Wa'alaykum salam wr.wb.

hmm..tapi tidak bisa menyalahkan umat juga yg marah karena film fitnah
 yg menjelek2an islam, karena ada hadist yg mengatakan "Apabila
melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, atau bila tidak
mampu maka dengan lisanmu, apabila tidak mampu maka dengan hatimu dan
itulah selemah2nya iman"

Rasul adalah maha karya Allah yg paling agung dan tidak bisa di
sejajarkan dengan kita, karena sahabatpun akan marah bahkan langsung
membunuh jika melihat or mendengar ada orang yg menghina Rasulullah.
dan Rasul hanya diam saat dirinya dihina, tapi Rasul tidak pernah
tinggal diam bila islam yg dihina loh??

hmm..aku pernah baca ungkapan Imam Syafei yg melarang orang untuk
membunuh orang lain yg mencaci maki dirinya kecuali jika orang itu
menghina Rasulullah maka wajib hukumnya untuk dibunuh. tapi..keadaan
saat ini tidak memungkinkan jika melakukan hal2 spt itu, karena tidak
ada satupun lembaga yg mempunyai otoritas yg bisa dijadikan tempat
berlindung, apabila ada orang yg menerapkan perintah tsb. karena
disini otomatis orang yg membunuh karena mencela Rasul, pasti akan
kena hukuman dechhhh....hiks.hiks.hiks..


salam
hana



--- In [email protected], puji lestari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>    
>   Menanggapi tulisan-tulisan, tindakan-tindakan dan banyak lagi
reaksi umat muslim atas film fitna, saya teringat oleh salah satu
ceramah ustad yang cukup kondang di negeri ini, ceramah ini sebelum
film Fitna ada, dalam forum itu beliau bilang kurang lebihnya seperti
ini " sebenarnya kenapa kita marah/merasa terhina jika dicaci maki,
padahal nabi Muhammad saja yang begitu mulia di mata Allah, saat
dicaci dan diludahi, beliau malah berdoa, "ya Allah semoga engkau
bukakan pintu hatinya dan tunjukkan jalan lurusMu pada si fulan itu"
itu adalah perkataan Rasul akhir jaman yang sudah dijamin Surga oleh
Allah SWT, kenapa kita yang memang sebenarnya sudah hina dan tak luput
dari dosa malah merasa sakit hati saat dihina?? saya hanya merenung
saja, mungkin saya juga belum bisa seperti itu, tapi alangkah baiknya
menyikapi film fitna ini, kita sama-sama berdoa semoga pembuat film
fitna itu dibukakan pintu hatinya, dan semoga hidayah dikirimkan
kepadanya, 
>   siapa tau kan dia menjadi Muallaf, dan menjadi bagian dari kita, Amin
>    
>   Wassalamu'alaikum Wr. Wb
>    
>    
>    
> 
>        
> ---------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di
Yahoo! Answers
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke