ooohhhh..jadi sebenarnya ada yg lagi ngeluh nichhh..??masalah maulid
yg sering diadakan oleh sebagian umat islam, lalu buat analogi
pembanding dengan natalan..?hehehehe

kalau kamu tanya aku, kenapa nda ikutan natalan? lha..emang enggak ada
urusannya sama keyakinanku, ngapain kita ikutin perayaan keyakinan
orang lain?.

dan kalau kamu tanya pendapatku, andai benar itu hari lahirnya nabi
isa, lalu jadi boleh merayakan spt orang merayakan maulid? lha..itu
juga bukan urusanku, wong hari lahirku aja sendiri nda pernah aku
rayain *_^ dan kalau sebagian muslim ada yg merayakan maulid, apa aku
harus salahkan mereka??bagiku niat kita untuk kerjakan sesuatu hanya
orang itu dan Allah aja yg tahu, dan bagiku apa yg aku kerjakan aja yg
harus aku pertanggung jawabkan dihadapan Allah, dan bagi orang lain yg
mengerjakan sesuatu itu juga tanggung jawab masing2.

gini..aku nda suka dengan acara dzikir jamaah, karena setahuku Rasul
tidak pernah mencontohkannya, dan aku tidak kerjakan itu, karena aku
pikir tidak ada contohnya dari Rasul, lalu apakah yg ikutan dzikir
jamaah lalu jadi salah semua dan lakukan bid'ah semua??kalau tanya
aku, itu semua jadi tergantung niatnya masing2 toch?? bisa aja dia
ikutan dzikir jamaah, karena mau lihat ustadznya yg kondang? atau ikut
dzikir, karena mau ngeceng sama santri/santriwatinya, atau tempat
dzikir dijadikan ajang untuk janjian, dan dzikir jamaahnya hanya
pelengkap saja.:) hehehe

sama aja dengan maulid, apa aku bisa menyalahkan semua orang yg ikutan
maulid, hanya karena aku 'nda suka' merayakannya. hmm..spt aku nda
gunakan  kata sayyidina di depan nama Muhammad SAW, tapi kalau orang
NU gunakan itu sebagai tanda penghormatan/etika/cara mereka untuk
ungkapkan rasa takjimnya pada Baginda, apakah lalu aku
menyalahkannya?? hanya karena aku nda gunakan itu? bagiku, Allah nda
sekaku itu dech..?dan semua kembali kepada niat masing2 individu yg
melakukannya, berdasarkan pemahamannya masing2. 


salam
hana



--- In [EMAIL PROTECTED], fauzi dex <fauzidex@> wrote:
>
> Mengapa kita melarang ikut natalan? Apakah dikarenakan natal itu
bermasalah, bahwa itu bukan kelahiran yesus, atau bahwa itu
dikarenakan penyelewengan terhadap kenabian Isa karena dianggap
kelahiran anak tuhan?. Lalu jika   natalan adalah benar-benar mengakui
kelahiran Nabi Isa dan menganggap Nabi Isa hanya sebagai nabi terus
dirayakan kelahirannya sebagai natal (sebagaimana maulid nabi)?
Akankah natalan itu jadi diperblehkan?.
> 
> Kita melarang natalan bukan dikarenakan natalan itu bermasalah, jika
hal itu benar-benar merupakan kelahiran nabi Isa sebagai nabi-pun.
tetap harus kita tolak. Karena intinya hal ini bukan ajaran Islam.
Tradisi merayakan kelahiran seseorang adalah kebiasaan malah
pribadatan orang-orang pagan.
> 
> Begitupun dengan merayakan kelahiran nabi Muhammad, walaupun di
rayakan dengan pengajian dan sholawatan tetap hal ini tidak bisa
menjadi boleh malah di anjurkan. Karena kita berdiri pada pondasi yang
salah, yakni merayakan kelahiran, yang menjadi hak pribadatan orang lain.
> 
> Mengapa saya membuat judul Maulid nabi Boleh, natal juga boleh.
Karena bisa saja suatu hari nanti (malah sekarangpun sebahagian
kristen, sudah banyak yang menyadari tentang maslah natal bukan dari
ajaran mereka) Orang kristen sadar tentang salahnya ajaran mereka,
terus mereka menelusuri kelahiran nabi Isa (Dalam Alquran di jelaskan
bahwa nabi Isa dilahirkan pada musim kurma) terus mereka membuat hari
natal baru buat nabi Isa. Akankah hal ini jadi boleh?.
> 
> saya kembali mengajak untuk mengoreksi keberagamaan kita. Bukan saja
menjaga diri dari bahaya luar, seperti liberalisme, pruralisme dll.
Tapi kitapun harus banyak intropeksi karena masih banyak
pengaruh-pengaruh budaya dan kebiasaan pribadatan budaya lain yang
telah bercampur baur dengan agama kita, malah diaanggap bahwa  itu
adalah budaya dan ajaran Islam.
> 
> Saya menegaskan kembali bagaimana sikap Rasulullah ketika beliau
merumuskan masalah Adzan. Banyak para sahabat yang
>  memberikan Masukan, dari Mulai Lonceng, Menyalakan Api, tapi itu semua
>  di tolak sama Rasulullah, karena itu adalah kebiasaan Umat Majusi dan
>  Nashrani. Rasulullah tidak mau agamanya di campur adukan dengan
>  kebiasaan agama lain yang sudah dinyatakan sesat oleh Beliau.
>  Jangankan maslah pribadatan masalah jenggot pun Nabi menyarankan beda
>  apalagi mengadopsi Ajaran Lain.
> 
> (Man tasabaha bi qaumin fa hua minhum)
> 
> Saya hanya hawatir kita hanya sibuk melihat bahaya-bahaya baru, tapi
virus yang sudah menjalar tidak mau dikoreksi dan diobati. Maaf atas
segala kekurangan. Wallahu a`lam bi shawab
> 
> al faqir ila-llah
> 
> Rifqi Fauzi.
> 
> NB: Sayapun berpesan kepada guru-guru kami di INSIST, coba untuk di
bedah beberapa kebudayaan dan ajaran-ajaran Islam yang telah
terkontaminasi dengan peribadatan agama lain. Menjelaskan asal-muasal
kebiasaan-kebiasaan umat Islam yang dianggap mengadopsi pribadatan
orang lain. Karena menurut saya hal ini sama bahayanya dengan
liberalisme. Karena ini masalah akidah bukan ibadah. 
> 
>  
> 
> 
> 
> 
> 
> suhana032003 <suhana032003@> wrote:                             
 iya sich..masalahnya yg sedang dirayakan itu kelahirannya siapa?? wong
>  nasrani mengakui itu kelahiran yesus kristus sebagai tuhannya mereka
>  toch??dan itu tidak ada sangkut pautnya dengan Nabi isa yg kita yakini
>  sebagai nabi dan bukan yesus kristus apalagi Tuhan.
>  
>  hmm..kalau kamu mau merayakan hari kelahirannya yesus kristus, kenapa
>  kamu nda ikutan sekalian rayain hari kelahirannya brahmana or budha
>  gautama??kenapa hanya kelahirannya yesus kristus yg diributkan agar
>  kita ikut rayakan?? orang nasrani itu aneh..wong kita nda pernah maksa
>  mereka ikut2an rayakan idul fitri, lalu kenapa mereka ngotot sekali
>  agar kita ikut perayaan natal mereka??? yg lebih aneh adalah orang
>  muslim sendiri yg ikut2an ngotot agar kita mau rayakan natal bersama
>  atas nama toleransi..fuiiihhh..
>  
>  merayakan natal itu sama aja, mengakui yesus kristus sebagai Tuhan yg
>  lahir pada tgl itu. sedangkan Allah marah sekali pada perkataan mereka
>  yg mengatakan Allah mempunyai anak. sedangkan mereka menyakini bahwa
>  yesus kristus adalah Tuhan dan sekaligus anak Tuhan. dan keyakinan
>  mereka itu tidak ada sangkut pautnya dengan Nabi Isa yg kita yakini
>  sebagai Nabi, karena mereka juga tidak mengenal istilah nama Nabi Isa
>  yg kita yakini dan kenal selama ini. 
