No comment deh sementara. Karena saya juga bekerja ^_^. Saya melihat tergantung 
orangnya/perempuannya. Ada yang jadi ibu RT saja anaknya juga tak terurus. 
Karena ibunya tidak tahu dan paham cara mendidik anak. Ia bergaulnya dengan 
ibu-ibu rumah tangga yang juga nggak karu-karuan.
   
  Ada juga yang ibunya bekerja dan berpendidikan tinggi S3, anak-anaknya malah 
optimal, bahkan sang ibu menemukan metode mendidik anak dengan baik 
Homeschooling Islami yang akan di adopsi diknas untuk kalangan orang tidak 
mampu^_^. Ia mendirikan Yayasan El Diina yang mengurusi ibu dan anak. So, no 
comment. Untuk ikhwan so many reason if women have to work, don't egois, but 
give her trust and permition for ur wife...
  yang penting komunikasikan. memberikan kepercayaan dan izin itu sudah sangat 
melegakan dan membahagiakan perempuan. semua berpulang sih,.Toh semua pilihan.
   
  Apalagi jika istrinya bukan perempuan 'biasa' yang memiliki berbagai 
'ketrampilan' bagi masyarakat khususnya perempuan, biarkan ia pun berbagi 
kebaikan masyarakatnya asal tidak melalaikan kewajiban utamanya.... Semoga 
Allah senantiasa memberikan extra energi dan pahala bagi perempuan yang bekerja 
sekaligus istri, anak, sahabat dan ibu yang sholihah bagi keluarga dan 
masyarakatnya..Amin ^_^
   
  BTW buat inspirasi menulis ya he he he
   
   


Kemajuan mustahil terjadi tanpa perubahan. Dan, mereka yang tak bisa mengubah 
pemikirannya tak bisa mengubah apa pun. (George Bernard Shaw, 1856-1950)
  pustaka tani
  kampusku
  nuraulia
Griyaku, Griya Female Reader: Gabung yuk! : [EMAIL PROTECTED]
       
---------------------------------
Be a better sports nut! Let your teams follow you with Yahoo Mobile. Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke