Belajar Apa Dulu?AlMaidani

MediaMuslim.Info <http://www.mediamuslim.info/> - Kita semua telah tahu
bahwa berIslam itu dimulai dari menuntut ilmu tentang Islam itu sendiri.
Tidak langsung mengamalkan suatu amalan yang amalan itu mungkin belum jelas
apakah ada dasarnya dari Al-Qur'an atau As-Sunnah. Dan juga tidak langsung
berdakwah dengan ilmu yang pas-pasan. Lalu jika kita mau belajar Islam,
sebenarnya apa yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih
dahulu?

Mari kita pikirkan sejenak! Agama ini datang dari Pencipta kita, dan
disampaikan oleh RasulNya. Tujuan agama ini adalah menegakkan ibadah kepada
Pencipta kita tersebut dengan cara-cara yang telah disampaikan oleh
Rasulnya. Jadi sebelum kita belajar Islam lebih dalam, maka seharusnyalah
kita mengetahui siapa Pencipta kita itu, dan bagaimana cara berinteraksi
denganNya. Juga mengetahui siapa RasulNya dan bagaimana kita bersikap
terhadap beliau.

Dua hal tersebut tercakup dalam ilmu yang disebut 'aqidah. Aqidah berasal
dari kata 'aqd yang berarti pengikatan. Jika ada orang yang berkata, " Saya
ber'aqidah begini". Maksudnya adalah, ia mengikat hati terhadap sesuatu
tersebut.  Singkat kata, 'aqidah adalah apa yang diyakini oleh seseorang.
Aqidah merupakan perbuatan hati, yaitu kepercayaan hati dan pembenarannya
kepada sesuatu. Secara terinci, aqidah adalah rukun iman, yaitu iman kepada
Alloh *Subhanahu wa Ta'ala*, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya
dan kepada hari akhir serta kepada qadar yang baik dan yang buruk. Jadi,
ilmu Islam yang harus kita prioritaskan untuk kita pelajari lebih dahulu
adalah 'aqidah.

*Mungkin kita masih bertanya-tanya, mengapa demikian?
*Alloh *Subhanahu wa Ta'ala *berfirman, yang artinya: *" Barang siapa yang
mengerjakan amal baik, baik lelaki maupun wanita dalam keadaan beriman, maka
sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih
baik dari apa yang telah mereka kerjakan."* (QS: An-Nahl : 97).

Pada ayat di atas, Alloh *Subhanahu wa Ta'ala *menerangkan bahwa Ia akan
memberi pahala kepada laki-laki dan perempuan yang beramal baik dan dalam
keadaan beriman. Jadi, Alloh *Subhanahu wa Ta'ala *mensyaratkan keimanan
bagi seseorang yang beramal baik agar orang itu diberi pahala. Jika orang
itu beramal baik yang banyak sekali, namun ia tidak mempunyai keimanan, maka
Alloh *Subhanahu wa Ta'ala* tidak akan memberi pahala  kepadanya. Maka
keimanan tersebut merupakan syarat mutlak bagi seseorang jika ia ingin
selamat dunia akherat.

Sedangkan tadi telah dijelaskan bahwa keimanan itu termaktub dalam rukun
iman. Dan rukun iman itulah inti aqidah Islam. Maka inilah sisi pentingnya
'aqidah Islam. Jika seseorang belajar tentang ilmu fiqh sedalam-dalamnya,
kemudian ia beramal sebanyak-banyaknya, namun tidak pernah mempelajari
'aqidah Islam, maka jurang kehancuran telah siap menelannya.

Sangat mungkin sekali ia berbuat syirik namun ia tidak pernah mengetahui hal
tersebut, karena ia tidak mau mempelajari 'aqidah Islam. Padahal ia telah
beramal banyak. Karena keengganannya untuk mempelajari 'aqidah Islam itulah,
yang membuat ia terjerumus ke dalam perbuatan syirik, sehingga syirik
tersebut membuat amalnya batal semuanya tak bersisa. Alloh *Subhanahu wa
Ta'ala* berfirman, yang artinya: *" Jika kamu mempersekutukan (Alloh),
niscaya benar-benar akan terhapus semua amalmu dan tentulah kamu termasuk
orang-orang yang merugi." *(QS: Az-Zumar: 65).

Inilah pentingya 'aqidah! Dengan mempelajari dan menegakkan 'aqidah
Islamiyah-lah kita akan selamat dunia akhirat.

Hal yang pertama sekali harus kita pelajari dalam ilmu 'aqidah adalah
tentang dua kalimat syahadat. Mengapa?

Secara akal, dua kalimat syahadat inilah yang bisa membuat seseorang dari
kafir menjadi muslim. Maka sungguh aneh jika seorang muslim tidak pernah
mempelajari kalimat yang dengannya kita bisa selamat dari neraka. Dan
sungguh tergesa-gesa sekali jika kita meninggalkan kalimat syahadat, dan
langsung mempelajari ilmu lain. Padahal kalimat inilah yang mengandung
tauhidullah (pengesaan terhadap Alloh *Subhanahu wa Ta'ala*) yang merupakan
tugas pokok para Rasul dari Nabi Nuh 'alaihissalaam sampai  Rasul terakhir,
Nabi Muhammad *shallallaahu 'alaihi wa sallam*.

Alloh *Subhanahu wa Ta'ala *berfirman, yang artinya: *" Dan sesungguhnya
Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), sembahlah
Alloh saja, dan jauhilah thaghut (sesembahan selain Alloh) itu.'."* (QS:
An-Nahl: 36). *" Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelun kamu,
melainkan Kami wahyukan kepadanya, ' Bahwasanya tidak ada Tuhan yang berhak
untuk disembah melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan
Aku.'."*(QS: Al-Anbiyaa': 25).

Dalam surat Al-A'raf, Alloh *Subhanahu wa Ta'ala *menceritakan bahwa Nabi
Nuh, Huud, Shalih, Syuaib, dan lain-lain  itu sama semua seruannya, yaitu
menyeru kepada penyembahan Alloh *Subhanahu wa Ta'ala *semata (tauhid), yang
artinya: *" Hai kaumku, sembahlah Alloh, sekali-kali tidak ada sesembahan
bagimu selainNya." * (QS: Al-A'raaf: 59, 65, 73, 85).

Rasululloh *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda, yang artinya: *"Aku
diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada
sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Alloh dan bahwa Muhammad
adalah Rasululloh." *(HR: Al-Bukhary dan Muslim).

Dari dalil-dalil di atas, telah jelas bagi kita bahwa tugas inti dan yang
paling pokok dari para Rasul Alloh *Subhanahu wa Ta'ala *adalah menyampaikan
kalimat tauhid, menegakkan penyembahan hanya kepada Alloh *Subhanahu wa
Ta'ala *saja. Jika kita tidak mempelajari aqidah, maka tujuan pengutusan
rasul Allah pada diri kita tidak tercapai, dan akibatnya hanya akan menjadi
kerugian pada diri kita suatu hari nanti.

Selain memang dakwah kepada tauhidullah itu adalah tugas inti dakwah para
rasul, maka Rasululloh *shallallaahu 'alaihi wa sallam* menjadikan
penyampaian kalimat syahadat menjadi materi dakwah yang pertama kali harus
diterangkan kepada umat.

Rasululloh *shallallaahu 'alaihi wa sallam* bersabda kepada Mu'adz bin Jabal
*radhiyallaahu 'anhu *ketika beliau mengutusnya ke Yaman, yang artinya: *"
Sungguh, kamu akan mendatangi kaum Ahli Kitab, maka hendaklah pertama kali
dakwah yang kamu sampaikan kepada mereka ialah syahadat Laa ilaaha illaLLaah
"–dalam riwayat lain disebutkan: "Supaya mereka mentauhidkan Alloh" - Jika
mereka telah mematuhi apa yang kamu dakwahkan itu, maka sampaikanlah kepada
mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari
semalamÂ…."* (HR: Al-Bukhary dan Muslim).

Jika begitu, maka ilmu Islam yang harus kita prioritaskan untuk kita
pelajari lebih dulu dan kita utamakan adalah 'aqidah, khususnya tentang
kalimat syahadat.

Maka jangan tunggu-tunggu lagi, mari kita pelajarilah rukun iman, koreksi
pemahaman kalimat syahadat kita, bisa jadi belum sempurna. Tegakkan
tauhidulloh, sembahlah Alloh *Subhanahu wa Ta'ala * saja, jauhkanlah
diri dari segala macam bentuk syirik dan segala macam penyimpangan dalam
'aqidah. Jangan sampai keengganan kita untuk belajar 'aqidah Islam menjadi
bumerang bagi diri kita sendiri pada waktu menghadap Alloh *Subhanahu wa
Ta'ala * nanti. *Wallaahu a'lam. *Semoga Alloh *Subhanahu wa Ta'ala *memberikan
kita hidayah dan bimibingannya selalu.

(Sumber Rujukan: Kitab Tauhid 1, Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah
Al-Fauzan; Kitab Tauhid, AsySyaikh Muhammad At-Tamimi; Prinsip-Prinsip Dasar
Keimanan, Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin)


[Non-text portions of this message have been removed]



===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252
Tarif Rp.1000 ,- + PPN
content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 

Sementara ini hanya bisa diakses provider selular Telkomsel 
http://www.media-islam.or.id 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/syiar-islam/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke