para sahabat, serta melarang para penduduk mekah untuk bergaul dan menjual makanan kepada pengikut Rasulullah selama 2th lebih, itu bukan kepemimpinan dzolim?? apakah Rasul dan sahabat memberontak dan lakukan perlawanan??? > > Jadi hadits itu secara matan/isi sangat lemah. > Para pemimpin Arab seperti raja2 Saudi Arabia, Qatar, > Oman, dsb juga sebetulnya tak lebih pemberontak yang > memberontak terhadap pemerintahan Turki Usmani. Dengan > dibantu tentara kafir Inggris, mereka memecahkan diri > dari kekhalifahan Turki Usmani. Toh sebagian ulama2 di > Timteng tetap mendukung mereka. ===>> hadist yg menerangkan ketaatan pada pemimpin banyak ditemukan pada hadist bukhari dan muslim, walaupun tidak semuanya mutawatir namun diakui ke shahihannya. hmm..memang saat ini belum ada satupun negara islam di dunia, tidak juga arab saudi maupun negara2 timur tengah lainnya. Apakah Arab Saudi, Qatar, Oman yg bang nizami sebutkan itu melakukan pemberontakan, apakah kita harus mengikuti ukuran negara2 itu??? bagiku tidak ada satupun negara islam saat ini, yg layak untuk dijadikan ukuran, tidak juga arab saudi walaupun ada ka'bah di sana.:) > Saat ini ummat Islam tercerai berai jadi negara2 > kecil. Ada Indonesia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, > Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Mesir, Libya, dsb. Sebagian > perang satu dengan lainnya sehingga jutaan muslim > tewas. Contoh perang Iraq-Kuwait-Saudi, > Malaysia-Indonesia, Pakistan-Bangladesh, dsb. ===>>hmm..justru kekhawatiranku akan terjadi hal serupa disini, maka aku lebih menganjurkan untuk kedepankan ilmu dalam mencapai satu tujuan. tidak adanya perang saudara (baik antara makmum maupun imam) dan tidak juga ada celah bagi pihak musuh untuk mengambil kesempatan menghancurkan kita dengan perang antara saudara sendiri. yg sudah terjadi diantara negara2 muslim di dunia biarlah terjadi, dan kita wajib mengambil pelajaran, agar hal itu tidak terjadi pula pada negara kita. > > Jadi tunduknya ummat Islam pada pemimpin2 zholim yang > kecil justru bertentangan dengan Al Qur'an yang > memerintahkan kita untuk tidak cerai-berai: > > 3. Ali 'Imran > 103. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali > (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan > ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu > (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah > mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena > nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu > telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah > menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah > menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat > petunjuk. ====>>>hmm..bagaimana penjelasan mengenai ayat yg aku copy kan dibawah ini? kepada firaun yg jelas2 dzolimnya pun Allah memerintahkan kita untuk bersikap lemah lembut, dan bukan bersikap keras dan kasar yg akan menimbulkan banyak kemudharatan. "Artinya : Pergilah kalian berdua kepada Firaun, sesungguhnya dia melampaui batas. Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan dia ingat atau takut" [Thahaa : 43-44] > > 3. Ali 'Imran > 105. Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang > bercerai-berai dan berselisih sesudah datang > keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah > orang-orang yang mendapat siksa yang berat, > > Ayat di atas jelas memerintahkan ummat Islam untuk > bersatu. Zaman Nabi pemimpin hanya satu, demikian pula > zaman sahabat. ====>> aku sepakat, bahwa umat muslim harus bersatu, tapi ingat pemimpin kita yg sedang kritisi itupun seorang muslim. tidak fair rasanya kalau kita mengajak bersatu antara sesama muslim, tapi memusuhi muslim lainnya. Pemimpin kita insya Allah muslim, namun sistem yg dijalankannya itu, belum mengikuti syariat (jadi bedakan mana subyeknya (muslimnya) dan mana objeknya (aturannya) nah itulah..kadang kita lupa dan ternyata selama ini selalu merujuk pada kepemimpinan sesudah 3 jaman terbaik dan bukan merujuk pada kepemimpinan 3 jaman terbaik yaitu (rasul, sahabat, tabiin) > > Jangan sampai karena mentaati pemimpin yang zhalim > kita jadi cerai berai dan durhaka pada Allah. > > > yg dilakukan oleh HT, akan dianggap rawan > > untuk pemerintah yg merasa akan digoyang > > kepemimpinannya, dan sudah pasti pemerintah akan > > lakukan tindakan apabila dianggap sudah mulai > > membahayakan stabilitas keamanan negara yg > > dipimpinnya. > > Setiap perjuangan ada resikonya. Nabi diancam bunuh > bahkan pernah hendak dibunuh sehingga hijrah ke > Madinah. Tapi itu tidak membuat Nabi mundur. ===>>> nah itulah..tapi nabi tidak pernah berteriak untuk lakukan kudeta kepada pemimpin saat itu, walaupun beliau akan diancam bunuh.:) beda kasus saat Rasul sudah menjadi pemimpin di Madinah:) jadi..yg berhak melakukan kudeta dan teriak perang kepada pemimpin satu dengan yg lainnya adalah sama2 seorang pemimpin. dan nabi tidak pernah teriak perang or kirimkan utusan (delegasi) agar masuk islam or perang, selama Rasul menjadi seorang rakyat jelata, dan beliau lakukan itu setelah beliau diangkat pula menjadi seorang pemimpin di madinah. ini terlihat sekali etika perlakukan seorang pemimpin.:) > > Kita harus bisa membedakan orang yang senang membom > dgn HT. Dari berita CNN juga disebut bahwa HT meski > radikal (karena ingin mendirikan negara Islam) tidak > memakai kekerasan. ===>>>> masalahnya, tidak semua orang bisa membedakan mana yg haq dan mana yg batil. mana berita yg benar dan mana berita yg bohong. dan tidak semua orang cerdas dalam menerima ilmu dan pembelajaran. dalam satu kelas yg diajarkan oleh satu orang guru dengan 30 orang murid, aku yakin..rata2 mereka tidak semuanya menangkap apa yg sebenarnya dimaksud oleh sang guru, dan guru harus pandai2 melihat kemampuan para murid. kasus HT yg mendengar misi dan tujuannya, tidak semua sama menangkap pesan2 yg ingin disampaikan oleh HT. ada yg menerimanya dengan gembira, ada yg khawatir (aku mungkin termasuk yg gembira namun khawatir) ada yg marah (mungkin pemerintah masuk kategori ini) dll, tergantung siapa objeknya. > Memang di beberapa negara Arab HT sudah dilarang. Di > Indonesia bisa jadi akan dilarang juga. Tapi minimal > ummat Islam tercerahkan bahwa menegakkan satu > kekhalifahan Islam itu perlu. Tinggal kita pikirkan > sama2 caranya bagaimana. ====>>>itulah yg aku khawatirkan, niat yg baik bila tidak dilakukan dengan cara cerdas, maka akhirnya menjadi tidak manfaat bahkan timbulkan mudharat. sayang2 kan..?baru mulai antusias dan membawa angin segar bagi umat, namun harus nerima dikudeta terlebih dahulu oleh pemerintah sebelum berhasil melanjutkan tujuan selanjutnya:) hmm..aku sering pesan ke anakku yg dipesantren, silahkan bila kamu ingin 'nakal' tapi harus cari cara agar tidak kena hukuman dong..??:) semoga tidak timbulkan salah paham, sesungguhnya sesama saudara ada kewajiban untuk saling mengingatkan. yg benar dari Allah dan yg salah sudah pasti dariku. mohon maaf atas segala khilaf dan kata2 yg tidak berkenan, sekalian aku copykan ayat agar kita selalu ingat. "Dia memiliki kekuatan untuk mengirim bencana kepada mu, dari atas dan dari bawah, atau untuk melingkupi kamu dalam kebingungan konflik golongan, membuat kamu merasakan saling dendam - masing-masing dengan yang lain. Lihatlah betapa Kami menjelaskan tanda-tanda dengan berbagai simbol; agar supaya mereka mengerti." [6:65 ] salam hana

