Syukur Alhamdulillah jika benar demikian.

Saya sendiri ilmu dan amal Islam saya masih sangat-sangat minim sekali. Saya
hanya sekedar mengingatkan saja buat kita semua.
Bukan bermaksud su'udhon, tapi umat Islam tetap harus hati-hati dan waspada
seraya memohon perlindungan Allah SWT.

Semoga pernyataan itu benar adanya, bukan bermaksud pembohongan publik.
Tentunya pihak MUI juga sudah menyiapkan segalanya agar tidak berlanjut apa
yang selama ini meresahkan umat Islam. Termasuk meneliti kebenaran dari
pernyataan itu atas apa yang sesungguhnya diajarkan di dalam organisasi
Ahmadiyah ini. Jangan sampai ini hanya sebagai strategi dakwah mereka saja.
Jangan sampai pernyataannya mereka seperti itu, tetapi ternyata dalam proses
dakwahnya, di dalamnya setiap jamaah yang sudah masuk ke sana di'gembleng'
dan dicekokin doktrin mereka, seperti apa yang selama ini meresahkan umat
Islam.

Kewasdaan ini tentunya agar tidak terjadi seperti yang dilakukan NII KW9
(pernah 2 orang tetangga saya hampir jadi korbannya) awalnya dirayu
manis-manis untuk "memperdalam agama", atau dengan berbagai macam cara entah
halal/haram bahkan dengan cara menipu, agar orang tertarik ikut ajaran
mereka. Setelah masuk ke dalam dicuci otaknya untuk mengikuti kesesatan
mereka.

Semoga pengakuan dan pernyataan JAI ini benar adanya, sehingga kita semua
terhindar dari jalan kesesatan.


-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Behalf Of cak lis
Sent: Tuesday, January 15, 2008 5:05 PM
To: [email protected]
Subject: [syiar-islam] Pernyataan baru Ahmadiyah: Akui Nabi Muhammad Nabi
Terakhir! [semoga bukan basa-basi]


Ahmadiyah Akui Muhammad Nabi Terakhir, Mirza sebagai Guru Selasa, 15 Januari
2008 var sburl3649 = window.location.href; var sbtitle3649 =
document.title;var sbtitle3649=encodeURIComponent("Ahmadiyah Akui Muhammad
Nabi Terakhir, Mirza sebagai Guru"); var
sburl3649=decodeURI("http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&ta
sk=view&id=6177"); sburl3649=sburl3649.replace(/amp;/g,
"");sburl3649=encodeURIComponent(sburl3649);Pernyataan terbaru Jemaah
Ahmadiyah (JAI), mengaku Nabi Muhammad sebagai Nabi terakhir. Dan Mirza
Ghulam sebagai guru pembawa berita gembir. Semoga jujur!

Hidayatullah.com—Pernyataan terbaru dari Jemaah Ahmadiyah (JAI) ini
disampaikan dalam sebuah konferensi pers di Bayt Al-Quran, Badan Litbang dan
Diklat Departemen Agama, Kompleks Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta
Timur, Selasa (15/1) pagi.
Dalam kesempatan ini, Ahmadiyah akhirnya menyatakan bahwa mereka akhirnya
meyakini Muhammad Rasulullah adalah Nabi penutup (Khatamun Nabiyyin) dan
Mirza Ghulam Ahmad hanya sebagai guru dan pembawa berita gembira, peringatan
serta pengemban 'mubasysyirat'.
Pernyataan tersebut dikeluarkan Amir Pengurus Besar JAI, Abdul Basit, kepada
wartawan di Jakarta, sesudah berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat dan
pemerintah sebanyak tujuh kali sejak 7 September 2007 yang difasilitasi
Balitbang Departemen Agama.
Pernyataan terbaru Ahmadiyah ini merupakan 12 butir pokok-pokok keyakinan
dan kemasyarakatan dari pertemuan dengan pihak Balitbang Depag sejak
September 2007.
Selain Ahmadiyah, konfrensi pers ini disaksikan Kepala Balitbang Depag Prof
Dr Atho Mudzhar, Deputi Seswapres bidang Kesra Prof Dr Azyumardi Azra, Kaba
Intelkam Polri Irjen Pol Saleh Saaf, Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Prof
Dr Ridwan Lubis, serta Ketua II Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI).

Selain itu, Abdul Basit juga mengatakan, 12 butir kesepakatan dengan pihak
Depag itu diantaranya adalah penjelasannya mengenai dua kalimah syahadat,
dan meyakini tak ada wahyu syariat setelah Al-Quranul Karim yang diturunkan
kepada Nabi Muhammad SAW dan bahwa Al-Quran dan Sunnah Nabi Muhammad adalah
sumber ajaran Islam yang dipedomaninya.
"Buku Tadzkirah bukanlah kitab suci Ahmadiyah melainkan catatan pengalaman
rohani Mirza Ghulam Ahmad yang dibukukan sejak 1935, 27 tahun setelah beliau
wafat pada 1908," kata Basit.
Pihaknya juga menyatakan tak akan mengkafirkan orang Islam di luar Ahmadiyah
dan tak akan menyebut masjid yang dibangun Ahmadiyah dengan Masjid Ahmadiyah
dan terbuka untuk seluruh umat Islam.
Sementara itu, Kabalitbang Depag Atho Mudzhar mengatakan pihaknya hanya
memfasilitasi dialog tersebut, namun soal penilaian tentang penjelasan 12
butir yang telah dihasilkan ini akan dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia
(MUI).
Atho juga menyatakan, dengan hasil dialog ini pihaknya berharap tak ada lagi
pertentangan antara Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan umat Islam lainnya,
sementara golongan Ahmadiyah lainnya yakni Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI)
memang tak ada persoalan.
Tenaga Ahli Staf Khusus Wapres Dr Mafri Amir mengatakan, penjelasan ini
adalah pelurusan yang menegaskan bahwa JAI sekarang sudah ada dalam alur
yang benar dan dengan demikian merupakan suatu lompatan besar.
Dengan pernyataan terbaru ini, Ahmadiyah, akhirnya ingin menunjukkan, bila
mereka dianggap sebagai bagian dari Islam. "Kami adalah bagian dari Islam,"
ujar Ketua Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Abdul Basit.
[cha, berbagai sumber/www.hidayatullah.com]

---------------------------------
Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search.

[Non-text portions of this message have been removed]






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke