Wa'alaikumsalam wr wb
Terima kasih Bapak atas tanggapannya. Bapak Faisol, memang pilihan kata akan
bisa membiaskan makna dan mengubah persepsi. Tulisan tersebut saya kutip dari
sebuah website. Maaf jika kurang berkenan. Saya tak berpikiran negatif sama
sekali. Saya setuju pendapat antum yang ini Bapak.
"Nah, apakah sejarah Islam memang mencatat Pasukan
Islam menyerbu lebih dulu? Pasukan Islam Menaklukkan
atau menjajah? dan kata-kata "berkonotasi negatif"
lainnya? Bukankah dalam fathu makkah sebenarnya
"Jamaah/Umat Islam" yang dipimpin Rasululloh saw
kembali ke rumah asal (Makah) setelah sekian lama
diusir? bahkan rumah ibadah (sekitar Ka'bah) dijajah
dan didirikan arca-arca? Lalu umat Islam bersama
Rasululloh pulang membersihkannya. Nah pada saat
itulah justru Kaum kafir Quraisy takut jangan-jangan
Umat Islam akan membalas....ternyata Rasululloh
bersabda siapa yang ikut Rasululloh, aman. Siapa yang
masuk rumah Abu Sufyan, aman."
Bapak tulisan dibawah adalah sepenggalah sirah Nabi yang secuil. tentu saja
tak sempurna dan utuh pemahamannya bila kita tak membaca seluruh sirah
Nabawiyah. Maaf, tentu bapak sudah membacanya. Kita perlu untuk mengurainya
latar belakang kenapa Rasulullah melakukan penyerangan ke Hunain dan menaklukan
Mekkah dengan damai. Hunain telah membuat persiapan perang untuk menyerang
Madinah dengan menghimpun pasukan, sebelum terjadi peperangan itu terjadi,
Rasulullah berinisiatif untuk memulai terlebih dahulu. Ini adalah termasuk
dalam strategi perang.
Bapak, yang saya pahami jihad itu memiliki makna syari' dan makna bahasa.
Makna jihad secraa syari' tidak ada arti lain selain perang (qital). Ada pun
makna bahasa adalah bersungguh-sungguh.
Jihad secara syari' yang saya pahami terbagi menjadi dua jihad ofensif dan
defensif (mempertahankan diri).
Jihad ofensif hanya boleh dilakukan oleh negara Islam (khilafah Islam)
kepada negara atau kelompok yang benar-benar secara fisik memusuhi Islam atau
terkategori dalam kafir harbi fi'lan (kafir harbi yang nyata-nyata menyatakan
perang terhadap islam).
Pada saat Rasulullah siapa sajakah yang termasuk kafir harbi fi'lan itu?
antara lain Quraisy, Bani Yahudi (Quraizhah, Nadhir, Qainuqa, Kaibar yang
merobek perjanjian damai dan melakukan makar perang untuk menghancurkan Islam
dan negara Islam), Romawi yang nyata-nyata menyiapkan pasukan di tepi batas
jazirah arab (ingat perang Tabuk), Persia (dimana kisra telah merobek surat
perdamaian Rasulullah).
Rasulullah tak melakukan itu kepada kafir mu'ahid (orang kafir yang terikat
perjanjian damai dengan negara Islam) apalagi kafir dzimmi (orang kafir yang
menjadi warga negara Islam). Bahkan nyawa, harta, ibadah mereka wajib
dilindungi khilafah Islam.
fathu Makkah memiliki makna penaklukan Makkah. Setelah kaum Quraisy melanggar
perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati. Hal ini dilakukan dengan cara
damai dan mengepung Makkah dari berbagai penjuru.
Perlu juga melihat riwayat perbuatan Quraisy yang terlebih dahulu menyerang
umat islam dan melakukan hambatan dakwah fisik. Selain Perang Badar, kita bisa
melihat apa yang dilakukan Quraisy saat perang saat perang Ahzab (Khandak).
Quraisy di bawah Abu Sufyan telah melakukan makar dengan Bani Bathfan bani
Quraidzah untuk mengepung Madinah.
Saya lampirkan tulisan lain semoga bermanfaat:
http://islamiyah.wordpress.com/2007/03/23/jihad-dan-hukum-perang-dalam-islam/
mohon maaf jika ada salah persepsi, bukan maksud saya.
syukron jazakumullah khoir katsir
faisol muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalaamu 'alaikum wr wb.
