assalaamu alaikum,

ayyuhal ikhwah, sekedar meneruskan informasi yang makin menambah pe-er
ummat. ulama sudah bukan lagi sosok yang dihargai dan dihormati, tapi jadi
tumbal deislamisasi dan demuslimisai oleh kalangan muslim yang erat
berpegangan tangan dengan musuh-musuh islam, tanpa malu dan tedeng
aling-aling dan berhujjah dengan dalil yang dipelintir sesuka hati.

satukan barisan, rapatkan shaf, padukan suara dan jangan lagi mudah terpecah
belah, karena musuh kita sekarang adalah mereka yang juga mengaku islam,
beratribut islam dan fasih berdalih dari sumber islam! lakukan sesuatu,
mulai dari diri, sekarang, dari yang ringan! mari doakan juga agar Allah
meringankan langkah dan tangan kita dalam menegakkan KalimatNYA, menyeru
ummat-NYA yang makin jauh dari hidayahNYA, tegas pada kafir dan ramah pada
sesama mukmin.

akan ada batas ketika dakwah bukan lagi sekadar lisan dan tulisan, ketika
tuntutan untuk 'turun tangan' sudah tidak lagi bisa dihindari dan dicegah.
semoga saat itu tiba, kita siap menghadapinya. amin

salam,
satriyo

PS: perlukan sebuah strategi dakwah untuk tiap situasi dan kondisi yang
berbeda, terutama ketika harus menangani problem ummat spt dilakukan oleh
NGA Arus Pelangi? sebagai catatan, di AS, gerakan muslim homo sudah lebih
dulu santer dan mereka mendapat perlindungan payung hukum negara atas
perilaku terkutuknya sambil tetap mengaku muslim! naudzubillah ...!

---------- Forwarded message ----------
From: dwi
Date: 2008/4/1
Subject: [ppi_uika07] PR lagi...........
To:

   Musdah Mulia: Islam Mengakui Lesbianisme
<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=view&id=6605&pop=1&page=0&Itemid=1>

<http://hidayatullah.com/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=6605&itemid=1>
   Senin, 31 Maret 2008   *Aktivis liberal Siti Musdah Mulia mengatakan,
lesbian dan homosekstual diakui dalam Islam. Diskusi juga menyalahkan para
ulama yang melarang perilaku menyimpang ini*
 **
*Hidayatullah.com--*Homosek dan homoseksualitas adalah kelaziman dan dibuat
oleh Tuhan, dengan begitu diizinkan juga dalam agama Islam, demikian salah
satu ucapan Musdah Mulia dalam sebuah diskusi di Jakarta pada hari Kamis, 27
Maret 2008 kemarin.
Homoseks-Homoseks dan homoseksualitas bersifat alami (wajar) yang diciptakan
oleh Allah, seperti itu diizinkan dalam Islam, demikian hasil diskusi yang
diselenggarakan di Jakarta itu.
Dalam diskusi itu juga disebutkan, sarjana-sarjana Islam moderat mengatakan
tidak ada pertimbangan untuk menolak homoseks dalam Islam, dan bahwa
pelarangan homoseks dan homoseksualitas hanya merupakan tendensi para ulama.

Selain diskusi menyalahkan para ulama, juga menuduh banyak  Muslim lainnya
didasarkan pada penafsiran-penafsiran berfikir sempit dalam
pengajaran-pengajaran Islam.
Siti Musdah Mulia  wakil *Indonesia**  Conference of Religions and
Peace *mengutip
Surat al-Hujurat (49:3) yang mengatakan bahwa salah satu berkah untuk
manusia adalah bahwa semua para laki-laki dan perempuan bersifat sama,
dengan mengabaikan etnisitas, kekayaan, posisi-posisi sosial atau bahkan
orientasi seksual.
"Tidak ada perbedaan antara lesbian dan tidak lesbian. Dalam pandangan
Allah, orang-orang dihargai didasarkan pada keimanan mereka," dia juga
mengatakan dalam diskusi yang diorganisir oleh NGO, *Arus Pelangi. *
"Dan membicarakan tentang keimanan adalah hak istimewa Allah untuk
menghakimi," ujarnya dikuti koran *The Jakarta Post.*
"Inti sari dari agama (Islam) adalah memanusiakan manusia, rasa hormat dan
memuji mereka."
Musdah juga mengatakan homoseksualitas dari Tuhan dan sebaiknya dianggap
sebagai suatu kelaziman, menambahkan tidak didorong hanya oleh nafsu.
Redaktur Majalah *Mata Air, *Soffa Ihsan juga mengatakan, penghakuan
heterogenitas Islam juga sebaiknya memasukkan homoseksualitas.
Dia mengatakan orang Muslim perlu terus melakukan ijtihad  untuk menghindari
paradigma lama dengan tanpa mengembangkan interpretasi yang berpandangan
terbuka.
Nurofiah dari NU mengatakan yang menyebabkan pelarangan gender akibat
kontruk sosial.
"Seperti prasangka bias jender atau patriarchy, prasangka penyimapangan
sosial dibuat. Akan benar-benar berbeda jika kelompok yang menguasai menjadi
pelaku homoseksualitas, " katanya.
Selain Musdah Mulia, permbicara yang ikut hadir adalah Nurofiah dari
Nahdlatul Ulama (NU), wakil Hizbut Tahrir Indonesia, dan wakil Majelis Ulama
Indonesia (MUI).
Kelompok *Arus Pelangi * mengatakan, di beberapa tempat, di Indonesia,
perilaku homosek sudah diakui. "Kita mengetahui bahwa di Ponorogo (Jawa
Timur)telah ada pengakuan homoseksualitas," ujar pemimpin *Arus Pelangi*,
Rido Triawan.
Sementara itu, Wakil MUI dan HTI mengutuk perilaku yang termasuk *hombreng *
ini.
"Ini merupakan suatu dosa. Kita tidak akan mempertimbangkan, menganggap
homoseks sebagai musuh, tetapi kita akan membuat mereka sadar bahwa apa yang
mereka sedang lakukan adalah salah," ujar Wakil Ketua MUI, Amir Syarifuddin.

Rokhmat, dari HTI, beberapa kali meminta peserta-peserta homoseksual yang
hadir dalam acara itu segera untuk menyesali dan secara berangsur-angsur
kembali ke jalan yang benar.
*Arus Pelangi *dibentuk pada tanggal 15 Januari 2006 di Jakarta dengan
kantor secretariat di Jalan Tebet Dalam 4 no 3 Jakarta Selatan. *Arus
Pelangi*, sesuai namanya, adalah NGO tempat mangkalnya kaum lesbian dan, *gay,
bisexual *dan *transgender *(LGBT).
Dalam pasal keanggotan AD/ART *Arus Pelangi *disebutkan, "Individu yang
mempunyai orientasi seksual LGBT dan/atau individu yang mempunyai orientasi
*heterosexual *yang mempunyai komitmen dalam memperjuangkan hak-hak dasar
LGBT." [jp/*cha*, *berbagai
sumber/*www.hidayatullah.com<http://hidayatullah.com/>
]
*foto: 1. Musdah Mulia. 2. pesta kaum lesbih di jakarta*


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke