Assalamualaikum Wr. Wb.

Sepertinya agak kurang tepat kalau dikatakan dengan berdirinya
Khilafah akan berakibat pada leburnya negara-negara dengan tata
kekuasaannya,  adalah lebih bijak kalau menyebutnya dengan
bertranformasi kepada suatu tata kekuasaan baru.

Apa sebab? kalau kita lihat bagaimana perjalanan bangunan Islam di
masa lalu,  sang penguasa yang menyerah secara damai saat pasukan
Islam datang ke wilayahnya, tetap diberikan hak berkuasa memimpin
wilayahnya seperti sedia kala, hanya saja kemudian ia pun terikat pada
kepemimpinan pusat di tangan Khalifah.

Ibarat negara yang menganut sistem federal, maka negara-negara yang
tergabung dalam tatanan khilafah di kenal sebagai negara bagian yang
dipimpin oleh seorang gubernur, sejarah kita banyak bercerita secara
gamblang tentang hal ini. intinya suatu kekuasaan itu tidak hilang dan
lepas begitu saja dari tangan seorang pnguasa negara hanya bertranformasi.

Cinta pada kekuasaan adalah hal yang fitrah dan lumrah, saya pribadi
jujur "gila" akan kekuasaan, karena dengan kekuasaan banyak sekali
pilihan yang saya dapat lakukan. Dari kasus sederhana ini, secara arif
kita bisa mensiati rasa cinta yang fitah ini agar dapat bersinergi
dengan kepentingan umat yaitu terbentuknya Khilafah, detailnya
bagaimana ? jelas masih harus kita fikirkan bersama...

Animo terhadap tegaknya kembali khilafah sungguh bukan hanya keinginan
besar rekan2 Hizbut Tahrir, namun juga keinginan besar mereka yang
tahu akan pentingnya khilafah bagi kemapanan umat, banyak jalan yang
ditempuh dan dalam prosesnya mari kita saling bahu membahu dan
menyempurnakan, jangan sampai memelihara friksi yang terjadi akibat
perbedaan ini karena jelas akan mudah sekali untuk dimanfaatkan
pihak-pihak yang berseberangan dengan kepentingan dan tujuan kita bersama.

"Khilafah adalah solusi...Jelas !, namun sudahkah cara kita dalam
menggapainya termasuk bagian daripada solusi? renungkanlah rekan...!"

Kirim email ke