----- Original Message ----- 
From: A_Cholik 
To: [EMAIL PROTECTED] ; Untung Sujono 
Sent: Thursday, May 08, 2008 2:04 PM
Subject: Fw: subsidi bbm



----- Original Message ----- 
From: Gema Sembada 
To: Nugrahadi Hargianto ; 'Lukman' ; 'Yuli' ; 'Yosnita' ; 'Yono' ; 'Suparno' ; 
'Sandy Ramdanie' ; 'Priyo Sunarto' ; 'Mustamir Idris' ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] ; 'Fajar' ; 'rochim' ; 'dswarman' ; 'Nia' ; 'Hanifa' ; 
'Crisna' ; 'A CHALIK' ; 'Yulianto' ; 'Suharto' ; 'Rusdi' ; 'Edi Misbah' ; 
'Nessi' ; 'Febriza' ; 'Irdawati' ; 'Irwan Yanuar' ; 'Rosyid' ; 'Widodo' ; 
'Pranoto' ; 'melana' ; 'Koko' ; 'Junedi' ; 'Junaidi' ; 'Fattah' ; 'Donny' ; 
'Didi' ; 'DANI S' ; 'Dandi' ; 'Buhori' ; 'Apriyanto' ; 'Rahmat W' ; 'Tresna' ; 
'Supandi' ; 'TI-DPPLN' 
Sent: Thursday, May 08, 2008 1:13 PM
Subject: Fw: subsidi bbm


 
Sekali2 baca yg serius yach... tau deh... pada ngerti pa ngga?

::koraninternet.com::
Rubrik : Artikel KhususSubsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang. Uangnya
Dilarikan Kemana?
Jumat, 11 April 08 - by : admin
  Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas
US$ 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi
BBM dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat
persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut
untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah.
Jadi akan ada uang yang dikeluarkan?

  Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata "subsidi
BBM" itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka
kalau DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang
begitu besarnya, uangnya dilarikan ke mana?

  Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar
asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.

  Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
  Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100
: 159 = US$ 0,63. Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak
mentah menjadi Rp. 6.300 per liter.

  Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap
dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau
ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp.
6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi
Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi.

  Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang
ada di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia
dianggap harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per
barrel. Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi
Indonesia, Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang
ada yang menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi
hasil. Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu
tidak perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan.
Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.

  Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus
diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam
tulisan ini dianggap saja US$ 100 per barrel.

  Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak
mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada
uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat
perhitungan seperti Tabel terlampir.

  Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun
ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang
dinamakan subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?

  Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada.
Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.

  PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
  TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)

  DATA DAN ASUMSI

  Produksi : 1 juta barrel per hari

  70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
  Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
  Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
  1 US $ = Rp. 10.000
  Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
  1 barrel = 159 liter
  Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter

  PERHITUNGAN

        Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 =
  40,624,500,000
        Konsumsi dalam liter per tahun   60,000,000,000
        Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun   19,375,500,000
        Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini
        (19,375,500,000 : 159) x 100 x 10.000   121,900,000,000,000
        Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri
        40,624,500,000 x Rp. 3.870   157,216,815,000,000
        Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel
        Pemerintah masih kelebihan uang tunai sebesar   35,316,815,000,000

        Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap
        liter bensin premium yang dijual,
        Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) 4,500
        Biaya lifting, pengilangan dan transportasi
        US $ 10 per barrel atau per liter :
        (10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan) 630
        Kelebihan uang per liter 3,870


  Oleh Kwik Kian Gie

Versi Online : http://www.koraninternet.com/?pilih=lihat&id=3760


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke