Assalamu`alaikum all my brothers and sisters
Artikel ini pernah ane posting dalam suatu milis ketika terjadi diskusi milister tentang HTI dan Khilafah........tapi gak ada komentar. Sekarang ane coba lagi untuk posting dengan sedikit editing dari postingan semula tanpa merubah maksud dan tujuan. Perdebatan diantara ummat Islam tidak akan pernah berhenti dan berakhir sebelum terpilihnya seorang pemimpin/imam/amir/syabab yang umat Islam berlindung (bersatu dan berbai`at) serta berperang dibelakangnya. Islam adalah Rahmatan lil`alamin, tapi dalam pelaksanaan penegakkannya (sirah nabawiyah ampe tarikh khilafah), ...........pada mulanya pergerakan rasulullah saw itu bersifat lokal (Piagam madinah : wilayah yang dipertahankan hanya dibatasi sekitar yatsrib saja) kemudian setelah itu meluas menjadi regional (mengirim surat kepada negara tetanga/wilayah sekitar, futuhat terhadap mekah, yaman, dll) dan kemudian menjelang wafat beliau menjadi internasional (mengirim surat kepada Najasi dan Heraklius dan pengiriman pasukan untuk berperang melawan Romawi). Maksud ane begini........... Untuk melaksanakan syariat gak mungkin bisa kalau ummat Islam gak bisa mewujudkan syarat yang harus dipenuhi untuk menerapkan syari`at : a.Undang - Undang ( udah punya qur`an ame sunnah plus kitab2 yang laen) b.Ummat (oke juga, udah banyak yang punya semangat nerapin syari`at Islam) c. Pemimpin (wah kalau ini kite kebanyakan stock: ada namanya Presiden -partai-, Amir -punya mmi-, Imam dll. Ini kudu discreening dulu mane yang lebih layak jadi pemimpin) d. Wilayah (bumi dan langit nih milik Alloh, cuman nyang jadi masalah wilayah mana yang hari ini dikuasai ummat Islam secara penuh??, kite kudu nyari......kalau gak bikin....kalau gak ya.........kita rebut tuh apa yang pernah menjadi milik Ummat Islam) Ke 4 syarat di atas tuch syarat minimal yang harus kita wujudkan dulu,........kalau enggak.........yach kita cuman mengejar dan berebut "pepesan kosong". Saya yakin para pendiri/pemikir/pencetus harakah2 yang sekarang ada sekarang ini, dulunya juga bersifat lokal....mengajak dulu kepada keluarga, rekan, handai tolan dan anak negeri untuk menegakkan syari`at Islam di wilayah masing-masing. Bukan "ujug-ujug" nyuruh negara/wilayah tetanga.Dan saya `ainul yakin kalau setiap negeri ada harokah -baca lokal- yang punya komitment untuk negakkin syariat, sebagaimana janji Rasululloh saw. Kenapa kita sesama ummat Islam bangsa Indonesia pada "pacarokot" mengagungkan bendera masing2 yang kita import dari negeri orang? Apa kita tidak sadar, bahwa dengan begitu kekuatan Islam justru akan terpecah? ......yang punya fikiran semakin banyak organisasi/harakah Islam semakin kuat ummat islam saya mohon untuk berfikir ulang dan camkan baik2; bukankah lidi itu akan kuat kalau dalam 1 ikatan? dan ikatan itu adalah Aqidah, dan aqidah itu adalah syahadah, syari`ah dan jama`ah, sementara jama`ah itu kepemimpinan dan ketho`atan (loyalitas) Nah, kita sesama orang Indonesia cobalah kita bicara keindonesiaan (orang bilang ashobiyah......tapi ane mau tanye ape itu ashobiyah ....wong piagam madinah itu isinya banyak nyebutin "aus dan khajraj" padahal itu yang bikin Nabi dan Rasul lho, dan di piagam tersebut tidak disebut kalimat "untuk seluruh dunia atau rahmatan li`alamin '.........gak........gak ada itu). saya punya ide "gila", kalau gak mau disebut outhopis atau brilian.....atau mimpi......atau apa saja deh kalian mau sebut. Idenya begini : Seluruh pemimpin harokah yang komitmen terhadap syari`at (tuh harus pada ngumpul/meeting/syuro` (silaturahim) membicarakan masalah yang besar ini, kemudian membentuk Majelis Islamiyah (Pemerintahan Islam sementara) atau Komite Persiapan Penegakkan Syari`ah Islam Seluruh Indonesia (KPPSISI) dan membuat sebuah agreement atau semacam Piagam (mau Piagam Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung ........terserah) dan diikuti dengan mengagkat Imam atau Presiden atau Amir apa Syabab..........sama aja. Kemudian setelah itu membagi sistem kerja KPPSISI itu ke dalam beberapa Departemen seperti di bawah ini : 1.Dep. Dalam Negri : PKS (biar ngudak2 dpr/mpr agar mau negakkin syari`at Islam 2.Dep. Luar Negri : Hizbuththahrir (lobi dan diplomasi luarnya oke) 3.Dep. Kemakmuran Masjid : Jama`ah Tablig (kite sama2 tahu) 4.Dep. Penerangan Dev. Aqidah : Salafi (biar paku ushul tsalasah) 5.Dep. Penerangan Dev. Syari`ah dan Mu`amalah : Persis, NU 6.Dep. Pendidikan : Muhammadiyah dan Al Irsyad 7.Dep. Sosial (ZIS) : Dompet Dhu`afa 8.Dep. Hankam : MMI, Laskar Jundullah, Hizbulloh 9.Dep. Kepolisian : FPI 10.Dep. Politik, Kehakiman dan Ketatanegaraan : DI (bukan NII Az Zaitun) 11.Dep. Perekonomian : Al Arqom (harakah ini penekanan tawakal bisnisnya oke) 12. Risert Senjata : JI 13.Mufti (40 orang, pilih dari setiap harakah yang memenuhi syarat). Subhanalloh .........wahai saudaraku anda akan saksikan kekuatan yang dahsyat yang mampu menggentarkan musuh2 Alloh, dan saya haqqul yakin Daulah/Khilafah Islamiyyah itu cepat terwujud. saya ajak ini kepada diri saya, dan anda semua yang mengaku orang yang rindu akan syurga........paling benar.........paling nyunnah..........paling Islami..............apapun alat perjuangan anda .........Pks, Salafi, DI, NU, Muhammadiyah, HTI, Laskar2, Usroh, IM, MMI, JI atau yang lain (ane gak hapal semuanya karena lebih dari 100) Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.(Tqs. 3:103) Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya . (Tqs. 8:60) wassalam Abu Khansa . [Non-text portions of this message have been removed]

