Assalamu`alaikum Betul jangan ditanggapi pak .........pola harakinya gak beda ama NU, Muhamaddiyah, Persis dan JT. Mending tanggapin aja postingan saya yang kemarin tuh ttg HTI dan khilafah
Wassalam ----- Original Message ----- From: Bango Samparan To: [email protected] Sent: Tuesday, September 04, 2007 8:13 AM Subject: Re: [syiar-islam] DEBAT HT DAN PEMERINTAH Assalaamu'alaikum wr. wb. Mohon jangan ditanggapi respon ini sebagai mengajak debat kusir:-) Hana, saya sebetulnya tahu alur pikiran Anda sejak awal. Alur itu persis sama dengan teman,seperti yang pernah saya singgung, yang kebetulan adalah bawahan saya. Meski tak tertutup kemungkinan Anda punya varian pemikiran yang lain:-) Nah, dalam respon ini hanya hendak bertanya. Mungkinkah Anda mendidik seluruh penduduk Indonesia dari yang ke 1 hingga kurang lebih yang ke 200.000.000 menjadi cukup berilmu untuk mau menegakkan Islam secara sukarela di bumi Indonesia? Kalau seluruh penduduk terasa sebagai tututan yang berlebihan, kecilkan targetnya kepada apa yang disebut oleh sosiolog sebagai kelompok strategis, individu atau kelompok yang menjadi pace setter dinamika masyarakat Indonesia. Saya pribadi melihatnya sebagai tidak mungkin. Kita lihat Rasulullah. Dakwah Rasulullah adalah yang paling lembut dibanding kelembutan yang mungkin bisa dicapai oleh dakwah pengikutnya. Toh Rasulullah, tetap dimusuhi. Rasulullah pernah ditawari jadi raja, dan beliau menolak, ini tentu saja memperlihatkan bahwa Rasulullah tidak menginginkan semata-mata kekuasaan dalam dakwahnya. Toh, Rasulullah tetap dimusuhi juga. Soal sikap memusuhi sebetulnya tidak melulu datang dari langgam dakwah atau perjuangan kita, tetapi, IMHO, justru bersumber dari konsep Islam itu sendiri, yang ingin merelativisir segala kekuasaan manusia di dunia ini. Bukankah Islam menginformasikan bahwa kedaulatan harus diletakkan di tangan Rabbul 'Alamin? Nah, karena hal yang seperti itulah, penguasa-penguasa yang tak hendak tunduk kepada kedaulatan Allah marah, sebab mereka tahu, sekali ideologi ini didekap erat manusia, maka kekuasaannya akan runtuh atau direlativisir. Harakah, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, dalam membangun manhaj gerakannya, IMHO, mendasarkan diri pada asumsi ketidakmungkinan yang saya uraikan di atas. Oleh karena itu, saya melihatnya sebagai bukan masalah. Namun begitu, saya juga tidak melihat manhaj (kalau boleh saya menyebut begitu) yang Anda ambil, sebagai bukan masalah pula. Yang saya kuatir, karena manhaj Anda tampak sebagai counter idea dari manhaj harakah, maka bisa terjadi benturan di praksis. Dan kekuatiran saya, bukannya tanpa bukti kan? Wassalaamu'alaikum wr.wb. B. Samparan --- suhana hana <> wrote: > Bismillahirrahmanirrahiim.. > Assalamu'alaykum wr.wb > > Rasanya perlu menjernihkan pikiran dari segala sangka buruk perihal > perdebatan tentang HT dgn khilafanya. Mengapa aku nda mau banyak > bicara dan komentar mengenai gerakan ini? Karena rawan sekali menurut > pemikiranku. Bagiku membicarakan ini, spt makan buah simalakama, maka > aku lebih memilih diam, tapi rasanya saat ini.. aku perlu menjelaskan > ke arah mana pemikiran dan niatku menanggapi kasus HT ini. ... deleted __________________________________________________________ Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links. http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC [Non-text portions of this message have been removed]

