Guna Sejarah
Penciptaan manusia sebagai subjek sejarah dengan tugas
sebagai khalifah (Q.S Al baqarah 30), adalah untuk
menciptakan sejarah dimuka bumi ini. Kalau pengertian
khalifah sebagai "wakil" Allah, sedangkan Allah
memiliki alam raya, maka penciptaan sejarah itu
meliputi alam raya. Artinya tidak sebatas dibumi
semata, tetapi menempatkan diri dan buminya dalam
ekosistem, dengan rumusan rahmatan lil'alaamin.
Tugas yang demikian luas itu, bila dipikirkan sebagai
tugas yang individual, tidak mungkin akan tercapai.
Tetapi dalam konsep pemikiran sejarah secara
universal, dalam ukuran waktu sejarah yang bukan
pragmental, melainkan berkesinambungan, tugas itu
harus dapat diwujudkan.
Setiap pelaku sejarah, hakikatnya tidak mengetahui
hasil perubahan yang direncanakannya(Q.S 31:34).
Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat memastikan
"masa depannya".Masa depan ternyata penuh tanda tanya.
Allah memerintahkan kita agar "wal tandzur nafsun maa
qaddamat lighad"(Perhatikanlah sejarahmu, untuk masa
depanmu)(Q.S 59:18).
Mengapa Allah memberikan rumusan, untuk memperoleh
masa depan, harus menoleh kemasa lalu?
Ada apa kisah dalam sejarah dalam AlQuran dapat
digunakan sebagai pedoman "Mengubah Sejarah" ditempat
berbeda, dan waktu yang tidak sama?
Sejarah memberikan Mau'idzah (pelajaran) yang membuat
umat Islam dzikra(sadar) sebagai actor sejarah, untuk
menciptakan sejarah yang benar(Q.S 11: 120)
Bila AlQuran merupakan petunjuk penciptaan perubahan
sejarah disepanjang waktu dan diseluruh wilayah
dipermukaan bumi, maka dari peristiwa sejarah
kerasulan yang benar-benar terjadi, terdapat
pesan-pesan yang perlu ditafsirkan oleh ilmu sejarah.
Sebagai penafsiran sejarah yang bukan per peristiwa
atau secara pragmental, melainkan secara menyeluruh
dan terpadu, dan dengan tetap mendasakan kaitan arti
ayat-ayat yang terdapat dalam Al Quran itu sendiri.
Al Quran tidak diragukan lagi sebagai kitab petunjuk
yang menciptakan sejarah (Q.S 2:2), dan actor sejarah
sebagai khalifah adalah manusia (Q.S 2:30), yang
memiliki indra telinga, dan mata, yang memungkinkan
sikap dan kelakuannya tergerak ingin mengubah sejarah
hingga tetap maju, maka diingatkan akan adanya
halangan rintangan seperti yang dihadapi oleh 'Ulum
'Adzmi.
Peristiwa sejarah yang demikian itu, akan tetap
terulang kembali. Karena apa yang terjadi, bukanlah
"mati" atau final melainkan "tetap hidup dimasa
kini"(Q.S 2: 154).
Dengan menjadikan Al Quran sebagai petunjuk sejarah
bukan berarti kita akan "kembali kemasa silam". Atau
sebaliknya "membebaskan diri"dari peristiwa masa
lampau. Melainkan Al Quran dijadikan sebagai kunci
untuk memahami tugas hidup dimasa sekarang, menuju
kemasa depan(Q.S 58:19)
Dengan demikian, bila umat islam berhasil "menangkap
pesan-pesan sejarah yang terumuskan dalam peristiwa
ulum adzmi tersebut, tidak saja mengetahui guna
sejarah, tetapi sekaligus akan mampu memanfaatkannya
sesuai dnegan fungsinya masing-masing. Karena Al Quran
merupakan petunjuk untuk seluruh umat, maka dalam
menafsirkan "penangkapan arti pesannya tergantung pada
disiplin apa yang dimilikinya".
Esensi Sejarah
Tugas hidup manusia dimuka bumi adalah :" menciptakan
perubahan sejarah" (khalifah). Esensi sejarah adalah
perubahan. Perubahan sejarah yang akan terjadi
merupakan pengulangan dari peristiwa yang telah
terumuskan dalam Al Quran.
Peristiwa yang terjadi, bukanlah merupakan masa lalu
yang mati (not a dead past), melainkan sebagai
peristiwa yang tetap hidup dimasa kini (still living
in the present)(Q.S 2 : 154)
Menjadikan Al Quran sebagai petunjuk sejarah, bukanlah
untuk kembali kemasa lalu, atau sebaliknya membebaskan
diri kemasa lalu, melainkan peristiwa sejarah
kerasulan, dijadikan sebagai kunci untuk memahami
peristiwa yang terjadi disini dan masa kini.
Sejarah ini selalu progress. Oleh karena itu
memerlukan a constructive out look over the past.
Manusia sebagai "Aktor sejarah" harus disadarkan bahwa
ia hidup dalam masyarakat yang selalu berubah (Q.S 55:
26). Dengan mempelajari sejarah peristiwa kerasulan
dalam Al Quran berarti memperoleh contoh yang benar,
yang tidak dapat diragukan lagi (Q.S 2:2).
Wassalamu'alaikum. Cairo, 26 Maret 2008 Rahima Sarmadi
Yusuf (38 thn)
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and
know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