Mengapa Orang Kafir Membenci Orang Islam

Al Qur'anul Karim adalah kalamullah, dan merupakan mukjizat Nabi Muhammad
saw yang diturunkan dalam bahasa Arab. Salah satu mukjizat Al Qur'an adalah
penggunaan bahasa yang sangat indah dan sempurna, baik susunan kata maupun
makna yang terkandung di dalamnya. Begitu juga dalam mengungkapkan suatu
perkara, peristiwa, atau ketika berkomunikasi terhadap lawan bicaranya, Al
Qur'an menggunakan penyampaian kata-kata yang ringkas, tetapi memiliki makna
yang padat, sehingga mudah di fahami oleh setiap orang yang
men-tadabbur-inya. Al Qur'an juga senantiasa menyesuaikan dengan tingkatan
kemampuan berfikir manusia.

Adakalanya kita menjumpai ayat-ayat dengan menggunakan metode informasi
berita, kisah ataupun cerita, baik yang mengabarkan tentang situasi dahulu,
maupun kisah-kisah tersirat yang akan terjadi di masa depan. Al Qur'an juga
menggunakan metode perintah dan larangan, serta kadang-kadang menggunakan
permisalan atau contoh. Permisalan-permisalan itu dibuat supaya manusia
dapat mengambil i'tibar dan pengajaran dari peristiwa yang terjadi di
sekitarnya, dan supaya mereka dapat memaksimalkan penggunaan potensi hati,
akal, dan panca indera yang telah Allah swt sediakan buat mereka. Allah swt
berfirman, "Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya
mereka berfikir." (Terj. QS Al Hasyr 59 : 21)

Di dalam ayat di atas, tersirat bahwa ada sebagian manusia yang tidak
menggunakan akal fikiran untuk memperhatikan peristiwa-peristiwa yang
terjadi di sekitarnya. Sehingga, manakala mereka diajak kepada kebenaran,
mereka mengelak dari memperhatikan, mendengarkan, dan mengikuti kebenaran
itu. Padahal, makhluk-makhluk yang tidak diberikan potensi akal dan
fikiranpun, mampu untuk tunduk dan patuh kepada perintah Allah swt. Al
Qur'an mengumpamakan, makhluk yang senantiasa tidak peduli akan kebenaran,
bahkan bertindak sebagai penentang dan musuh kebenaran, seperti binatang
ternak yang diseru oleh penggembalanya, tetapi tidak memahami seruan
tersebut. Allah swt berfirman, "Dan perumpamaan (orang-orang yang menyeru)
orang-orang kafir adalah seperti penggembala yang memanggil binatang yang
tidak mendengar selain panggilan dan seruan saja. Mereka tuli, bisu dan
buta, maka (oleh sebab itu) mereka tidak mengerti." (Terj. QS Al Baqarah 2 :
171)

Ayat di atas merupakan sindiran kepada orang-orang yang diberikan hati,
fikiran, mata dan telinga. Namun, kebanyakan mereka tidak menggunakan
potensi tersebut untuk memahami agama Allah (dienul Islam). Jika mereka
diseru kepada dienullah, mereka menanggapinya sebagaimana hewan ternak.
Yaitu, bila binatang diseru, mereka hanya mendengarkan panggilan dan seruan,
tetapi tidak memahami seruan dan panggilan tersebut. Orang-orang seperti ini
banyak disebut dalam Al Qur'an, antara lain, "Sesungguhnya binatang
(makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah; orang-orang yang
pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun." (Terj. QS Al Anfal 8 : 22)

Informasi ini dengan tegas menerangkan, bahwa orang yang tidak menggunakan
potensi akal fikiran dan panca indera untuk mengenal siapa Penciptanya,
misalnya, untuk apa ia diciptakan? Dari mana asal usulnya? Apa tugas
hidupnya? Dan kemana ia hendak pergi? Persis bagaikan binatang ternak.
Sebab, sejak dahulu hingga kiamat nanti, hewan ternak kuno maupun modern
sama saja, tidak punya potensi untuk mengenal dan memahami ia diciptakan.
"Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah
orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman." (Terj. QS Al Anfal
8 : 22)

Maka, orang-orang yang tidak beriman kepada Allah swt, dan tidak peduli
dengan aturan hidup yang diciptakan Allah swt, yaitu dienul Islam (Syari'at
Islam), maka pola hidupnya tak ubahnya seperti pola hidup binatang. Bahkan,
lebih jelek daripada itu, "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka
Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi
tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai
mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan
Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk
mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan
mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (Terj. QS Al
A'raf 7 : 179)

Siapapun yang masih memiliki potensi fitrah tentu mengetahui, bahwa sejak
zaman batu hingga milineum sekarang, tidak pernah terjadi peristiwa seekor
hewan pejantan bermesraan atau melakukan homoseks dengan hewan pejantan
lainnya. Demikian juga sebaliknya, hewan betina tidak pernah bermesraan atau
melakukan lesbian dengan hewan betina lainnya.

Namun saat ini, banyak kita temui manusia 'jantan' bermesraan bahkan kawin
dengan manusia 'jantan' lainnya. Begitu juga 'betina'-nya saling bermesraan
satu sama lainnya. Bahkan, di beberapa negara bagian di Eropa, Amerika, dan
Australia telah menetapkan undang-undang (UU) yang menghalalkan manusia
'jantan' kawin dengan sesama jenis dan 'betina' kawin dengan 'betina'.
Nauudzubillah.

Sungguh Maha Benar Allah dengan segala firman-Nya. Oleh karena itu, manusia
yang tidak mau diatur hidupnya oleh agama atau dengan syari'ah yang
diturunkan oleh Allah swt, maka tidak ragu lagi bahwa mereka itu adalah
binatang yang paling buruk di sisi Allah swt. "Sesungguhnya orang-orang yang
kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka
Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk
makhluk." (Terj. QS Bayyinah 98 : 6)

Allah swt di dalam Al Qur'an telah membongkar dan mengupas tuntas segala
bentuk keburukan dan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang kafir
terhadap Islam dan umatnya, bagaimana sifat dan karakter mereka:

1. Tidak ridha umat Islam aman dan bahagia.
"Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada
menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Tuhanmu. Dan Allah
menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian);
dan Allah mempunyai karunia yang besar." (Terj. QS Al Baqarah 2 : 105)

2.Targetnya mengkafirkan umat Islam.
"Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan
kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari
diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka ma'afkanlah
dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya
Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."(Terj. QS Al Baqarah 2 : 109)

3.Hidup laksana hewan.
"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang mukmin dan beramal saleh ke dalam
jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Dan orang-orang kafir
bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan
jahannam adalah tempat tinggal mereka." (Terj. QS Al Muhammad 47 : 12)

4.Kekayaannya untuk menghalangi dakwah Islam.
"Sesungguhnya orang-orang yang kafir menafkahkan harta mereka untuk
menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu,
kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke
dalam Jahannamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan." (Terj. QS Al
Anfal 8 : 36)

5.Melakukan konspirasi kerusakan.
"Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang
lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat
yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya[648]. Mereka telah lupa
kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik
itu adalah orang-orang yang fasik." (Terj. QS At Taubah 9 : 67)

Segala bentuk kejahatan dan sikap oportunis orang-orang kafir dan munafiq
dibongkar dalam Al Qur'an, itulah antara lain alasan kebencian mereka
terhadap Islam, kitab suci Islam, Nabi Islam, dan umat Islam. Hal ini sangat
manusiawi, siapapun yang dibongkar aibnya, jika tidak bertobat pasti akan
marah dan melampiaskan kemarahannya dengan menghalalkan segala cara.

Keadaannya tidak jauh berbeda, bila seorang presiden dikritik rakyatnya dia
pasti marah sekalipun kritik itu bersifat konstruktif dan dengan itikad
baik. Berapa banyak penguasa diktator di dunia ini, sengaja membuat UU serta
aturan hukum yang dapat menjerat rakyat yang mengkritiknya. Di zaman Orde
Baru kita mengenal UU Subversi, sedang di zaman reformasi kita mengalami
pahitnya hidup di bawah UU antiterorisme. Karena ternyata, UU ini hanya
ditujukan untuk aktivis muslim, dengan memposisikan gerakan Islam sebagai
gerakan teror versi penguasa.

Sejak disahkan, tahun 2003, korban UU antiterorisme adalah umat Islam.
Apakah umat non-Islam tidak ada yang melakukan tindakan terorisme di negeri
ini? Pembunuhan sejumlah polisi di Papua oleh masyarakat Kristen adalah
tindakan teror, pengrusakan rumah Bupati di Endeh kaitannya dengan hukuman
mati Tibo cs adalah tindakan teror, pembunuhan ratusan santri di Poso adalah
teror bengis. Raperda kota Injil Manokwari yang melarang wanita muslimah
kenakan jilbab, tidak boleh membunyikan suara adzan ke luar ruangan masjid,
bukankah itu teror juga? Mengapa mereka tidak dijerat dengan UU
antiterorisme?

Diskriminasi, sombong, menentang kebenaran, membelanjakan sebanyak-banyak
hartanya untuk menghalangi manusia dari jalan Allah, adalah sifat-sifat
buruk kaum kuffar, sebagaimana telah dijelaskan dalam ayat Al Qur'an di
atas. Oleh karena sifat jahat inilah, Allah swt menempatkan mereka di dalam
neraka yang paling bawah, dan orang kafir serta munafiq tidak akan mendapat
pertolongan dari siapapun juga.

Allah swt memperingatkan kepada orang-orang mukmin agar waspada terhadap
kejahatan kaum kuffar. Perilaku kaum kuffar seperti hewan, tidak paham halal
dan haram, juga tidak paham moral dan tidak bermoral. Maka umat Islam
dilarang bersahabat dengan orang kafir, agar tidak menularkan kejelekannya
seperti menularnya wabah flu burung yang mematikan itu.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman
kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak
henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang
menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang
disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami
terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya."

(Terj. QS Al Imran 3 : 118)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke