Rabu, 16 April 2008

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Beri Surat Peringatan kepada TPI dan 
Indosiar

 

Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Memberi Surat Peringatan kepada Stasiun 
Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) dan Indosiar  Tentang Program Reality Show 
Ajang Pencarian Bakat

 

Pada tanggal 14 April 2008, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat telah 
mengeluarkan dua buah surat peringatan yang ditandatangani oleh Ketua KPI 
Pusat, Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, Ph.D kepada Televisi Pendidikan Indonesia 
(TPI) dan Indosiar terkait dengan program yang mereka siarkan, berikut 
rinciannya :

 

1.    Dalam Surat Peringatan No. 176/K/KPI/04/08, KPI Pusat mengingatkan 
stasiun Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) untuk meninjau ulang materi 
tayangan Dadakan Dangdut Mania 2 yang disiarkan pada hari Senin-Jum'at pukul 
19.00-23.00 WIB.

 

KPI Pusat menilai tayangan Dadakan Dangdut Mania 2 telah mengeksploitasi 
kesedihan para peserta dengan pancingan pertanyaan dari host dan para juri, 
yang tak jarang menyudutkan peserta. Pancingan pertanyaan tersebut memaksa 
peserta mengungkap kehidupan pribadi mereka yang semestinya tidak pantas 
disiarkan di ruang publik.

 

Hal tersebut bertentangan dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program 
Siaran (P3-SPS) pasal 50 dan 12 yang berbunyi: "Dalam menyelenggarakan suatu 
program siaran baik itu bersifat langsung atau rekaman, lembaga penyiaran wajib 
menghormati hak privasi, sebagai hak atas kehidupan pribadi dan ruang pribadi 
dari subyek dan obyek berita"

 

2.    Dalam Surat Peringatan No. 177/K/KPI/04/08, KPI Pusat meminta stasiun TV 
Indosiar untuk memindahkan jam tayang program Super Seleb Show (Senin-Rabu), 
Star Dut (Kamis dan Minggu), dan Mama Mia Konser (Jum'at) yang tayang dari 
pukul 18.00 menjadi pukul 19.00 WIB.

 

Sesuai hasil diskusi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdatul Ulama (NU), 
dan kelompok masyarakat lain, KPI Pusat menilai penayangan program Super Seleb 
Show, Star Dut, dan Mama Mia Konser pada jam tersebut mengganggu ibadah sholat 
maghrib yang dijalankan oleh umat Islam. Selain mengganggu penonton di rumah, 
KPI Pusat juga mendapat keluhan bahwa di studio Indosiar tidak disediakan 
tempat sholat bagi penonton acara reality show tersebut. Padahal, sejumlah 
tayangan itu berlangsung pada saat umat Islam diwajibkan menjalankan sholat 
Maghrib dan Isya. Selain itu, program reality show ini juga dinilai mengganggu 
jam belajar anak-anak.

 

Dalam hal ini KPI Pusat merasa perlu mengingatkan kembali Indosiar untuk 
memperjelas format acara Super Seleb Show. Seperti yang Indosiar pernah 
sampaikan pada KPI Pusat dalam pertemuan sebelumnya, acara Super Seleb Show 
pada dasarnya merupakan ajang pemilihan bakat. Namun, format acara Super Seleb 
Show masih banyak mengandung lelucon-lelucon kasar dalam dialog antara pembawa 
acara dan komentator. Untuk itu, KPI Pusat juga meminta Indosiar agar 
menghilangkan lelucon-lelucon kasar, yang disampaikan dalam acara ini.

Ini adalah surat pernyataan pertama yang diberikan oleh KPI Pusat untuk TPI  
pada program Dadakan Dangdut Mania 2 dan Indosiar pada program Super Seleb 
Show, Star Dut, dan Mama Mia Konser.

 

Sebelumnya Kpi Pusat telah meminta klarifikasi atas tema dan tujuan 
program-program tersebut. Pihak Indosiar dan TPI telah menyatakan akan 
melakukan perbaikan untuk program-program tersebut.

 

Untuk itu KPI Pusat kembali mengingatkan TPI dan Indosiar agar senantiasa 
memperhatikan peraturan-peraturan terkait isi siaran dalam Undang-Undang 
Penyiaran serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS).

 

Jakarta, 15 April 2008
Ketua KPI Pusat,

 

 

Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja, P.hD

  ----- Original Message ----- 
  From: Wildan Arief 
  To: [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, May 12, 2008 10:39 AM
  Subject: [syiar-islam] KPI Minta Masyarakat Waspadai 10 Acara TV


  KPI Minta Masyarakat Waspadai 10 Acara TV 
  Sabtu, 10 Mei 2008 
  10 acara TV dinilai banyak melanggar Standar Program
  Siaran KPI. Ia melanggar norma kesopanan, kesusilaan
  dan kekerasan. Waspadai dan selamatkan kaluarga Anda! 

  Hidayatullah.com--Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)
  Pusat meminta masyarakat untuk mewaspadai 10 program
  acara yang dianggap bermasalah yang ditayangkan
  sembilan stasiun TV swasta nasional Indonesia.

  Ketua KPI Pusat, Sasa Djuarsa Yahya dalam jumpa pers
  di kantor KPI di Jakarta, Jumat mengatakan 10 program
  acara TV tersebut yaitu Cinta Bunga (SCTV), Dangdut
  Mania Dadakan 2 (TPI), Extravaganza (TransTV), Jelita
  (RCTI), Mask Rider Blade (ANTV), Mister Bego (ANTV),
  Namaku Mentari (RCTI), Rubiah (TPI), Si Entong (TPI),
  dan Super Seleb Show (Indosiar).

  Sasa mengatakan dari hasil pantauan KPI selama periode
  1 - 13 April, 10 acara TV tersebut paling banyak
  melanggar Standar Program Siaran KPI, antara lain
  melanggar norma kesopanan dan kesusilaan dengan banyak
  menampilkan kekerasan, menampilkan kata-kata kasar,
  merendahkan dan melecehkan orang lain.

  Untuk Sinetron Cinta Bunga yang diputar SCTV, KPI
  menilai terlalu menampilkan kekerasan secara verbal
  yaitu memaki dan merendahkan orang lain, selain tidak
  mencantumkan klasifikasi acara.

  Sedangkan acara variety show "Extravaganza" TransTV
  menampilkan rangkaian tindakan yang mengesankan tindak
  kekerasan dengan atau tanpa alat, banyaknya kekerasan
  secara verbal, percakapan mengarah ke makna yang
  vulgar dan tidak memperhatikan norma kesopanan serta
  kesusilaan.

  Acara Dangdut Mania Dadakan 2 TPI, KPI menyimpulkan
  terlalu menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan
  merendahkan orang lain secara khusus sering melecehkan
  orang dengan kelompok dan bentuk fisik tertentu,
  percakapan mengarah ke makna yang vulgar dan tidak
  memperhatikan norma kesopanan serta kesusilaan.

  Sementara Sinetron Jelita RCTI terlalu menampilkan
  kekerasan fisik secara khusus kekerasan terhadap anak,
  menampilkan kekerasan verbal yaitu memaki dengan
  kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma kesopanan
  dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.

  Sinetron Komedi Mister Bego dari ANTV terlalu
  menampilkan kekerasan fisik, menampilkan adegan
  mengarah ke seks, menampilkan kata-kata kasar, tidak
  memperhatikan norma kesopanan dan tidak mencantumkan
  klasifikasi acara.

  Sedangkan Serial Anak "Mask Rider Blade" ANTV
  merupakan acara non-kartun (riil), menampilkan
  kekerasan fisik yang cukup intens dalam bentuk
  perkelahian / pertarungan, dan tidak menampilkan
  klasifikasi acara akan tetapi ada logo "Star Kids".

  Sinetron "Namaku Mentari" di RCTI, KPI menilai terlalu
  menampilkan kekerasan fisik secara khusus kekerasan
  terhadap anak, menampilkan kekerasan verbal yaitu
  memaki dan kata-kata kasar, tidak memperhatikan norma
  kesopanan dan tidak mencantumkan klasifikasi acara.

  Untuk Sinetron Rubiah TPI, KPI melihat terlalu
  menampilkan kata-kata kasar, melecehkan dan
  merendahkan orang lain secara khusus ada muatan
  melecehkan orang dengan kelompok dan bentuk fisik
  tertentu, menampilkan kekerasan fisik, tidak
  memperhatikan norma kesopanan serta mencantumkan
  klasifikasi acara secara sekilas.

  Sementara Sinetron Komedi Si Entong dari TPI juga
  terlalu banyak kata-kata kasar, memaki, dan melecehkan
  orang lain, penggambaran anak yang tidak mendidik
  (anak berkata kasar, anak berpacaran), penggambaran
  tentang guru yang melecehkan, tidak memperhatikan
  norma kesopanan serta tidak mencantumkan klasifikasi
  acara.

  Sedangkan acara variety show Super seleb Show di
  Indosiar, KPI melihat terlalu menampilkan rangkaian
  kata-kata kasar, melecehkan dan merendahkan orang lain
  (secara khusus sering melecehkan orang dengan kelompok
  dan bentuk fisik tertentu), tidak memperhatikan norma
  kesopanan dan kesusilaan.

  Sasa mengatakan banyak stasiun TV yang tidak
  mencantumkan klasifikasi acara (penggolongan program
  siaran berdasarkan usia khalayak penonton), yaitu A
  (Anak), R (Remaja), D (Dewasa), dan SU (Semua Umur).

  "Banyak acara non-anak yang dianalisis ditayangkan
  pada jam anak biasa menonton TV, sehingga potensi
  masalah menjadi lebih besar karena dapat berdampak
  pada penonton anak yang umumnya tidak kritis,"
  katanya. [ant /www.hidayatullah.com]

  Share this article


  __________________________________________________________
  Be a better friend, newshound, and 
  know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. 
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ


   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke