* Muslim Amerika, Kunci Penentu Pemilu Presiden* [image: Cetak halaman ini]<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=6310&pop=1&page=0&Itemid=1> [image: Kirim halaman ini melalui E-mail]<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=6310&itemid=1> Kamis, 07 Pebruari 2008
*Para** kandidat presiden Amerika terus memikat kelompok pemilih Muslim Amerika yang jumlahnya semakin berkembang dan diperhitungkan * *[image: Image]Hidayatullah.com--*Berdasarkan sebuah artikel di *Southern California InFocus*, orang Muslim termasuk kelompok yang belum menentukan pilihan. Mereka memainkan peran penting di negara-negara bagian seperti Michigan, Illinois, Ohio, Florida, Pennsylvania dan Wisconsin. Sebagai contoh, lebih dari 60 relawan Muslim di sebuah pusat pemilu di Ohio telah menghubungi 25.000 nomor telepon dari para pemilih Muslim yang terdaftar di Ohio hanya dua pekan sebelum pemilu presiden 2004. Bukan hanya itu saja. Lebih dari 1.000 pemilih Muslim yang baru telah terdaftar di Illinois pada 2006. Kekuatan sekitar 7 juta orang Islam di Amerika juga terlihat jelas dalam pemilu 2004 dengan terpilihnya Keith Ellison dari kubu Republik yang menjadi orang Muslim pertama di Kongres. Namun begitu, umat Muslim Amerika relatif baru di kancah politik presiden. Sekalipun jumlah mereka terus bertambah dan peran aktif mereka di politik yang makin meningkat. Berbagai upaya untuk membentuk blok pemilih Muslim hanya dimulai satu dekade lalu. Pada pemilu 2000 lalu, koalisi Muslim mendesak umat Muslim untuk memberikan suara untuk George W Bush. Salah satu alasannya karena pendiriannya yang menentang penggunaan bukti rahasia di pengadilan. Pada 2004 lalu, orang Muslim memberikan suara untuk Senator John Kerry karena kekhawatiran mereka tentang pelanggaran hak-hak sipil pemerintahan Bush setelah tragedi September 2001. Survei terakhir menunjukkan peningkatan jumlah pemilih Muslim yang ikut dalam setiap pemilu. Berbagai studi juga menunjukkan bahwa para pemilih Muslim adalah kelompok masyarakat yang terintegrasi dengan baik dan lebih relijius. Mereka aktif secara politik dan mendukung kandidat partai yang menyuarakan keprihatinan mereka, seperti pendidikan, hak-hak sipil, layanan kesehatan, dan ekonomi. Mayoritas muslim Amerika juga menilai bahwa kebijakan AS di Timur Tengah menjadi isu internasional paling penting. Survei terbaru yang dilakukan Badan Hubungan Amerika-Islam berpusat di Washington, CAIR, menyebutkan hampir separuh pemilih Muslim belum menentukan pilihan untuk calon presiden nanti. Survei sama juga menunjukkan bahwa warga Muslim yang berpendidikan tinggi dan berorientasi pada keluarga sangat menentang terorisme. Mereka yakin bahwa anti-Amerikanisme di dunia Muslim menjadi masalah yang serius. [iol/ www.hidayatullah.com <http://hidayatullah.com/>] [Non-text portions of this message have been removed]

