hhmm..aku bingung dengan istilah ulama yg sering disebut2 oleh umat islam kebanyakan saat ini? apakah orang yg secara tidak langsung mendukung perbuatan kejinya israel itu pantas untuk dikatakan ulama??? setahuku istilah ulama itu merujuk pada surat faathir : 28 yaitu sesungguhnya yg takut pada Allah diantara hamba2Nya hanyalah ulama.
hmm..bagiku mereka yg carmuk berkunjung ke israel dan menjabat tangannya pembunuh berdarah dingin, tidak lebih adalah para pecundang dan pengecut!!. mereka tidak takut pada Allah, tapi mereka takut pada musuh2 Allah dan musuh2 orang beriman, yg sesungguhnya sama sekali tidak perlu mereka takuti, hingga mereka rela merendahkan diri mereka untuk memuji2 dan berkomplot dengan musuh2 Allah, hanya karena mereka melihat kekuataan musuh Allah secara fisik?? anehh..mereka takut sama mahluk yg diciptakan oleh Allah, tapi mereka tidak takut pada Allah yg menciptakan mahluk2 itu?! hmm..Allah mengijinkan mahluk itu untuk lakukan perbuatan mereka selama ini, hanya karena kita tidak yakin akan kekuatan Allah hingga mereka mampu lakukan itu semua pada saudara2 kita yg lain, tapi pada saat kita yakin dengan janji dan kekuatan Allah, maka mereka tidak akan pernah mampu menyentuh kita, karena aku yakin Allah tidak akan ijinkan mereka untuk berbuat spt yg selama ini mereka lakukan, andai kita benar2 kosisten dalam bersikap terhadap musuh Allah dan yakin akan janji Allah adalah benar. anak2 palestina melemparkan batu2 ke arah tank2 israel, dan menjungkir balikan tank2 itu, apakah itu bukan kebenaran akan janji Allah?? (Al Anfaal : 17) Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah lah yg mengatur sesuatu yg tidak mungkin menjadi mungkin, dan sesuatu yg mungkin menjadi tidak mungkin. wallahu a'lam bisowab salam hana > > > Assalamu'alaikum Wr Wb > > > > Tulisan Khalid Amayreh dimuat Jawapos (Jumat, > > 28/12/2007) guna > > menanggapi tulisan Prof. Dr. Syafiq Mughni. > > > > Silahkan menikmati. > > > > wass > > caklis > > > > > > > http://jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=319000 > > ================================================ > > > > Jumat, 28 Des 2007, > > Kunjungan ke Israel yang Memalukan > > > > oleh Khalid Amayreh > > > > Pada 8 Desember 2007, media Israel menurunkan > > laporan tentang kunjungan > > delegasi muslim Indonesia (di antaranya Syafiq A. > > Mughni dan Abdul > > A'la) ke tanah yang terjajah, Palestina, atas > > undangan sang > > penjajah, Presiden Israel Shimon Peres. > > > > Menurut laporan tersebut, ulama-ulama Indonesia itu > > mengklaim mewakili > > 70 juta muslim dari negeri mayoritas muslim. Kepada > > Peres, delegasi > > tersebut menyatakan ingin menampilkan "wajah Islam > > moderat" yang ingin > > membangun perdamaian dengan negara dan agama lain > > serta menolak muslim > > ekstrem. > > > > Dalam laporan yang sama, Peres menyebutkan, > > sesungguhnya musuh Israel > > sama sekali bukanlah Islam. Musuh Israel adalah > > teror. Ungkapan itu > > merupakan sebuah sindiran Peres agar tidak menyebut > > mereka yang melawan > > Israel sebagai "pejuang". > > > > Sungguh pun perilaku Israel sudah sama dengan Nazi, > > memerkosa tanah > > Palestina dan bertindak brutal terhadap rakyat > > Palestina. "Masyarakat > > internasional harus menolak penggunaan alasan agama > > untuk teror dan > > pertumpahan darah," ujar Peres. > > > > Peres, seperti halnya pemimpin Zionis lainnya, > > adalah sosok yang tidak > > layak mengajarkan kepada dunia, terutama kepada umat > > Islam, tentang apa > > itu teror dan apa itu agama. Peres, bagi yang belum > > tahu, saya akan > > memberi informasi, dia adalah sosok penjahat perang > > dengan dosa yang > > sangat besar. Tangannya berlumuran darah > > manusia-manusia tak berdosa. > > > > Sebagai catatan, pertengahan 1996, saat menjabat PM > > menggantikan Yitzhak > > Rabin yang dibunuh seorang Yahudi garis keras, dia > > pernah memerintahkan > > penyerangan terhadap markas PBB di Qana, sebuah desa > > di Selatan Lebanon. > > Ratusan perempuan dan anak-anak menjadi korban > > serangan bom Israel > > tersebut. Dunia masih mencatat, 106 perempuan dan > > anak-anak tak berdosa > > terbunuh seketika. Tubuh mereka yang hancur > > ditayangkan di layar kaca > > dan disiarkan ke seluruh penjuru dunia. Tentu, orang > > masih mengingatnya! > > > > Serangan itu atas sepengetahuan pemerintah Israel > > dan dilakukan secara > > sengaja. Sementara, pembantaian yang lain, baru > > terjadi pada 2006, yakni > > angkatan udara Israel menghujani Lebanon Selatan > > dengan cluster bomb > > yang mematikan. > > > > Tapi, menariknya, Peres adalah penerima hadiah Nobel > > Perdamaian. Hal > > tersebut menjadi fenomena yang mengenaskan, betapa > > seorang penjahat > > perang paling berdosa justru diterima seluruh dunia. > > Bahkan, mereka > > menyebutnya sebagai the true man of peace! > > > > Karena itu, amat disayangkan, ulama Indonesia datang > > ke Israel justru > > ketika negara penjajah tersebut sedang melakukan > > pembantaian masal > > secara pelan-pelan terhadap 1,5 juta penduduk Gaza, > > baik muslim maupun > > Kristen. > > > > Akses bantuan internasional, makanan, dan > > obat-obatan sejak lama > > dihalangi masuk ke Palestina oleh Israel. Itu > > terjadi karena rakyat > > Palestina memilih pemerintahan yang tidak disetujui > > Israel melalui cara > > yang demokratis, pemilu. > > > > Israel menyatakan, semua itu terjadi sebagai balasan > > tindakan atas > > roket-roket Al-Qassam yang diluncurkan ke > > wilayah-wilayah koloni Yahudi. > > Tak satu pun rakyat sipil Israel terbunuh oleh > > roket-roket primitif yang > > sama sekali tidak efektif. > > > > Tapi, hitung saja, selama tiga bulan terakhir, > > tentara Zionis Israel > > telah membunuh lebih dari 200 rakyat sipil > > Palestina. Kenyataannya, kita > > sedang membahas pembantaian masal yang dilakukan > > secara perlahan dalam > > jangka waktu yang panjang di Palestina. > > > > Laporan HAM Internasional menyebutkan, "Rakyat > > Palestina menderita > > justru karena memilih dan menjadi satu-satunya > > negara demokrasi di Timur > > Tengah." Karena itu pula, jalur bantuan obat-obatan > > dan perawatan medis > > dihentikan. Listrik dan suplai bahan makanan juga > > dimatikan di Jalur > > Gaza. > > > > Pertanyaannya, apa dosa mereka? Mengapa Israel > > sampai hati membuat > > mereka mati kelaparan dan menyiksanya? Apakah Israel > > sudah menjelma > > menjadi neraka dan ladang pembantaian bagi rakyat > > Palestina? > > > > Pertanyaan ini kami ajukan untuk saudara-saudara > > muslimin Indonesia yang > > terhormat, yang telah mengunjungi negara yang > > menjajah dan melukai > > rakyat Palestina. Pertanyaan ini untuk mereka yang > > telah berkunjung dan > > berjabat tangan dengan manusia-manusia paling > > pembohong di dunia. > > > > Rakyat Palestina bukanlah orang-orang yang menolak > > nilai-nilai luhur dan > > perdamaian, baik antar sesama muslim maupun dengan > > umat lain, seperti > > Nasrani dan Yahudi, atau agama apa pun. Tapi, > > bagaimanapun, mengunjungi > > negara dengan pemimpin-pemimpin yang selalu > > mengirimkan tentaranya > > dengan gembira untuk membunuh anak-anak sekolah, > > petani, dan pekerja > > adalah sebuah kesalahan. > > > > Hal itu akan menjadi propaganda yang cabul. > > Propaganda yang akan > > mengubah putih menjadi hitam, atau sebaliknya. > > Apakah tentara Israel > > adalah tentara dengan moral paling mulia di seluruh > > dunia? > > > > Tak diragukan lagi, kunjungan delegasi muslim > > Indonesia ke Israel > > melukai umat Islam seluruhnya, melukai rakyat > > Palestina, dan menodai > > kesucian Masjid Al-Aqsha. Sebab, sama saja artinya, > > delegasi tersebut > > memberikan persetujuan kepada mereka dengan segala > > kebijakan keji Israel > > yang telah seperti Nazi baru pada zaman ini. > > > > Hasil kunjungan Anda akan membuat kekejian Israel > > lebih mudah dan murah > > untuk dilakukan. Mereka akan berkata kepada para > > kritikus nonmuslim yang > > selama ini gigih menentang kebijakan keji Israel. > > > > Shimon Peres, Ehud Olmert, dan para pemimpin Zionis > > lainnya akan dengan > > lantang berkata, "Apakah kamu merasa menjadi muslim, > > lebih dari > > orang-orang Islam sendiri?" > > > > Sungguh, kunjungan Anda sangat memalukan! > > > > > > Khalid Amayreh, jurnalis Palestina yang tinggal > > bersama keluarganya di > > Dura, kawasan Palestina yang terjajah; sarjana > > jurnalistik > === message truncated === > > > > ____________________________________________________________________________________ > Never miss a thing. Make Yahoo your home page. > http://www.yahoo.com/r/hs > --- End forwarded message ---