Ba'da salam, mohon maaf kalau tidak berkenan atas
pertanyaan saya. Artikel yang Bapak up load, bagi saya
sangat bagus, terima kasih. Hanya, Setelah saya
bekerja sebagai editor di sebuah penerbit lebih dari
12 tahun, saya baru betul-betul merasa dahsyatnya
perang pena (ghazwul fikr).
Alhasil, sebagian orang non muslim (bahkan para
peneliti islam-- terakhir seperti catatan harian Ust.
Adian Husaini di milist syiar-islam) memiliki
pandangan tentang Islam yang salah. Di Negara Eropa
Rasululloh saw digambarkan bawa Bom dan dakwah dengan
pedang, Sultan Babullah di Ternate menyerbu Belanda,
terakhir AS menganggap umat islam identik dengan
penyerbu/teroris, dll dll.
Nah, apakah sejarah Islam memang mencatat Pasukan
Islam menyerbu lebih dulu? Pasukan Islam Menaklukkan
atau menjajah? dan kata-kata "berkonotasi negatif"
lainnya? Bukankah dalam fathu makkah sebenarnya
"Jamaah/Umat Islam" yang dipimpin Rasululloh saw
kembali ke rumah asal (Makah) setelah sekian lama
diusir? bahkan rumah ibadah (sekitar Ka'bah) dijajah
dan didirikan arca-arca? Lalu umat Islam bersama
Rasululloh pulang membersihkannya. Nah pada saat
itulah justru Kaum kafir Quraisy takut jangan-jangan
Umat Islam akan membalas....ternyata Rasululloh
bersabda siapa yang ikut Rasululloh, aman. Siapa yang
masuk rumah Abu Sufyan, aman.
Begitu juga dengan berita "peperangan", bukankah
sebenarnya umat Islam hanya mempertahankan diri? Atau,
kalau contoh sejarah Sultan Babullah,
Ternate...bukankah sebenarnya yang menyerang adalah
Belanda, lalu Sultan bersama rakyatnya berusaha
mengusir?
Bagaimana ya pak? Ini menjadi pembenar kalau kita
(umat islam) disesat-sesatkan dengan metode penafsiran
teks/kata-kata model HERMEUNITIK yang hasilnya seperti
JIL?. Sekali lagi mohon maaf atas pertanyaan ini, tapi
hanya satu tujuan saya, yaitu belajar utk menuju
ridhlo Alloh bersama seluruh saudara muslim.
Salam hormat,
faisol muhammad
--- aris solikhah wrote:
> Berapa pun kali kisah ini dibaca tetap saja,
> rasa haru menyeruak khususnya saat Rasulullah
> memberikan tausyiah pada kaum Anshar yang merasa tak
> dihargai perjuangannya. Saat kaum Anshar cemburu
> pada Rasulullah yang memberikan ghanimah (harta
> rampasan perang) amat besar kaumnya (Quraisy)
> dibandingkan Anshar. Kebersihan hati Kaum
> Anshar, keridhaan ,pengorbanan dan kecintaan mereka
> atas keputusan Rasulullah ini patut ditiru. Semoga
> kita dianugerahi hati dan keikhlasan seperti kaum
> Anshar yang senantiasa menolong agama Allah tanpa
> pamrih kecuali cinta Allah dan Rasul-Nya semata
> ------------------------------------ Mata Air
> Hunain Perang Badar baru saja selesai. Namun,
> peristiwa itu tidak mungkin hilang begitu saja dari
> benak fikiran para sahabat. Ini kerana Badar
> merupakan pengalaman mereka yang pertama dalam
> keramaian genderang perang.
>
> Ketika perang Hunain berakhir dengan kemenangan kaum
> muslimin, Rasulullah SAW dan kaum muslimin
> mendapatkan harta rampasan perang yang melimpah.
> Perang ini berlaku pada tahun ke-8 hijrah. Dengan
> penaklukan kota Mekah, kaum kuffar Arab akhirnya
> bergabung, bersedia menyerang kaum muslimin. Bahkan,
> mereka turut membawa anak isteri mereka juga harta
> benda yang mereka miliki. Perang yang akan merka
> tempuh seolah-olah perang pertarungan harga diri
> sehingga mereka harus membawa semua yang mereka
> miliki untuk berada dalam kafilah perang mereka.
>
> Di pihak lain, kaum muslimin yang berjumlah 10
> ribu orang anggota yang telah menyerbu dan menakluk
> kota Mekah sudah bersiap sedia berangkat ke Hunain.
