Qurban dan
Kesadaran Agama 


 


Semangat kurban
adalah semangat berbagi untuk sesama. Tak harus menunggu kaya untuk berkurban. 


 




Seperti pada
tahun lalu, Hari Raya Idul Adha tahun ini Yudi Sarosa akan berkurban dengan
seekor kambing. Hanya saja, jika tahun lalu, kurban itu atas nama dirinya,
untuk tahun ini, ia berkurban atas nama anaknya, Nadya. 


Suami dari Liana
ini meyakini ibadah kurban merupakan suatu tindakan amat mulia yang dianjurkan
Allah SWT melalui Rasul-Nya. ''Menurut saya kurban itu satu kewajiban umat
Islam jika mampu. Jadi, maknanya sangat dalam,'' ujarnya. 


 


Artinya selama
kita masih mampu untuk melakukan kurban manfaatnya tidak akan habis. ''Semangat
kurban adalah semangat berbagi dengan sesama,'' lanjut dia. 


 


Sayangnya, tak
banyak kesadaran beragama seperti yang dimiliki Yudi Sarosa. Meski memiliki
penghasilan yang cukup besar, umat Islam yang mampu belum melaksanakan ibadah
kurban setiap tahunnya. Kondisi ini diakui DR Jafriel Khalil, Direktur Ciera,
sebuah lembaga penelitian yang berada di Jakarta.


 


''Kalau kita
lihat masyarakat Indonesia, potensi luar biasa untuk berkurban. Namun potensi
itu belum tergarap semua,'' ujarnya. Artinya, masih banyak orang mampu yang
enggan berkurban. ''Kesadaran berkurban masih kurang di kalangan masyarakat
kita.''


 


Padahal menurut
Doktor dari Universitas Kebangsaan Malaysia ini, dorongan agama untuk berkurban
sangat kuat.Pada ayat kedua surat Al Kautsar jelas sekali penekanan kurban
disamakan dengan ibadah shalat. ''Fashalli lirabbika wanhar (Maka shalatlah
kemudian berkurban) itu perintahnya sama antara shalat dan berkurban,''
ujarnya. 


 


Hanya saja, kata
dia, sosialisasinya kurang. Kalau orang mau berzakat, tunggu kaya dulu. Padahal
dengan penghasilannnya Rp 300 ribu perbulan pun, sudah bisa berkurban. ''Ini
lebih pada masalah kesucian hati untuk berkurban, atau spirit hati untuk
berkurban,'' papar Jafriel.


 


Ketua MPR RI DR
Hidayat Nurwahid menggarisbawahi spirit yang dibawa oleh Idul Kurban. Hari itu,
kata dia, memberikan kembali keharusan hadirnya semangat berkurban,
keberpihakan yang kaya kepada yang miskin. ''Ternyata pengorbanan atau jiwa
berkorban adalah sesuatu yang tidak sia-sia tapi sesuatu yang sangat bermanfaat
untuk menyegarkan kembali semangat kehidupan yang gotong royong, saling
menolong dan saling peduli,'' ujarnya.


 


Ibadah kurban,
menurut dia, mendatangkan dua taqarrub (pendekatan, red) sekaligus, yakni
taqarrub kepada Allah SWT dan kepada manusia. ''Ini dua dimensi, yaitu hablum
minallah dan hablum minannas yang menjadi ciri utama dari ajaran Islam.''


 


Taqarrub kepada
sesama, sambung doktor dari Universitas Islam Madina Arab Saudi ini,
menghadirkan dorongan keberagamaan yang bukan hanya menjadi kesalehan
individual tapi juga kesalehan sosial. ''Jadi, Allah seolah-olah mendorong umat
untuk mengasah kepekaan sosialnya dengan hadirnya Idul Kurban ini di tengah
beragam musibah yang terjadi"
 

Pihaknya sendiri
menerjemahkan semangat berkurban dengan caranya sendiri. Rapat pimpinan MPR
memutuskan untuk memotong gaji mereka untuk disumbangkan kepada korban bencana 
. ''Sekecil apapun sumbangan kita, itu penting untuk menghadirkan
kepedulian sosial.''


 


Hidayat mengimbau
agar Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 20 Desember nanti, menjadi momentum
penting untuk mengasah jiwa berkorban, membantu, peduli sesama dan memberikan
bagian yang kita miliki yang menjadi hak fakir miskin dan orang lain yang
berhak. 




 


Jangan Hewan yang
Cacat


 


Kurban berasal
dari kata qoruba-yaqrabu-qurbanan, yang artinya mendekatkan diri. Sering juga
disebut udhhiyyah atau adh dhahiyyah, yaitu nama binatang sembelihan seperti
unta, sapi, dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Kurban dan
hari-hari tasyrik, yakni tanggal 11,12, dan 13 Dzulhijjah sebagai taqarrub
(upaya untuk mendekatkan diri) kepada Allah SWT.


 


Adapun hewan yang
boleh dikurban adalah unta, sapi, dan kambing. Ini berdasarkan firman Allah
SWT: ''...supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah
dirizkikan Allah kepada mereka.'' (QS Al Hajj [22]: 34).


 


Adapun
syarat-syarat binatang boleh dikurbankan adalah yang bebas dari aib (cela).
Karena itu tidak boleh berkurban dengan binatang yang aib seperti: yang
berpenyakitan, buta, atau cacat.


 


Rasulullah SAW
bersabda, ''Ada empat penyakit pada binatang kurban yang dengannya kurban tidak
memadai: yaitu yang buta dan kebutaannya tampak sekali, yang sakit dan
penyakitnya terlihat sekali, yang pincang sekali, dan yang kurus sekali.''


 


Di dalam
berqurban, dibolehkan bergabung jika binatang kurban itu berupa unta atau sapi.
Untuk sapi dan unta berlaku tujuh orang, jika mereka semua bermaksud berkurban
dan ber-taqarrub kepada Allah SWT. Disunahkan bagi orang yang berkurban memakan
daging kurban dan menghadiahkannya kepada para kerabat dan menyedekahkannya
kepada orang-orang fakir.

Super Qurban


Adalah program optimalisasi pelaksanaan ibadah qurban dengan mengolah dan 
mengemas daging kurban menjadi Kornet. langkah ini diambil untuk menjamin 
pendistribusian daging kurban sampai daerah-daerah pelosok yang lebih 
membutuhkan dengan daya tahan yang lebih lama.

KH.Didin Hafiduddin   mengomentari " jika setiap kurban dapat memperpanjang 
manfaatnya dan sampai kepada saudara kita yang membutuhkan, maka hal itu lebih 
baik, Dengan catatan harus disembelih pada hari tasyriq dan penyalurannya 
merupakan hal teknis yang diperbolehkan.   



[EMAIL PROTECTED]


021 – 55 888 11




__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Website:
http://www.media-islam.or.id
http://syiarislam.wordpress.com
http://islamicbroadcasting.wordpress.com 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke