Adakah yang mengetahui latar belakang kenaikan harga minyak dunia itu
disebabkan oleh faktor apakah selain tulisan dibawah yakni faktor musim dingin
(bukankah musim dingin selalu terjadi di daerah non subtropis?), kebutuhan
minyak meningkat karena geliat industri China dan India, stabilitas politik di
Pakistan, Nigeria dll? Adakah faktor politis lain yang menyebabkan harga minyak
naik? Adakah latar belakang lain? Kenaikan harga minyak ini sangat mempengaruhi
pasar saham di AS (dollar) yang itu juga akan berdampak pada ekonomi
dunia/global.
Jika ini terjadi Indonesia musti siap-siap membuat strategi menghadapi hal
ini. Semoga cukup bencana alam saja saat ini yang menyebabkan kenaikan
kebutuhan pokok nasional dan semoga krisis ekonomi tidak melanda lagi di negeri
ini. nggak kebayang deh.
Uniknya, ketika mata uang dollar sedang diguncang (inflasi), harga emas kian
naik. Mata emas dinilai jauh lebih stabil dan sejak dulu sulit menemukan harga
emas mengalami penurunan, harga emas seperti lahan (tanah) yang selalu
mengalami kenaikan harga seiring dengan goncangnya mata uang dollar. Romawi dan
Persia dulu menerapkan mata uang emas. Dunia Islam (kekhilafahan) dulu
menerapkan mata uang emas dan perak (dinar dirham). Sejak perjanjian Bretton
Woods 1944, emas tak lagi digunakan sebagai mata uang standar internasional dan
dollar sebagai mata uang internasional, akibatnya inflasi dollar akan
berpengaruh terhadap kestabilan ekonomi global.
Setidaknya pemerintah perlu meningkatkan cadangan emas nasional, bukan?
Adakah negeri ini melakukannya. Atau emasnya sudah diambil duluan oleh negara
kampium. duh..
------------------------------------------------------------------------------
Terpukul, Perekonomian Negara Bergantung pada Minyak
NEW YORK, RABU- Harga minyak mentah akhirnya menyentuh angka keramat dan
tertinggi sepanjang sejarah, yakni 100 dollar Amerika Serikat per barrel, Rabu.
Kondisi itu memberi pukulan baru bagi negara yang perekonomiannya sangat
bergantung pada minyak, tak terkecuali AS sebagai konsumen minyak terbesar di
dunia meskipun juga sebagai produsen.
Di bursa minyak New York Mercantile Exchange, pada hari Rabu, harga satu
barrel minyak mentah jenis light sweet kontrak penyerahan Februari melompat
3,84 dollar AS ke posisi 99,46 dollar AS. Posisi itu hanya sesaat setelah
menyentuh angka 100 dollar.
Setelah berputar-putar dengan dua rekor di bulan November 2007, Harga
minyak akhirnya menyentuh 100 dollar AS, dan kita akan menyentuh (angka itu)
lagi jika suplai ketat dibandingkan dengan permintaan, ujar Bart Melek,
seorang analis pada BMO Capital Markets, sebagaimana diberitakan AFP.
Di London, minyak mentah jenis Brent Laut Utara untuk kontrak penyerahan
Februari juga melompat ke rekor baru 97,05 dollar AS per barrel. Sebelumnya
bertengger di posisi 96,85 dollar, yang berarti melompat tiga dollar AS dari
penutupan Senin lalu. Pasar minyak tutup pada saat perayaan Tahun Baru 1
Januari.
(Harga) minyak lebih tinggi pagi ini, karena kerusuhan di Nigeria, faktor
stabilitas di Pakistan, perkiraan persediaan minyak dan cuaca dingin musim
salju, ujar Phil Flynn dari Alaron Trading.
Setidaknya 12 orang terbunuh saat perayaan Tahun Baru di pusat minyak
Nigeria, Port Harcourt, meningkatkan kekhawatiran mengenai produksi minyak
mentah di Negara produsen tersebut. Orang bersenjata menyerang dua pos polisi
dan hotel, ujar seorang pejabat militer di kota itu, Rabu.
Kondisi itu dikhawatirkan akan memicu risiko penurunan produksi minyak di
Nigeria tetap lebih tinggi disbanding dalam beberapa bulan sebelumnya, ujar
Petromatrix analyst Olivier Jakob. (DIS)
Minyak Tembus 100 Dollar AS, Wall Street Terpuruk
NEW YORK,RABU - Berita harga minyak sempay melebihi 100 dollar AS per barrel
langsung menyeret Pasar Saham Amerika Serikat, Wall Street, pada perdagangan
perdana di tahun 2008.
Dow Jones Indudtrial Average anjlok 220,86 poin (1,67 persen) ke posisi
13.043,96. Indeks Nasdaq melemah 42,65 poin (1,61 persen) ke 2.609,63. Sedang
Indeks S&P 500 turun 21,20 poin (1,44 persen) ke 1.447,16.
Tembusnya minyak ke harga psikologis,100 dollar AS per barel serta pelemahan
sektor manufaktur lebih dari yang diharapkan, dikhawatirkan semakin memicu
pelambatan ekonomi global.
The Institute for Supply Management melaporkan indeks manufaktur Desember
turun ke 47,7 persen dari 50,8 persen pada November, yang memicu kekhawatiran
ekonomi AS akan melambat lebih cepat dari estimasi awal. (AP/EDJ)
Minyak Tembus 100 Dolar AS!!
NEW YORK, RABU - Harga minyak mentah untuk kali pertama menyentuh harga
psikologis 100 dolar AS per barel, Rabu (2/1). Kenaikan harga tersebut antara
lain dipicu oleh serangan sejumlah orang bersenjata di Nigeria, salah satu
negara produsen minyak.
Selain karena kasus di Nigeria itu, kenaikan harga minyak itu antara lain
dipicu oleh kekhawatiran investor dan ulah spekulan atas ketersediaan pasokan
minyak untuk beberapa hari mendatang. Beredar kabar bahwa sejumlah pelabuhan di
Meksiko ditutup karena cuaca buruk. Penutupan ini bakal mengacaukan
ketersediaan minyak mentah dunia, mengingat Meksiko merupakan salah satu
pemasok penting.
Setelah berembus kabar bahwa sekelompok orang bersenjata menyerang sebuah
hotel besar di kota Port Harcourt, wilayah Nigeria tengah yang menjadi daerah
industri minyak, harga minyak melambung. Di New York Mercantile Exchange, harga
minyak jenis light sweet crude naik 4,02 dolar AS untuk pengiriman Januari
sehingga mencapai sedikit di atas 100 dolar AS per barel. Namun, beberapa saat
kemudian harga terkoreksi menjadi 99,48 dolar AS per barel.
Posisi harga 100 dolar AS sudah menjadi angka psikologis sepanjang tahun lalu
mengingat peningkatan harga minyak secara drastis terjadi sepanjang tahun 2007
yang mencapai 57 persen. Peningkatan harga yang konstan itu tak pernah terjadi
sebelumnya. Dengan posisi harga 100 dolar AS atau di atasnya bakal berdampak
pada situasi ekonomi dunia.
Peningkatan harga minyak yang konstan itu antara lain diakibatkan oleh
permintaan yang terus meningkat di China dan India. Di sisi lain pasokan tak
banyak berubah, dan bahkan cenderung menurun.(APF/AP/Put)
Harga Emas 860 Dolar per Ons
NEW YORK, KAMIS - Harga emas terus bergerak naik hingga mencapai 860 dolar AS
per ons, menyusul melemahnya dolar yang buntutnya mendongkrak harga minyak
sampai tembus angka 100 dolar per barel.
Harga emas yang dipatok untuk bulan Februari ini naik 22 dolar AS menjadi 860
dolar per ons, bahkan sempat mencapai 864,40 dolar per ons di New York
Mercantile Exchange. Ini menandai rekor baru harga emas selama hampir tiga
dekade terakhir. Harga tertinggi sebelumnya adalah 850 dolar pada 1985 dan
harga tertinggi yang pernah dicatat adalah 875 pada 1980.
Melonjaknya harga minyak yang mencapai 100 dolar per barel ikut mendongkrak
harga logam mulia ini. Ini disebabkan banyak investor yang beralih membeli emas
karena dianggap lebih tahan terhadap guncangan inflasi dan ketidakpastian
politik.
"Saya pikir ada peluang (harga emas) mencapi 890 dolar dua pekan mendatang.
Minyak sudah pasti sangat berpengaruh," kata Tom Pawlicki, analis logam mulia
dan energi di Man Financial Inc, Rabu (2/1).
Sebelum lonjakan Rabu, harga emas berhenti naik pada angka 32 persen.
Kekhawatiran terhadap instabilitas politik global, terutama terkait pembunuhan
Benazir Bhutto, membuat emas semakin dilirik sebagai investasi paling aman.
Sementara, melonjaknya harga minyak sampai 100 dolar per barel Rabu (2/1)
diduga karena muncul persepsi bahwa permintan minyak dunia melebihi persediaan.
Kemajuan ekonomi China dan India mengakibatkan meningkatnya harga minyak pada
2007. Sedangkan ketegangan di Nigeria dan Iran sebagai negara produsen
mendorong para spekulen terus memainkan harga semakin tinggi.(AP/SAS)
function WindowOpen1(url) {
myWin1=open(url,"displayWindow","width=400,height=400,toolbar=no,menubar=no");
return false; }
-->
KIRIM KE
TEMAN
CETAK HALAMAN
---->
"Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa,
paling sering beramar ma'ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan
silaturahmi." (Muhammad SAW).
pustaka tani
kampusku
nuraulia
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.
[Non-text portions of this message have been removed]