>  
>  hmm..aku jadi ingat pembicaraanku dgn seorang biksu wanita disebuah
>  vihara, waktu aku tanya 
>  "itu patung2 apa koq banyak sekali?" 
>  dia bilang "itu patung dewa2". 
>  aku komentar lagi, "bukankah budha gautama itu sebelumnya adalah
>  manusia, kenapa skrang jadi dewa?" 
>  si biksu berkomentar, "karena semasa hidupnya dia melakukan banyak
>  kebajikan2, hingga menjadi orang suci, maka gautama akhirnya menjadi
>  dewa." 
>  aku tanya lagi, "berarti patung2 dewa ini akan terus bertambah dong..?
>  karena bukan hal mustahil akan banyak orang2 yg spt gauatama kan..?"
>  lalu jawabnya 
>  
>  "iya..akan terus bertambah" komentarnya
>  
>  dan aku iseng sibuk mencari diantara banyaknya patung2 lapis emas yg
>  ada di altar mengelilingi 1 buah patung besar yg sedang tiduran dan
>  aku komentar.."lho..patungnya  Nabi Muhammad yg mana ya..?"
>  
>  si biksu senyum kebingungan dan berkomentar "nda ada.."
>  
>  "kenapa nda ada..?kan Nabi Muhammad jg semasa hidupnya selalu lakukan
>  kebajikan?kenapa nda dibuatkan patungnya?" hehehe..dan si biksu nda
>  bisa jawab lagi, karena aku langsung komentar "kalau gitu nda fair
>  dong..?tadi kata biksu semua orang yg diyakini lakukan kebajian akan
>  dijadikan dewa dan dibuatkan patung?mosok disini nda dibuatkan patung
>  Nabi Muhammad sich??"
>  
>  jadi intinya kalau mau fair..kenapa nda sekalian aja ikutan rayain
>  kelahirannya budha, kenapa hanya harus ikut rayain kelahirannya yesus
>  kristus??setahuku selama ini, muslim nda pernah maksa non muslim
>  (kristen, hindu, budha,etc) untuk ikut rayain lebaran dech..??kalaupun
>  mereka ikutan rayain, yg jelas itu bukan karena dipaksa, tapi karena
>  memang pengaruh keyakinan mereka yg nda jelas itu untuk ditularkan
>  pada kita agar kita ikutan nda jelas kaya mereka.
>  
>  dah ah..cape ah..ngemeng mulu..
>  salam
>  hana
>  
>  --- In [EMAIL PROTECTED], fauzi dex <fauzidex@> wrote:
>  >
>  > oh iya mas akmal inti nya kan sama-sama merayakan kelahiran. mau di
>  isi apapun yang jelas kan itu merayakan. kalo hanya sekedar
>  merenungkan dan mengkaji kembali sirahnya itu kayanya bukan merayakan,
>  jadi ga da masalah. cuman kan kebanyakan bukan seperti itu tapi benar
>  menganggap seperti hari raya.
>  > 
>  > Akmal Sjafril <malakmalakmal@> wrote:          kok tanggapan saya
>  gak dipedulikan ya? padahal di situ sudah saya jelaskan bahwa Natal
>  adalah aksi fitnah besar2an terhadap Nabi Isa as. (terutama karena
>  menganggap Yesus = Nabi Isa as.), dan karenanya, tak ada amal yg
>  relevan utk dilakukan dlm rangka merayakan aksi fitnah tsb... tapi
>  kelahiran Rasulullah saw. masih bisa diisi dgn amal2 ibadah, misalnya
>  dgn merenungkan kembali sirah nabawiyah, mengadakan kajian2 dsb...
>  kalau bicara mauludan dengan cara2 yg aneh bin ajaib alias penuh
>  khurafat, itu masuk dlm bab perbedaan antara what have been dan what
>  should have been...
>  > 
>  > simpel aja kan?
>  > 
>  > 
>  > ----- Original Message ----
>  > From: fauzi dex <fauzidex@>
>  > To: [EMAIL PROTECTED]
>  > Sent: Wednesday, December 26, 2007 4:49:19 PM
>  > Subject: Re: [INSISTS] Re: Maulid Muhammad Boleh, Natal juga Boleh.
>  > 
>  > tersu kalo muludan bukan merayakan kelahiran Nabi Muhammad merayakan
>  apa dong?. Natal di yakini umat kristiani adalah merayakan kelahiran
>  yesus? Apa yang beda? sama-sama merayakan kelahiran? cuman ritual yang
>  beda?. 
>  > 
>  > Mengapa saya membuat tamsil dengan gambar, karena maslah ini
>  sama-sama tidak ada dalil dan berbenturan dengan keyakinan Orang lain.
>  Merayakan kelahiran merupakan tradisi Pagan dan di ikuti umat
>  kristiani dengan adanya natal (Ritual beda dengan bangsa pagan,
>  perayaan sama-sama merayakan kelahiran). Terus dikuti juga oleh
>  Sholahuddin al ayubi dengan adanya maulud nabi (ritual beda dengan
>  kristen dan bangsa pagan). Kita mengharamkan gambar karena tasabuh
>  dengan kristen, tapi muludan tidak di sebut tasabuh? 
>  > 
>  > Kenapa kita berani mengkritik bahwa Natal adalah mengikuti orang
>  pagan. Tapi muludan engga?. Padahal sekali lagi bahwa merayakan
>  kelahiran adalah kebiasaan orang Pagan. 
>  > 
>  > Diakhir tulisan ini saya hanya ingin menyatakan sikap Rasulullah
>  ketika beliau merumuskan masalah Adzan. Banyak para sahabat yang
>  memberikan Masukan, dari Mulai Lonceng, Menyalakan Api, tapi itu semua
>  di tolak sama Rasulullah, karena itu adalah kebiasaan Umat Majusi dan
>  Nashrani. Rasulullah tidak mau agamanya di campur adukan dengan
>  kebiasaan agama lain yang sudah dinyatakan sesat oleh Beliau.
>  Jangankan maslah pribadatan masalah jenggot pun Nabi menyarankan beda
>  apalagi mengadopsi Ajaran Lain.
>  > 
>  > Tapi buktinya Sikap beliau masih banyak yang tidak mengikutinya,
>  masih banyak ritual-ritual agama lain yang diadopsi Agama Islam, dari
>  mulai Bedug, Tasbe dan lain sebagai nya juga termasuk merayakan
>  kelahiran Nabi atau kelahiran kita sendiri. Padahal semua itu
>  jelas-jelas peribadatan orang lain yang tidak pernah di contohkan
>  Rasulullah. Wallahu a`lam bi Shawab.
>  > 
>  > Inti dari tulisan saya sejak awal hanya sebuah kritikan terhadap
>  diri kita sendiri yang masih banyak kita lupakan. BUKAN MEMBOLEHKAN
>  NATAL, KARENA BAGI SAYA MERAYAKAN KELAHIRAN NABI MUHAMMAD SAJA, MASIH
>  BANYAK TANDA TANYA BESAR, APALAGI NATALAN? Wallahu A`lam bi shawab.
>  > 
>  > rsa <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com,
>  fauzi dex <fauzidex@ .> wrote:
>  > >
>  > > Anda sudah sepakat bahwa tradisi merayakan kelahiran bukan dari 
>  > Islam dan bahkan tidak pernah diajarkan dalam Islam, semua ini
adalah 
>  > tradisi pagan. Muludan dan Natalan hakikatnya sama merayakan 
>  > kelahiran Nabi cuman ritual nya aja yang beda. Muludan dalam sejarah 
>  > Islam kita kenal lahir dari Sholahuddin Al-Ayubi ketika perang
salib. 
>  > lalu siapakah sholahuddin al ayubi sehingga kebijakannya melakukan 
>  > muludan harus diikuti sampai sekarang?.
>  > 
>  > ==> itu bukan pernyataan saya. lihat lagi. anda menggabungkan dengan 
>  > serampangan dua hal yang saya kemukakan menjadi satu. dan sec tidak 
>  > langsung anda tdk seksama menerima tanggapan saya: [1] muludan tidak 
>  > sama dengan natalan (meski di benak anda sama saja, asumsi yang 
>  > eror), dan [2] tradisi natalan menurut segolongan kalangan gereja 
>  > dianggap budaya pagan.