> Pasukan ini telah pun ditambah dengan dua ribu orang
> mualaf, orang yang baru masuk Islam dari penduduk
> Mekah. Sebuah penghormatan dan harga diri kadang
> kala menjadi suatu yang amat berharga sehingga apaun
> yang dimiliki dapat dikerahkan untuk mendapatklan
> kembali harga diri tersebut. Begitulah yang terjadi
> kepada orang-orang Arab yang merasa kehormatannya
> diragut oleh umat Islam Madinah yang berhasil
> menduduki dan menakluk kota Mekah.Puncak perjuangan
> kaum kuffar untuk kembali merebbut kehormatan dan
> harga diri mereka adalah dengan menentang umat
> Islam.
>
> Jumlah pasukan Islam yang banyak yang bersedia untuk
> berperang melawan kuffar Arab iaitu dalam 12 ribu
> orang telah menimbulkan sikap ghurur (bangga diri)
> pada sebahagian kaum muslimin. Mereka beranggapan
> bahawa jumlah pasukan umat Islam yang besar akan
> mudah mengalahkan pasukan kuffar Arab sehingga
> mereka meremehkan kekuatan musuh. Penyakit ghurur
> ini menjadikan maknawiyah pasukan Islam menjadi
> kendur. Mereka kurang bersandar kepada Allah sebagai
> sumber kekuatan. Hal ini kerana secara manusiawi
> mereka jauh lebih besar daripada pasukan musuh
> sehingga tidak terdorong atau melupakan bahawa
> sumber kemenangan adalah daripada Allah SWT, sama
> seperti maknawiyah kafir Quraisy ketika mereka
> menghadapi pasukan Islam di Badar. Akan tetapi,
> mereka yang sudah ditempa dengan tarbiyah Rasulullah
> SAW tergerak dan segera menyusun kembali barisan
> untuk menguasai keadaan sehingga pertempuran itu
> berakhir dengan kemenangan.
>
> Kemenangan kaum muslimin mendatangkan banyak harta
> rampasan perang dan tawanan, 6 ribu orang tawanan,
> 24 ribu unta, 40 ribu lebih kambing, dan 4 ribu
> lebih uqiyah perak.
>
> Pembahagian Harta Rampasan Perang
>
> Ketika perang berkahir dan setelah beberapa lama
> Rasulullah menunggu kaum Hawazin yang mungkin datang
> untuk menebus tawanan mereka di Jiranah. Rasulullah
> SAW membahagi-bahagikan harta rampasan perang kepada
> para muallaf, pemuka Mekah yang belum lama masuk
> Islam, dengan jumlah yang cukup besar untuk mengikat
> hati mereka.
>
> Abu Sufyan diberi 40 uqiyah dan 100 ekor unta,
> kemudian Abu Sufyan ,meminta bahagian anaknya,
> Yazid. Rasulullah SAW meluluskan permintaan Abu
> Sufyan itu dengan memberikan anaknya jumlah yang
> sama seperti yang beliau perolehi. Begitu juga
> dengan anaknya yang bernam Muawiyah. Rasulullah SAW
> memberikannya dengan jumlah yang sama. Kepada Hakim
> bin Hizam, Rasulullah SAW memberikan 100 ekor unta,
> kemudian dia meminta lagi dan memberikannya tambahan
> 100 ekor lagi. Shafwan bin Umayyah diberi 100 ekor
> unta, kemudian 100 ekor lagi, dan ditambah lagi
> dengan 100 ekor.
>
> Al-Haritsah bin Al-Harits bin Kaladah diberi 100
> ekor unta dan beberapa pemuka Quraisy yang lain juga
> memperolehinya. Selain mereka, ada juga yang
> mendapat 50 ekor unta, 10 ekor unta, 5, 4, sehingga
> dikhabarkan bahawa Rasulullah memberikan setiap
> muallaf yang meminta atau minta tambahan bahagian
> dan baginda tidak takut miskin. Orang-orang Arab
> berkerumun meminta bahagian harta sampai baginda
> terdesak ke sepohon pokok hingga baju baginda
> terlepas. Baginda berkata, Wahai kalian,
> kembalikan bajuku, demi Zat yang diriku di
> tangan-Nya, andaikan aku memiliki tanaman di
> Tihamah, maka aku akan memberikannya kepada kalian
> dan kalian tidak memanggilku sebagai orang kikir,
> takut, dan berdusta.
>
> Kemudian, bagindapun berdiri di samping unta
> miliknya sambil memegang sebiji gandum dan bersabda,
> Wahai manusia, demi Allah, aku tidak lagi
> menyisakan harta rampasan kalian, termasuk biji
> gandum ini, kecuali seperlimanya dan seperlima
> itupun sudah aku serahkan kepada kalian.
