Wa'alaikum salam wr wb,
Pendiri Tempo, Goenawan Mohamad juga merupakan pendiri
Islam Liberal:

==
http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/174/52/1/1/
Karena kelahiran JIL pertamanya jelas dari Teater Utan
Kayu dan ada kongko-kongko di Kedai Tempo, di
komunitas Utan Kayu. Gunawan Muhammad prihatin dengan
persoalan wacana keagamaan yang cenderung mengeras
pasca ambruknya Soeharto, perlunya wadah yang
mengakomodasi pemikiran-pemikiran yang progresif atau
liberal untuk didistribusikan dengan secara
sistematis.

http://id.wikipedia.org/wiki/Gunawan_mohamad
Goenawan Mohamad juga punya andil dalam pendirian
Jaringan Islam Liberal.
===

Oleh karena itu kita tidak bisa mempercayai tulisan
mereka. Jangankan Usman bin Affan, Al Qur'an saja
diragukan kebenarannya oleh mereka. Nabi Muhammad juga
dianggap bukan manusia sempurna oleh mereka.

Cukup Al Qur'an jadi pegangan kita:
49. Al Hujuraat 

PERATURAN-PERATURAN TENTANG PERGAULAN UMAT ISLAM
Bagaimana menghadapi berita yang dibawa orang fasik 

6. Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu
orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah
dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah
kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang
menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.  


Wassalam

--- Heri Haryadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamu'alaikum wr wb,
> 
>  
> 
> Minggu lalu ketika sedang menunggu di ruang tunggu
> sebuah Bank, iseng2
> saya mengambil majalah tempo dirak majalah
> (sepertinya masih terbitan
> baru2 ini) dan secara tidak sengaja terbaca artikle
> catatan pinggir
> Gunawan Muhamad. Karena waktu saya singkat saya
> tidak sempat membaca
> keseluruhan isi artikle tersebut hanya ada satu
> bagian yang "menggangu"
> pikiran saya yaitu pada beberapa statemet tentang
> Khalifah Usman Bin
> Affan Ra yang jika saya tidak salah tangkap (saya
> membaca dengan
> terburu-buru) mengambarkan sepertinya sang khalifah
> adalah seorang
> pemimpin yang lalim yang tidak mau mendengar
> tuntutan rakyatnya.
> Diceritakan pula ketika para "demostran"membongkar
> brangkas rumahnya
> ditemukan harta yang jumlahnya jutaan dinnar.
> 
>  
> 
> Hal ini sangat menggangu pikiran saya karena kita
> semua tahu bahwa
> beliau adalah salah satu sahabat utama Rasul dan
> telah diberitakan
> menjadi satu dari sedikit (kalo tidak salah 30orang
> ?) yang pasti masuk
> surga. Tidaklah mungkin Rasul salah dalam menilai
> pribadi Usman.
> Sebagai muslim kita harus percaya Rasul tidak
> mungkin keliru.
> 
> Hanya saja saya mempunyai keterbatasan ilmu tentang
> apa yang terjadi
> dalam masa kekalifahan Usman. Untuk itu saya
> berhasil mendapatkan
> artikle yang cukup lengkap tentang masa-masa
> pemerinatahan Usman Bin
> Affan Ra yang mungkin bisa membantu jadi bahan
> bantahan atas artike
> tempo tersebut.
> 
> Dibawah ini ada bagian dari artikle tersebut yang
> bisa menggambarkan
> bahwa Usman mempunyai pribadi yang agung jauh dari
> "tuduhan" yang
> dilontarkan oleh tempo.
> 
>  
> 
> Semoga artikle ini bisa membantu buat sodara seiman
> yang juga merasa
> "terganggu" dengan artikle tempo tersebut.
> 
> Jika ada yang bisa menambahkan komentar dan/atau 
> bahasan tentang msalah
> ini, saya sangat berterima kasih.
> 
>  
> 
> 
> Wa'alaikum salam wr wb
> 
>  
> 
>  
> 
> There had been two Caliphs before Usman. Their
> swords fought the enemies
> of Islam. They never led an army against the
> Muslims. Here were Muslims
> up in arms against Usman. Should he draw his sword
> against them? He
> could easily do this. The rioters were no more than
> three thousand in
> number. Medina had beaten back much larger armies.
> If only Usman had
> drawn his sword, there must have been hundreds of
> swords to fight for
> him. In fact, he could have obtained troops from
> Syria well in time to
> crush any number of rioters. But nothing could
> induce Usman to make use
> of the sword. That would have made him the first
> Caliph of Islam to shed
> the blood of Muslims. The sword once out would
> always be there. And
> Usman was the last person to let loose a curse that
> would hanve over the
> Muslims for ever. It was far easier for him to lay
> down his life. So he
> chose the easier course. He gave his life so that
> his people might be
> saved the terrible curse of the sword. 
> 
> "Usman is the most modest of my Companions," once
> said the Holy Prophet.
> His modesty did not leave Usman even after he was
> the ruler of a big
> empire. He was generous and soft-hearted. He was
> always inclined to
> overlook people's faults. High virtues indeed! But
> as the head of a big
> State, Usman needed to be something more. He needed
> to be strong, firm
> and prompt. However, Usman's heart would not allow
> him to follow the
> course of firmness. He knew full well where the path
> of love was going
> to lead and gladly paid the price with his life. 
> 
>  
> 
> 
> 
> CONFIDENTIAL NOTE: The information contained in this
> email is intended only for the use of the individual
> or entity named above and may contain information
> that is privileged, confidential and exempt from
> disclosure under applicable law. If the reader of
> this message is not the intended recipient, you are
> hereby notified that any dissemination, distribution
> or copying of this communication is strictly
> prohibited. If you have received this message in
> error, please immediately notify the sender and
> delete the mail.
> Thank you.
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been
> removed]
> 
> 


===
Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS

Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://www.media-islam.or.id atau 
http://syiarislam.wordpress.com


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 

Kirim email ke