>  > 
>  > > 
>  > > Membicarakan niat, lalu bolehkah kita menggambar Rasulullah karena 
>  > niat saya untuk penambah rindu dan kecintaan terhadap beliau
sehingga 
>  > saya simpan gambar beliau di rumah saya, sebagai pertanda bahwa saya 
>  > sangat mencintai dan bahwa saya adalah sebagai pengikut ajaran 
>  > beliau?. Karena menggambar rasulullah tidak ada sama sekali dalil 
>  > yang melarang ko?. Niat baik cara salah tetap salah.
>  > 
>  > ==> knapa anda jadi lari ke masalah gambar? dimana kesamaanya dengan 
>  > soal muludan dan natal? hanya krn sama-sama tidak berdalil? anda 
>  > salah! menggambar wajah rasul untuk menambah rindu itu buktinya
mana? 
>  > ini sekadar jidal an sich kan? just forget it!
>  > 
>  > > 
>  > > kita sama-sama menentang merayakan natal (merayakan kelahiran nabi 
>  > Isa), tapi anehnya kenapa tradisi merayakan kelahiran malah di bawa 
>  > ke rumah kita dengan di tambah ritual-ritual yang tidak pernah di 
>  > ajarkan Rasulullah.
>  > 
>  > ==> itu kata anda! saya tidak menentang natal! buat urus rumah
orang? 
>  > yang saya pribadi tentang adalah ummat muslim yang sok toleran, sok 
>  > plural, dan sok2 lainnya, ikut merayakan dan mengucapkan selamat 
>  > natal. baca lagi dong tulisan ust Adian! fokus man, fokus!
>  > 
>  > > 
>  > > Saya hanya ingin tanyakan kepada anda, Dari manakah Tradisi 
>  > Merayakan Kelahiran Itu datang? Lalu bolehkah Tradisi Perayaan Orang 
>  > Lain dijiplak Oleh Umat Islam Dengan diganti ritual-ritual nya?.
>  > 
>  > ==> pertanyaan anda tidak jelas!
>  > 
>  > > 
>  > > Intinya ini adalah sebuah pemikiran paradox. kita melarang malah 
>  > kita sendiri yang jiplak?.
>  > 
>  > ==> anda yang paradox
>  > 
>  > > 
>  > > rsa <efikoe@> wrote: [1]
>  > > Anda bertelekan pada fakta dan realita bahwa dalam islam ada 
>  > muludan, 
>  > > padahal hal ini tdk ada dalilnya baik dalam kitabullah maupun 
>  > sunnah 
>  > > rasul. pada titik ini saya juga setuju. tapi anda menafikan poin 
>  > saya 
>  > > yaitu hakekat perayaannya: niat dan konsekuensinya, teknis!
>  > > 
>  > > alih-alih menanggapi ini anda malah berkelit dengan menyatakan 
>  > > muludan itu adalah budaya kristen! wah, bisa tunjukkan dalilnya? 
>  > saya 
>  > > ko menduga anda mengasumsikan mulud dan natal itu HUT/ULTAH, 
>  > JARIG, 
>  > > DIRGAHAYU dan semacamnya, sehingga di mata anda, karena ULTAH itu 
>  > > tradisi kristen (coba buktikan!) maka mulud adalah budaya kristen! 
>  > > weleh, ko ya simplistik dan off trach to?
>  > > 
>  > > Anda tahu bahwa di awal-awal dulu, bahkan sekarang juga masih, 
>  > > kalangan gereja ada yang 'mengharamkan' perayaan natal karena di 
>  > mata 
>  > > mereka ULTAH adalah tradisi pagan dan animisme? Cek deh!
>  > > 
>  > > Kembali ke laptop: sudah coba bandingkan bagaimana kriten 
>  > merayakan 
>  > > ULTAH yesus dan muslim merayakan MULUD?
>  > > 
>  > > [2]
>  > > Sekiranya ada yang bisa menghitung dan menentukan dengan akurat, 
>  > > kelahiran Isa as, tentu hal yang sama juga bisa dilakukan kpd 
>  > ULTAH 
>  > > para nabi-nabi Islam lainnya bukan? Nah sekarang tinggal sepakati 
>  > > saja, apakah setuju untuk juga merayakan MULUD para nabi-nabi itu? 
>  > > Hehehe ... di sini kritikan anda tidak pas, karena anda 
>  > > menyamakan 'perayaan' dalam konteks MULUD dengan dalam konteks 
>  > NATAL!
>  > > 
>  > > Yang seharusnya ada pastikan adalah, di mana letak salahnya 
>  > perayaan 
>  > > MULUD ini, dengan kilas balik ke sejarah MULUD! jangan malah anda 
>  > > tarik sec paksa kesamaan MULUD dan NATAL lalu anda membolehkan 
>  > muslim 
>  > > merayakan NATAL!!!
>  > > 
>  > > --- In [EMAIL PROTECTED] ps.com, fauzi dex <fauzidex@> wrote:
>  > > >
>  > > > jika kita menemukan bukti-bukti kongkrit bahwa nabi Isa lahir 
>  > pada 
>  > > tanggal A dan Tahun B. lalu bolehkah kita merayakannya? . 
>  > > permasalahannya bukan perbedaan pandangan masalah Nabi Isa. Tapi 
>  > > kelahiran nabi Isa, dan kita mengakui tentang lahirnya beliau ke 
>  > > dunia. Lalu jika sepertinya suatu saat umat kristen dan umat Islam 
>  > > sepakat atas ditemukannya berbagai bukti bahwa nabi Isa dilahirkan 
>  > > pada tanggal A tahun B. Lalu bolehkah kita sama-sama merayakan 
>  > > kelahiran nabi Isa, dengan ritual yang berbeda?
>  > > > 
>  > > > kalau misal tidak boleh, apa landasan dalil yang melarang?toh 
>  > nabi 
>  > > Muhammad juga boleh diperingati? Padahal tidak ada tungtutan atau 
>  > > dalil sekalipun dari Nabi atau Alqur`an malah para sahabat 
>  > sekalipun?.
>  > > > 
>  > > > inti dari kritikan saya adalah, kenapa selama ini kita keras 
>  > > terhadap budaya lain yang masuk dalam ajaran Islam. Tapi masalah 
>  > > muludan nabi yang identik lahir dari kebudayaan kristen kita malah 
>  > > sepakat?. Alih-alih ingin mencintai Rasul tapi malah melanggar 
>  > > ketentuan Rasul dan Para Sahabatnya, kalaulah ini bukti cinta 
>  > kepada 
>  > > rasul atau sebagai pembangkit semangat kenapa para sahabat tidak 
>  > > melakukannya? padahal mereka yang lebih mencintai Rasul, jauh 
>  > > dibandingkan kita. Terlebih yang dipakai adalah cara yang biasa 
>  > umat 
>  > > kristiani lakukan.
>  > > > 
>  > > > jadi intinya konsekwensi dari muludan nabi adalah akan banyak 
>  > yang 
>  > > menggunakan dalih ini untuk merayakan kelahiran nabi-nabi yang 
>  > lain. 
>  > > yang perlu dicatat adalah ini budaya kristen kenapa kita malah 
>  > > menerimanya? .
>  > > > 
>  > > > rsa <efikoe@> wrote: Anda ini 
>  > > kristiani atau muslim ya?
>  > > > 
>  > > 
>  > > 
>  > > 
>  > > 
>  > > 
>  > > 
>  > > ------------ --------- --------- ---
>  > > Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! 
>  > Search.
>  > > 
>  > > [Non-text portions of this message have been removed]
>  > >
>  > 
>  > ------------ --------- --------- ---
>  > Never miss a thing. Make Yahoo your homepage.
>  > 
>  > [Non-text portions of this message have been removed]
>  > 
>  > __________________________________________________________
>  > Be a better friend, newshound, and 
>  > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
>  http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 
>  > 
>  > [Non-text portions of this message have been removed]
>  > 
>  > 
>  > 
>  >                          
>  > 
>  >        
>  > ---------------------------------
>  > Never miss a thing.   Make Yahoo your homepage.
>  > 
>  > [Non-text portions of this message have been removed]
>  >
>  
>  
>      
>                                
> 
>        
> ---------------------------------
> Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. 
Try it now.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

--- End forwarded message ---


Kirim email ke