>
> Setelah membahagikan rampasan kepada para muallaf,
> kepada orang-orang yang baru masuk Islam dan kepada
> orang yang hatinya masih lemah, Nabi Muhammad SAW
> memanggil Zaid bin Tsabitagar mengumpulkan sisa
> harta rampasan perang serta memanggil semua sahabat.
> Masing-masing sahabat mendapat 4 ekor unta dan 40
> ekor kambing. Untuk penunggang kuda, diberikan 12
> ekor unta dan 120 ekor kambing.
>
> Pembahagian ini berdasarkan pertimbangan yang sangat
> matang dan bijaksana. Di dunia, seseorang lebih
> mampu menerima kebenaran melalui perutnyadaripada
> akalnya, sebagaimana binatang yang digiring ke
> kandangnya dengan memancingnya melalui dedaunan.
> Begitu juga manusia yang memerlukan variasi pujukan
> untuk menyusupkan keimanan.
>
> Komentar Terhadap Tindakan Rasulullah SAW
>
> Tindakan dan langkah baginda tidak difahami oleh
> sebahagian sahabat sehingga timbul pelbagai komentar
> yang tidak sedap didengar. Di antara sahabat yang
> tidak dapat menerima tindakan Rasulullah SAW ini
> adalah orang-orang Ansar, padahal merekalah yang
> paling banyak dilibatkan oleh Rasulullah pada
> saat-saat krisis hingga suasana pertempuran yang
> mula kelihatan kalah menjadi sebaliknya dapat
> dikuasai keadaan. Mereka tidak menerima bahagian
> daripada harta rampasan perang Hunain.
>
> Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri, ia
> berkata, Setelah Rasulullah SAW membahagi-bahagikan
> bahagian rampasan perang kepada orang-orang Quraisy
> dan kabilah-kabilah Arab, sedangkan orang-orang
> Ansar tidak mendapat apa-apa bahagian, maka kemudian
> tersebarlah sosek-sosek di antara mereka, ada yang
> berkata, Demi Allah, Rasulullah SAW telah bertemu
> kaumnya sendiri.
>
> Lalu Saad nbin Ubadah datang ke tempat baginda
> seraya berkata, Wahai Rasulullah, di hati
> orang-orang Ansar ada perasaan tidak puas hati
> terhadap engkau kerana pembahagian harta rampasan
> perang yang telah engkau lakukan. Engkau
> membahagi-bahagikannya kepada kaum engkau sendiri
> dan engkau memberikan bahagian yang amat besar
> kepada beberapa kabilah Arab, sedangkan orang-orang
> Ansar itu tidak mendapat apa-apa.
>
> Kemudian Rasulullah SAW bertanya, Kalau demikian
> keadaannya, engkau berpihak kepada siapa wahai
> Saad? Saad pun menjawab, Wahai Rasulullah, tidak
> ada pilihan lain kecuali aku ikut bersama kaumku.
>
> Kalau begitu kumpulkan kaummu di tempat ini! kata
> Rasulullah SAW kepada Saad.
>
> Kemudian Saad mengumpulkan semua orang Ansar di
> tempat yang ditunjukkan Rasulullah. Ada beberapa
> Muhajirin hendak ikut masuk, namun mereka tidak
> diperkenankan masuk daan hanya orang-orang Ansar
> sahaja yang masuk ke dalam tempat itu. Setelah semua
> orang Ansar telah berkumpul, maka Saad memberitahu
> Nabi SAW dan baginda pun datang berjumpa dengan
> mereka.
>
> Taujih Rasulullah SAW
>
> Setelah memuji dan mengagungkan Allah, baginda
> bersabda, Wahai kaum Ansar, aku sempat mendengar
> sosek-sosekdari kalian dan dalam diri kalian ada
> perasaan tidak puas hati terhadapku. Bukankah dulu
> aku datang ketika kalian dalam keadaan sesat dan
> Allah memberikan petunjuk kepada kalian? Bukankah
> dahulu kalian adalah miskin lalu Allah membuat
> kalian menjadi kaya dan hati kalian bersatu?
>
> Mereka menjawab, Begitulah, Allah dan rasul-Nya
> lebih murah hati dan banyak kurnianya.
>
> Apakah kalian tidak ingin memenuhi seruanku wahai
> orang Ansar?
>
>
=== message truncated ===
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
pustaka tani
kampusku
nuraulia
Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : [EMAIL PROTECTED]
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]