Assalamu'alaikum, wr. wb

Itulah Gus Dur selalu melakukan manuver-manuver,
ana cuman mo tanya, ada apa dengan Gus Dur.....????



wasalam,
neja....


Assalamu'alaikum 

Tauhid yang SEHAT diantaranya adalah ber-wala' kepada kaum muslimin dan 
ber-bara' kepada musuh Allah.

Berikut adalah tulisan yang diambil dari KITAB TAUHID JILID I oleh Syaikh Dr. 
Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan yang menjelaskan apa itu Al-Wala' dan 
apa itu Al-Bara'

Definisi al-wala' wal bara' 
Wala' adalah kata mashdar dari fi'il "waliya" yang artinya dekat. Yang dimaksud 
dengan wala' di sini adalah dekat kepada kaum muslimin dengan mencintai mereka, 
membantu dan menolong mereka atas musuh-musuh mereka dan bertempat tinggal 
bersama mereka. 

Sedangkan bara' adalah mashdar dari bara'ah yang berarti memutus atau 
memotong.. Maksudnya di sini ialah memutus hubungan atau ikatan hati dengan 
orang-orang kafir, sehingga tidak lagi mencintai mereka, membantu dan menolong 
mereka serta tidak tinggal bersama mereka. 

Kedudukan Al-Wala' Wal Bara' Dalam Islam 
Di antara hak tauhid adalah mencintai ahlinya yaitu para muwahhidin, serta 
memutuskan hubungan dengan para musuhnya yaitu kaum musyrikin.. Allah 
Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, 
RasulNya, dan orang-orang yang beriman, yang mendirikan shalat dan menunaikan 
zakat, seraya mereka tunduk (kepada Allah). Dan barang-siapa mengambil Allah, 
RasulNya dan orang-orang yang beri-man menjadi penolongnya, maka sesungguhnya 
pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang." (Al-Maidah: 55-56) 

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan 
Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi 
sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka men-jadi 
pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya 
Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Al-Maidah: 51) 

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuhKu dan musuhmu 
menjadi teman-teman setia ..." (Al-Mumtahanah: 1) 
"Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pe-lindung bagi 
sebagian yang lain." (Al-Anfal: 73) 

"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari 
akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan 
RasulNya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau 
saudara-saudara ataupun keluarga mereka." (Al-Mujadilah: 22) 

Dari ayat-ayat di atas jelaslah tentang wajibnya loyalitas kepada orang-orang 
mukmin, dan memusuhi orang-orang kafir; serta kewajiban menjelaskan bahwa loyal 
kepada sesama umat Islam adalah ke-bajikan yang amat besar, dan loyal kepada 
orang kafir adalah bahaya besar. 

Kedudukan al-wala' wal bara' dalam Islam sangatlah tinggi, karena dialah tali 
iman yang paling kuat. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu alaihi wa 
Salam: "Tali iman paling kuat adalah cinta karena Allah dan benci karena 
Allah." (HR. Ibnu Jarir) 

Dan dengan al-wala' wal bara'-lah kewalian Allah dapat tergapai. Diriwayatkan 
oleh Abdullah Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu: "Siapa yang mencintai karena Allah, 
membenci karena Allah, memberi wala' karena Allah dan memusuhi karena Allah 
maka sesungguhnya dapat diperoleh kewalian Allah hanya dengan itu. Dan seorang 
hamba itu tidak akan merasakan lezatnya iman, sekali pun banyak shalat dan 
puasanya, sehingga ia melakukan hal tersebut. Dan telah menjadi umum 
persaudaraan manusia berdasarkan kepentingan duniawi, yang demikian itu 
tidaklah bermanfaat sedikit pun bagi para pelakunya." (HR. Thabrani dalam 
Al-Kabir) 

Maka jelaslah bahwa menjalin wala' atau loyalitas dan ukhuwah selain karena 
Allah tidak ada gunanya di sisi Allah Subhannahu wa Ta'ala .

Semoga bermanfaat



----- Original Message ----
From: cak lis <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL 
PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, April 23, 2008 10:22:16 PM
Subject: [syiar-islam] Rencana Gus Dur Menghadiri 60 Tahun Israel Dianggap 
Memalukan
Rencana Gus Dur Menghadiri 60 Tahun Israel Dianggap Memalukan Rabu, 23 April 
2008 var sburl8659 = window.location. href; var sbtitle8659 = document.title; 
var sbtitle8659= encodeURICompone nt("Rencana Gus Dur Menghadiri 60 Tahun 
Israel Dianggap Memalukan"); var sburl8659=decodeURI ("http://hidayatullah 
.com/index. php?option= com_content& task=view& id=6738"); sburl8659=sburl8659 
.replace( /amp;/g, "");sburl8659= encodeURICompone nt(sburl8659) ; “Memalukan,” 
demikian para pejuang Palestina berpendapat jika Gus Dur hadir dalam ulang 
tahun ke-60 Israel. Wawancara Khusus www.hidayatullah. com dengan pejuang 
Palestina

Hidayatullah. com--Rencana mantan Presiden Republik Indonesia Abdurrahman Wahid 
untuk menghadiri perayaan 60 tahun berdirinya negara Zionis Israel, bulan Mei 
mendatang, dikritik oleh tokoh pejuang kemerdekaan Palestina, Dr Musa Abu 
Marzuq.
Ditemui oleh www.hidayatullah. com di kantornya di Damaskus beberapa jam yang 
lalu, Dr Musa, yang menjabat Wakil Kepala Biro Politik Hamas (Gerakan 
Perlawanan Islam untuk Kemerdekaan Palestina) menyebut rencana itu, 
"sungguh-sungguh memalukan."
Menurut Dr Musa, merayakan 60 tahun berdirinya Zionis Israel sama halnya 
merayakan pembantaian, pengusiran, perusakan kebun-kebun dan penjajahan atas 
rakyat Palestina dan Masjidil Aqsa.
"Bagaimana mungkin seorang Muslim seperti Abdurrahman Wahid tega ikut serta 
merayakan kezaliman atas saudara-saudara Muslimnya sendiri?" tukasnya.
Menurut Dr Musa, kalau Presiden AS George Bush menghadiri perayaan seperti itu, 
dirinya masih bisa memahami, tapi kalau seorang bekas presiden dari sebuah 
bangsa Muslim terbesar di dunia yang melakukannya, "sungguh memalukan."
Dr Musa menyarankan kepada tokoh-tokoh Indonesia untuk datang sendiri melihat 
keadaan saudara-saudaranya di Gaza.
"Sudah berbulan-bulan, 1,5 juta saudara-saudara Anda, terutama anak-anak, saat 
ini hidup tanpa bahan bakar, tanpa obat-obatan dan makanan yang sangat terbatas 
karena diblokade oleh Zionis Israel," jelasnya.
Namun, Dr Musa mengingatkan, bahwa Israel tidak mungkin memberikan izin kepada 
siapapun untuk menyaksikan kekejaman mereka atas para penduduk Gaza.
"Minggu lalu, bekas (Presiden AS Jimmy) Carter juga dilarang Israel masuk ke 
Gaza," katanya.
Karena masuk ke Gaza tidak mungkin, saat ini, ia menyarankan para tokoh Muslim 
Indonesia agar mengunjungi para pengungsi Palestina di Yordania, Mesir dan 
Suria. "Ada 6 juta saudara-saudara Anda bangsa Palestina yang sekarang diusir 
oleh Zionis Israel dan terpaksa hidup di pengungsian, " katanya.
Menanggapi langkah-langkah pemerintah Otoritas Palestina di bawah Mahmud Abbas 
yang menambah terus jumlah "duta besar" Palestina di berbagai negara, Dr Musa 
mengatakan, bahwa dirinya tak merasa ada masalah dengan itu.
Sejak sepuluh tahun silam, sudah lebih dari seratus negara yang memiliki duta 
besar atau perwakilan PLO. "Yang terpenting," kata Dr Musa, "para duta besar 
itu bekerja untuk kepentingan kemerdekaan dan kesejahteraan bangsa Palestina. 
Jangan sampai mereka memperkeruh suasana dengan menjelek-jelekkan kelompok 
tertentu yang mengakibatkan lemahnya persatuan bangsa Palestina."
Ketika berkunjung ke Indonesia beberapa bulan silam, Presiden Otoritas 
Palestina Mahmud Abbas di depan tokoh-tokoh Indonesia menyebut Hamas sebagai 
"kriminal". Namun Dr Musa enggan menanggapi pernyataan-pernyata an yang bernada 
kampanye hitam itu.
Menurutnya, apapun yang dikatakan oleh Mahmud Abbas tentang Hamas, tidak akan 
banyak pengaruhnya bagi kepentingan Palestina. 
"Sebab dunia sudah bisa menyaksikan, " ujarnya, "siapa yang benar-benar bekerja 
untuk kemerdekaan Palestina, dan siapa yang hanya bikin masalah."
Menurut Dr Musa, saat ini ada upaya keras untuk membangun citra, seakan-akan 
Gaza di bawah Hamas adalah Korea Utara yang kacau-balau dan pemerintahnya salah 
urus. Sedangkan Tepi Barat adalah Korea Selatan yang modern dan kaya raya.
"Tapi kami ingin menyampaikan, bahwa prioritas pekerjaan kami adalah 
rekonsiliasi rakyat Palestina, keselamatan mereka dan dikembalikannya hak-hak 
mereka di manapun mereka berada," kata Dr Musa.
Sejauh ini Mahmud Abbas telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Zionis 
Israel Ehud Olmert sebanyak 51 kali. "Hasilnya bukan saja nol, malah semakin 
buruk," simpul Dr Musa.
Dr Musa Abu Marzuq lahir di Gaza tahun 1951. Setelah menyelesaikan kesarjanaan 
tekniknya di Universitas Ayn Syams, Kairo ia bekerja di bidang industri di Uni 
Emirat sampai tahun 1981. Sepuluh tahun kemudian ia menyelesaikan studi S-3 di 
Amerika Serikat.
Di Biro Politik Hamas (Harakah Muqawwamah Al-Islamiyah) , Dr Musa adalah wakil 
dari Khalid Misy'al yang pernah diwawancarai majalah Hidayatullah, September 
2006.[Dzikrullah, Khadijah, dan Kaisya Fatina (fotojurnalis) dari Damaskus/www. 
hidayatullah. com]

------------ --------- --------- ---
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.

[Non-text portions of this message have been removed]


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

===
Mari belajar Islam dan berdakwah melalui SMS

Cara berlangganan: REG SI kirim ke 3252 (Dari Telkomsel)
Tarif Rp.1000 ,- + PPN content akan dikirim tiap hari 

Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252 
http://www.media-islam.or.idYahoo! Groups Links




      __________________________________________________________
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email http://uk.docs.yahoo.com/nowyoucan.html

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke