Edisi : 511

Jumat,

18  Rabiul  Akhir  1429 H

25  April 20008 M

Majelis Taklim PT SUCOFINDO

Jl raya pasar Minggu Kav- 34 Jakarta Selatan

 

 

KAREKTERISTIK RISALAH RASULULLAH SAW

"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di
antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. " (Al
Ahzab 33:40).

Karekteristik adalah ciri khas atau keistImewaan yang hanya dimiliki
oleh risalah Rasulullah namun tidak dimiliki oleh nabi lainnya.

Nabi terakhir

Menurut tafsir Thabari (20/278)  &  Al Baghawi (6/358)  yang dimaksud
dengan seorang laki-laki adalah Zaid bin Haritsah. Maksudnya Rasulullah
bukanlah bapaknya Zaid dalam arti bapak kandung. Tapi beliau hanya ayah
angkatnya Zaid sehingga tidak membawa konsekuensi dalam masalah  waris
dan pernikahan. 

Karena pada zaman jahiliyah istri anak angkat tidak boleh dinikahi oleh
ayah angkatnya. Namun Islam membolehkan istri anak angkat (apabila sudah
dicerai) dapat dinikahi oleh ayah angkatnya. 

Adapun khataman nabiyyin artinya Rasulullah SAW adalah penutup para nabi
atau nabi yang terakhir serta tidak akan dibuka lagi kenabian setelah
beliau hingga hari kiamat. Demikian penjelasan para ahli tafsir.

Jadi Nabi SAW adalah nabi dan Rasul terakhir. Karena itu setiap khatib
selalu menyatakan LAA NABIYYA BA'DAHU (tidak ada nabi sesudahnya). Mohon
dicamkan "Tidak ada nabi setelah Rasulullah SAW"

Membenarkan Nabi Sebelumnya

Risalah Nabi SAW membenarkan dan menguatkan nabi-nabi sebelumnya.

Karena hanya Alqur'anlah kitab yang paling valid dan otentik untuk
membawa informasi tentang sejarah masa lalu. Khususnya sejarah hadirnya
para nabi dan Rasul.

Alqur'an dengan sangat jelas bercerita tentang para Nabi. Mulai dari
Adam, Idris, Nuh, Hud hingga Isa AS.

Sehingga dalam Alqur'an sering kita temukan kata-kata Wa idz Qaa laa
Muusa (Dan ingatlah ketika Musa berkata). Atau Wa idz Qaa la 'Iisabnul
Maryam (Dan berkata Isa anak Maryam / bukan anak tuhan tapi anak
Maryam).

Kata-kata tersebut menunjukkan bahwa Musa, Isa dan nabi-nabi lainnya
memang riil, nyata dan hadir di tengah-tengah kaumnya.

"Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa
yang diturunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim,
Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada
Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhannya.
Kami tidak membeda-bedakan seorangpun diantara mereka dan kami hanya
tunduk patuh kepada-Nya". "(QS 2:136)

Penyempurna Risalah

Rasulullah SAW adalah penyempurna risalah-risalah Nabi sebelumnya.
Misalnya nabi Isa tidak menikah. Tapi Rasulullah menyempurnakannya bahwa
nikah adalah sunnah nabi.

Nabi Ibrahim dan Ismail melaksanakan haji, maka risalah Rasulullah tetap
memeliharanya dan menjadikan sebagai rukun Islam kelima. Inilah yang
dalam fiqih disebut syar'u man qablanaa (syariat orang-orang sebelum
kami). Sebagian syariat itu masih ada dan sebagian lainnya dihapus atau
disempurnakan dengan diutusnya Rasulullah.

Pada masa-masa nabi sebelumnya tidak dikenal secara detil dan terperinci
rambu-rambu dakwah. Namun pada masa Nabi SAW rambu-rambu itu semakin
jelas dan terang benderang. Baik tujuan, sasaran, strategi serta sarana
dan prasarananya.

Demikian halnya dalam masalah hukum pidana, perdata dan tata Negara.
Risalah Rasulullah secara jelas dan gamblang berbicara masalah ini.

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash berkenaan
dengan orang-orang yang dibunuh; orang merdeka dengan orang merdeka,
hamba dengan hamba, dan wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang
mendapat suatu pema'afan dari saudaranya, hendaklah (yang mema'afkan)
mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaklah (yang diberi ma'af)
membayar (diat) kepada yang memberi ma'af dengan cara yang baik (pula).
Yang demikian itu adalah suatu keringanan dari Tuhan kamu dan suatu
rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa
yang sangat pedih (QS 2:178).

Untuk Semua Manusia

"Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya
sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi
kebanyakan manusia tiada mengetahui." (QS 34:28).

Risalah Nabi SAW adalah untuk semua manusia. Bukan hanya untuk orang
arab saja. 

Karena itulah Alqur'an menyeru dengan kata-kata "Yaa Ayyuhan naas"
(wahai manusia). Sedangkan Nabi Musa dan Isa menyeru khusus bani Israil.


"Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil,
sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab
sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya)
seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad
(Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa
bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata"(QS
61:6).

Begitupun dengan nabi-nabi lainnya.

"Hud herkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun,
tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam. "(QS 7:67).

Rahmat Bagi Semesta Alam

"Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi
semesta alam. "(QS 21:107).

Kalau nabi sebelumnya adalah rahmat bagi umatnya. Tapi Rasulullah adalah
rahmat bagi semesta alam. Rahmat bagi jin, tumbuhan, hewan, matahari,
bulan, bintang, langit dan bumi.

Misalnya dari jarinya memancar air sehingga dapat untuk berwudhu sekitar
300 orang. 

Dari Anas bin Malik RA beliau berkata, "aku melihat air memancar dari
jari-jari tangan Nabi SAW, dan orang-orang bergiliran mengambil wudhu,
sehingga semuanya dapat berwudhu."(KH Moenawar Khalil, Kelengkapan
Tarikh Rasulullah Jilid 11 hal 163).

Diriwayatkan oleh Abu Thalhah bahwa nabi SAW pernah memberi 70 atau 80
orang dengan beberapa keping roti dan biji gandum yang dibawa oleh Anas
ditangannya. Beliau memerintahkan supaya roti itu dipecah-pecah , lalu
semuanya makan roti itu sampai kenyang.  Dan  orang yang ada di rumah
dan bilik pun ikut makan roti sampai kenyang, bahkan masih ada lebihnya.
(Ibid hal 164).

Dalam perang Khandaq misalnya setangkup korma ternyata cukup untuk
pasukan Rasulullah yang sedang menggali parit yaitu 1000 orang.  Bahkan
masih tersisa. (Syaikh Mubarakfuri Dalam Sirah Nabawiyah hal. 391-392).

Masih dalam perang Khandaq, Jabir beserta istrinya menyembelih seekor
kambing dan menanak nasi. Tapi ternyata cukup untuk 1000 orang dan masih
tersisa (Ibid hal. 391).

Mahatma Gandhi berkata, "Semenjak Islam di puncak kemuliaannya, semenjak
itulah alam menaruh simpatik padanya. Islam bukannya agama yang sempit
dan buta. Bahkan Islam didasarkan atas kelapangan dan kemurahan."

Dan masih banyak lagi pendapat para orientalis yang jujur tentang
kehebatan, keunikan dan keindahan risalah Muhammad SAW. 

Kegiatan Masjid Al Hakim :

 

Bimbingan Baca Alqur'an (Setiap Senin s/d Rabu ba'da dhuhur) dan Setiap
Senin Jam 17.00 untuk pemula

Kuliah Dhuhur , Setiap Selasa dan  Kamis dengan Materi meliputi : 

Ushul Fiqih (KH Qmarudin Ali, MA), 

Fiqih (Drs. Anis Agus, SQ), 

Tafsir (DR HM Anwar, MA), 

Hadits Arbain (Budi Ashari, LC), 

 Riyadhush Shalihin (DR. Daud Rasyid, MA), 

ESQ (Tim Trustco), 

Ekonomi Islam (DR. Syafi'i Antonio), 

Sirah Nabawiyah (Drs. Mukhlish Abdi), 

Aqidah (Drs. Ferri Nur) dll.

Program Terjemah Alqur'an (Setiap Senin Jam 17.00)

Seni Baca Alqur'an, Setiap Kamis Jam 17.00

 

 

KOLOM TANYA JAWAB :

 

Tanya : Bolehkan kita mengajak atau menghimbau orang untuk berzakat
dengan memberi rangsangan berupa hadiah atau fasilitas kemudahan
tertentu?

 

DR. Didin Hafidhuddin, MSC menjawab :  

 

Prinsip pokok zakat adalah harta yang telah memenuhi ketentuan tertentu
yang dikeluarkan oleh seorang muslim lalu diberikan kepada orang yang
berhak menerimanya. 

 

Zakat adalah ibadah, sedangkan ibadah tidak akan diterima oleh Allah SWT
kecuali terpenuhi dua hal yaitu ikhash karena Alllah SWT dan sesuai
dengan tuntunan Rasulullah SAW.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan
supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian
itulah agama yang lurus. "(QS 98 : 5).

Akan tetapi dengan tujuan mendidik agar para wajib zakat menunaikan
zakatnya dan sifatnya sementara maka boleh-boleh saja. 

Bahkan boleh juga memberikan tindakan keras bagi orang yang tidak mau
membayar zakat sebagaimana dilakukan oleh Khalifah Abu Bakar RA.
(Panduan Praktis Tentang Zakat, Infak dan Sedekah).

Sempurnakan Sholat Anda 

Dengan Berzakat

 

"pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar
dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan)
kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu
sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan
itu." (QS 9:35)

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan
Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. "(QS 9:103).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke