Hubungan Dagang Indonesia - Israel Telah Legal
Eramuslim.com Kamis, 25 Jan 07 09:38 WIB
Seorang dokter bedah Indonesia yang sering bepergian ke medan konflik di 
seluruh dunia seperti Afghanistan, Irak, Lebanon, Palestina, Somalia, dan 
lain-lain pernah memaparkan kekesalannya atas pengiriman tenaga-tenaga medis 
Indonesia ke Israel dalam rangka pelatihan ICU (Intensive Care Unit).
Saat bertemu eramuslim pertengahan Januari lalu, si dokter yang tidak ingin 
namanya ditulis karena takut menyulitkannya jika ingin bepergian ke luar negeri 
mengatakan, rumah-rumah sakit besar yang ada di Indonesia, terutama di Jakarta 
dan kota-kota besar lainnya, sudah lazim mengirim tenaga-tenaga medisnya untuk 
mendapat pelatihan ICU di Israel.
“Fasilitas dan keahlian ICU di Israel memang nomor satu di dunia. Sebab itu 
menjadi tujuan utama bagi pelatihan ICU di seluruh dunia, termasuk bagi dunia 
medis Indonesia , ” ujarnya.
Sang dokter juga menyatakan banyak peralatan ICU yang ada di rumah-rumah sakit 
besar di negeri ini dibeli dari Israel .
Selain dunia medis, eramuslim juga mendapatkan data bahwa TNI juga telah 
melakukan pembelian sejumlah senjata api jenis senapan sniper seperti 
Galil-Galatz keluaran Israeli Military Industries (IMI) beberapa tahun lalu. 
Kasus ini pernah mengemuka dan menjadi perdebatan publik beberapa waktu lalu 
namun isunya menguap begitu saja seiring berjalannya waktu.
Kenyataan-kenyataan ini sebenarnya aneh. Karena secara tegas dan jelas, 
Konstitusi Negara kita, UUD 1945, bersikap anti terhadap penjajahan dalam 
segala bentuk penindasan di muka bumi. Indonesia juga tidak pernah sudi membuka 
hubungan diplomatik dengan Israel , karena “Negara” itu berdiri di atas tanah 
milik bangsa Palestina.
Lantas, mengapa terjadi hubungan dagang seperti itu antara Indonesia dengan 
Zionis-Israel?
Jawabannya ada kala Abdurrahman Wahid masih menjabat sebagai Presiden RI . Kala 
itu di tahun 2001, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Luhut Binsar 
Pandjaitan meneken Surat Keputusan Menperindag No.23/MPP/01/2001 tertanggal 10 
Januari 2001 yang melegalkan hubungan dagang antara RI dengan Zionis-Israel.
Walau mendapat reaksi keras dari rakyatnya, Abdurrahman Wahid tak bergeming. 
Ironisnya, hingga Abdurrahman Wahid terjungkal dari kursi kepresidenannya, dan 
digantikan oleh Megawati lalu sekarang Susilo Bambang Yudhoyono, SK 
kontroversial dan mengkhianati amanah konstitusi ini masih saja aman alias 
belum disentuh sedikit pun, apalagi dicabut. Padahal SK ini wajib dicabut.
Mudah-mudahan, wakil-wakil rakyat kita baik yang di pusat maupun daerah 
tergerak hatinya untuk sesegera mungkin memasukkan agenda pencabutan SK 
tersebut hingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, hubungan haram ini 
berakhir. (Rz


      
____________________________________________________________________________________
Get easy, one-click access to your favorites. 
Make Yahoo! your homepage.
http://www.yahoo.com/r/hs 

[Non-text portions of this message have been removed]



Untuk bergabung ke milis Syiar Islam kirim email ke:
[EMAIL PROTECTED]

Website:
http://www.media-islam.or.id
http://syiarislam.wordpress.com
http://islamicbroadcasting.wordpress.com 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke