as.wr.wb. wahai saudara2 muslim dimanapun berada, sebaiknya saudara dan keluarga tidak usah lagi menonton acara tv ( kecuali acara ceramah agama ). banyak mudharatnya daripada manfaatnya. kebatilan dipertonton dan di ta'limkan setiap saat di hadapan kita dan keluarga kita..ta'lim gaya hidup nasrani yahudi..proses cuci otak dari millah islam tanpa kita sadari..hasil akhirnya orang2 islam yang tanpa disadari bermilah yahudi nasrani..bukan bermillah islam...(orang islam berkelakuan orang kafir). lebih baik alokasikan waktunya dengan mengadakan ta'lim kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya, serta firman dan hadis2 nabi untuk kita dan keluarga kita..agar kita dan keluarga kita lebih mengenal gaya hidup (millah) kehidupan Rasulullah saw dan Para sahabat nabi untuk kita contoh..ketimbang gaya hidup nasrani yahudi.... hijrahkan diri untuk masuk ke dalam millah islam..jangan memperdalam dan mengamalkan milah yahudi nasrani... ingat surat alfatiha bukan? kita sudah berulang2 minta kepada Allah agar dijauhkan dari jalan2 yang dimurkai (millah yahudi) dan jalan yang sesat (millah nasrani).. buat saudara muslim jangan jadikan rumah kita tempat maksiat (musik, film2 orang kafir: mempertontonkan gaya hidup mereka, aurat2 wanita terbuka dan masuk dalam rumah2 orang islam, jingkrak2, lawak yang dilaknat oleh Allah swt, dlsbnya). apabila ada kemaksiatan dalam rumah kita niscaya malaikat tidak akanmau masuk ke dalam rumah yang ada kemaksiatan kepada Allah di dalamnya..kalo malaikat tidak ada maka rumah kita akan dipenuhi oleh setan, sehingga berpengaruh dalam sikap, cara berfikir kita, rencana2 kita, dlsbnya.. dirikan shalat tepat pada waktunya (secara berjemaah di surau, langgar, mesjid untuk laki2 dan diĀ mushollah rumah untuk wanita)..dirikan shalat dan dirikan shalat...takutlah kepada Allah mengenai shalat.. perbanyak amalan agama dalam rumah kita (suasana agama, bukan suasana kelalaian danĀ maksiat karena acara tv atau ta'lim yahudi nasrani dalam rumah kita), misalnya baca Alqur'an istiqomah, ta'lim agama, shalat2 sunat..dan segera tidur untuk persiapan tahajud..tidak usah nonton tv lagi..jangan buang2 waktu..ingat kita ini orang islam..masuklah ke dalam islam secara kaffah..pelajari dan perdalam ajaran islam yang agung..supaya kita dan keluarga benar2 menjadi orang islam yang sebenar2nya islam (bermillah islam: menghidupkan sunah Rasulullah saw, bukan sunah kehidupan orang kafir).. untuk kita renungkan dan amalkan semoga bermanfaat, wass, jzkl
----- Original Message ---- From: Wildan Arief <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, May 12, 2008 10:39:13 AM Subject: [syiar-islam] KPI Minta Masyarakat Waspadai 10 Acara TV KPI Minta Masyarakat Waspadai 10 Acara TV Sabtu, 10 Mei 2008 10 acara TV dinilai banyak melanggar Standar Program Siaran KPI. Ia melanggar norma kesopanan, kesusilaan dan kekerasan. Waspadai dan selamatkan kaluarga Anda! Hidayatullah. com--Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat meminta masyarakat untuk mewaspadai 10 program acara yang dianggap bermasalah yang ditayangkan sembilan stasiun TV swasta nasional Indonesia. Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Yahya dalam jumpa pers di kantor KPI di Jakarta, Jumat mengatakan 10 program acara TV tersebut yaitu Cinta Bunga (SCTV), Dangdut Mania Dadakan 2 (TPI), Extravaganza (TransTV), Jelita (RCTI), Mask Rider Blade (ANTV), Mister Bego (ANTV), Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Si Entong (TPI), dan Super Seleb Show (Indosiar). Sasa mengatakan dari hasil pantauan KPI selama periode 1 - 13 April, 10 acara TV tersebut paling banyak melanggar Standar Program Siaran KPI, antara lain melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dengan banyak menampilkan kekerasan, menampilkan kata-kata kasar, merendahkan dan melecehkan orang lain. Untuk Sinetron Cinta Bunga yang diputar SCTV, KPI menilai terlalu menampilkan kekerasan secara verbal yaitu memaki dan merendahkan orang lain, selain tidak mencantumkan klasifikasi acara. Sedangkan acara variety show "Extravaganza" TransTV menampilkan rangkaian tindakan yang mengesankan tindak kekerasan dengan atau tanpa alat, banyaknya kekerasan secara verbal, percakapan mengarah ke makna yang vulgar dan tidak memperhatikan norma kesopanan serta kesusilaan. Acara Dangdut Mania Dadakan 2 TPI, KPI menyimpulkan terlalu menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain secara khusus sering melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu, percakapan mengarah ke makna yang vulgar dan tidak memperhatikan norma kesopanan serta kesusilaan. Sementara Sinetron Jelita RCTI terlalu menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dengan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara. Sinetron Komedi Mister Bego dari ANTV terlalu menampilkan kekerasan fisik, menampilkan adegan mengarah ke seks, menampilkan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara. Sedangkan Serial Anak "Mask Rider Blade" ANTV merupakan acara non-kartun (riil), menampilkan kekerasan fisik yang cukup intens dalam bentuk perkelahian / pertarungan, dan tidak menampilkan klasifikasi acara akan tetapi ada logo "Star Kids". Sinetron "Namaku Mentari" di RCTI, KPI menilai terlalu menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara. Untuk Sinetron Rubiah TPI, KPI melihat terlalu menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain secara khusus ada muatan melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu, menampilkan kekerasan fisik, tidak memperhatikan norma kesopanan serta mencantumkan klasifikasi acara secara sekilas. Sementara Sinetron Komedi Si Entong dari TPI juga terlalu banyak kata-kata kasar, memaki, dan melecehkan orang lain, penggambaran anak yang tidak mendidik (anak berkata kasar, anak berpacaran), penggambaran tentang guru yang melecehkan, tidak memperhatikan norma kesopanan serta tidak mencantumkan klasifikasi acara. Sedangkan acara variety show Super seleb Show di Indosiar, KPI melihat terlalu menampilkan rangkaian kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain (secara khusus sering melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu), tidak memperhatikan norma kesopanan dan kesusilaan. Sasa mengatakan banyak stasiun TV yang tidak mencantumkan klasifikasi acara (penggolongan program siaran berdasarkan usia khalayak penonton), yaitu A (Anak), R (Remaja), D (Dewasa), dan SU (Semua Umur). "Banyak acara non-anak yang dianalisis ditayangkan pada jam anak biasa menonton TV, sehingga potensi masalah menjadi lebih besar karena dapat berdampak pada penonton anak yang umumnya tidak kritis," katanya. [ant /www.hidayatullah. com] Share this article ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile. yahoo.com/ ;_ylt=Ahu06i62sR 8HDtDypao8Wcj9tA cJ ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ [Non-text portions of this message have been removed]

